Opini

Habis Janji Manis, Sepah Pembuktian Dibuang

Islam, menjamin rakyat dalam pemenuhan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan.


Oleh Rut Sri Wahyuningsih
(Institut Literasi dan Peradaban)

JURNALVIBES.COM – Viral di media sosial, seorang anak bernama Josh alias Rifky, 12 tahun, warga Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan yang memenangi hadiah umrah dalam acara jalan sehat namun panitia mengganti hadiah umrah tersebut dengan TV dan dispenser. Acara jalan sehat itu digelar hari Minggu, 13 Agustus 2023, Rifky dengan nomor peserta 01427 terpaksa menahan kecewa hingga menangis dan bisa jadi hari itu adalah hari terburuknya, sebab janji tinggal janji tak pernah terwujud (inews.id, 15/8/2023).

Saat pengundian hadiah, nomor Rifky terpilih sebagai pemenang hadiah umrah. Setelah pembawa acara membacakan nomor yang terpilih, Rifky bergegas naik ke panggung. Namun ketika Rifky naik ke panggung, panitia jalan sehat tiba-tiba membatalkan hadiah umrah dengan alasan pemenang masih berusia cilik dan belum punya hak pilih di pemilu 2004 nanti. Sangat mengejutkan, jadi jalan sehat ini kamuflase tim sukses sebuah partai dalam proses menarik perhatian rakyat?

Sang ibu, Indah Astriani, mengatakan dan melakukan protes kepada panitia sebab anaknya tidak berhenti menangis. Merasa haknya dirampas. Pihak penggagas jalan sehat, Yayasan Anak Rakyat membatalkan hadiah lantaran masih di bawah umur alias belum memiliki KTP ( Kartu Tanda Penduduk). Susuman Halim selaku penanggung jawab acara menegaskan seluruh pemenang hadiah umroh di jalan sehat pada enam kecamatan yang telah dilaksanakan dan satu kali tingkat kota dalam rangka memperingati 25 tahun reformasi sangat jelas dan tegas jika pemenang umroh harus mengantongi KTP. Hadiah tidak bisa diwakilkan, Ketua DPRD Rudianto Lallo sebagai penggagas acara juga mengatakan menyerahkan semua kepada panitia.

Ingkar Tabiat Alamiah Politisi Sekuler

Menjelang pemilu memang ada saja acara yang digagas untuk memberitahu rakyat terkait calon dan visi misi yang mereka bawa. Mulai dari jalan sehat, donor darah, pasar murah dan kegiatan sosial lainnya. Setiap partai dengan tim suksesnya jor-joran hingga menjelang minggu tenang, dari mulai ajakan berkegiatan hingga serangan fajar. Yang jelas, ada banyak dana untuk pengadaannya.

Ini memang tabiat alamiah sistem politik sekuler yaitu demokrasi. Biaya pencalonan terkenal sangat mahal, bukan dalam hitungan ribu tapi hingga triliun rupiah. Semakin tinggi posisi kekuasaan yang hendak diraih maka biaya mengikuti semakin tinggi. Muncullah para opportunitis yang melihat celah masuk ke dalam pusaran itu dan menyelamatkan kepentingannya.

Demikian pula dengan nama-nama calon yang terdaftar dalam pemilu, tiba-tiba menjadi dekat dengan masyarakat, simbol-simbol agama (Islam) mendadak menjadi gaya busana mereka, terpampang di baliho raksasa senyum manis, wajah sumringah dan seikat janji akan menyejahterakan rakyat, dengan syarat memilih namanya.

Namun bukan rahasia lagi jika sesuai pemilihan namanya tidak lolos, maka berbagai bantuan yang sudah terlanjur dibagikan mendadak ditarik kembali, apalagi janji. Seolah lisannya tak pernah mengucapkan dan seolah tak mau rugi dengan harta yang sudah dikeluarkan. Nasib rakyat dicampakkan, dari peristiwa yang menimpa Rifky malah lebih parah, baru berupa janji saja sudah ingkar. Bagaimana kelak jika menjadi kenyataan dan nama anggota DPR itu kembali terpilih?

Dalam sistem demokrasi, fungsi rakyat tak lebih sekadar penggembira. Itu pun di proses awal pemilihan. Begitu kekuasaan berjalan, kebijakan tak pernah berpihak pada rakyat. Sekalipun menangis darah, tidak lagi ada prioritas bagi rakyat. Sebab demokrasi hanya menggunakan hukum manusia. Bukan yang lain. Di sinilah letak kebatilan demokrasi, seringkali kita terjebak pada kata musyawarah mufakat, persatuan NKRI, menggunakan hak memilih jika tidak maka akan dikuasai orang jahat dan lain sebagainya.

Jelas semua adalah pendapat yang menyesatkan, coba lihat, apakah pemimpin kita yang terpilih dari hasil pemilu adalah orang jahat? Bukan, mereka orang baik, namun menggunakan hukum buatan manusia sehingga sarat dengan kepentingan lain, terutama kepentingan partai dan para pendukung modal ketika ia mencalonkan di awal.

Demokrasi sejatinya bukan sekadar cara memilih pemimpin, tapi lebih kepada cara menjadikan manusia berkuasa untuk kepentingan pribadi dan golongan (oligarki dan korporasi). Padahal Rasulullah saw. bersabda,”Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari). Imam atau pemimpin atau orang yang diberi kewenangan jabatan dan kedudukan wajib menjadikan jabatan dan kedudukannya itu untuk mengurusi rakyat, bukan mengingkari janji.

Islam Berikan Bukti Bukan Janji

Rifky hanyalah satu dari potret buruknya cara berkomunikasi pemimpin di negeri ini dengan rakyatnya. Semestinya ada batasan yang jelas syarat sebagai peserta sehingga tidak terjadi perselisihan. Namun, memang ini adalah dampak tidak sejahteranya rakyat, sehingga setiap even berhadiah menjadi magnet yang kuat.

Islam, sebagaimana hadis di atas menjamin rakyat dalam pemenuhan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Negara memudahkan urusan rakyat. Bukan menunggu saat pemilu saja, namun setiap saat. Memberikan kepastian, bukan janji, sebab setiap pemimpin sangat meyakini bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Wallahu a’lam bishawab.


Photo Source by bing.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button