Gaza Tidak Membutuhkan Solusi Dua Negara

Sejatinya hanya dengan memobilisasi tentara-tentara di negeri Islam akar permasalahan di Palestina dapat dituntaskan. Untuk mewujudkan hal itu, kaum Muslim perlu bersatu dalam satu komando untuk menuntaskan permasalahan yang ada di Palestina.
Oleh Aurora Ridha
(Aktivis Muslimah Kalsel)
JURNALVIBES.COM – Baru-baru ini kita tengah dihebohkan dengan isi pidato presiden RI ke-8 yakni yang menyatakan solusi dua negara dalam menyelesaikan dan menuntaskan permasalahan yang ada di Gaza. Bagaimana tidak, solusi dua negara yang ditawarkan oleh presiden sangatlah menyakiti hati kaum Muslim terlebih lagi kaum Muslim yang ada di Palestina.
Sebagaimana yang diberitakan bahwa presiden RI, Prabowo Subianto sudah tiga kali secara eksplisit membahas solusi dua negara terkait konflik atau permasalahan antara Israel dan Palestiana. Pak Prabowo menegaskan bahwa posisi diplomatik Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama dalam perdamaian menawarkan pengakuan terhadap Israel jika Palestina diakui secara berdaulat. (Tribunnews, 11-10-25)
Pada hari Senin tepatnya 22 September 2025 dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Perancis, Belgia, Luksemburg, Malta, dan Andorra mendeklarasikan pengakuan mereka terhadap Negara Palestina. Sehari sebelumnya, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal juga telah mengakui Palestina.
Keputusan ini menambah jumlah negara yang saat ini mengakui negara Palestina menjadi 156, mengutip lemonde.fr. (Tribunnews, 11-10-25)
Sebanyak 12 negara termasuk Inggris, Perancis, Jepang, Arab Saudi, dan Spanyol pada Jumat lalu tepatnya 26 September telah mengumumkan pembentukan Koalisi Darurat untuk Keberlanjutan Keuangan Otoritas Palestina. Langkah tersebut diambil setelah Israel menahan pendapatan pajak untuk Otoritas Palestina (OP), sehingga menimbulkan krisis keuangan yang telah dinilai mendesak dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Padahal kita seperti yang kita ketahui bersama, saat ini kondisi Gaza semakin memburuk akibat kekejaman Zionis yang didukung oleh Amerika Serikat. Fakta yang terlihat seolah-olah menggambarkan bahwa dunia interasional telah sepakat untuk mengambil posisi aman dan tidak ada satupun negara yang benar-benar berdiri bersama Gaza. Lebih mirisnya lagi negara-negara besar telah memilih untuk bersembunyi dibalik jargon perdamian semu yang tengah ditawarkan oleh Amerika Serikat yakni solusi dua negara.
Sejatinya solusi dua ngara yang ditawarkan oleh AS ini merupakan sebuah keputusasaan dalam melawan masyarakat yang ada di Palestina. Bagaimana tidak, para masyarakat yang ada di Palestina tidak pernah berhenti dan menyerah akan melawan serangan zionis meskipun mereka tahu bahwa dengan perlawanan yang mereka lakukan itu harus mengorbankan nyawa mereka.
Mirisnya solusi dua negara yang ditawarkan oleh AS ini tidak hanya mendapat dukungan dari para Barat akan tetapi juga mendapat dukungan dari negeri-negeri Muslim termasuk Indonesia yang merupakan negara terbesar mayoritas Muslim. Padahal solusi yang ditawarkan oleh AS pada dasarnya justru menjauhkan kaum Muslim dari cita-citanya yakni melakukan pembebasan terhadap Palestina melalui jihad.
Inilah bukti nyata bahwa kepemimpinan dalam sistem sekuler kapitalisme telah gagal dalam membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis. Ini sangat jauh berbeda dengan sistem Islam yang dengan jelas telah menawarkan solusi yang dapat menuntaskan permasalahan antara Israel dan Palestina yakni dengan solusi jihad fi sabilillah.
Jihad merupakan ajaran Islam yang dilakukan untuk memerangi para kaum kafir dalam mengakkan agama Allah. Ketika saudara kita diperangi, maka kita berkewajiban untuk menolong mereka. Ini sangatlah relate dengan kondisi masyarakat Palestina saat ini, karena Palestina hari ini telah dijajah oleh para Zionis dan kita sebagai kaum Muslim harusnya menolong masyarakat yang ada di Palestina dengan jihad.
Sejatinya hanya dengan memobilisasi tentara-tentara di negeri Islam akar permasalahan di Palestina dapat dituntaskan. Untuk mewujudkan hal itu, kaum Muslim perlu bersatu dalam satu komando untuk menuntaskan permasalahan yang ada di Palestina yang pastinya di bawah naungan khilafah.
Karena hanya seorang khalifah lah yang akan menyeru dan memimpin kaum Muslim di seluruh dunia untuk menyelamatkan dan menuntaskan permasalahan yang ada di Palestina. Maka tidak ada jalan lain untuk membantu kaum Muslim yang ada di Palestina kecuali hanya dengan jihad fi sabilillah dalam naungan khilafah. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






