Opini

Dunia Pendidikan Makin Buram dan Memprihatinkan

Sistem pendidikan dalam pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syaksiyah Islamiyah) di mana seorang pelajar harus memiliki keselarasan dalam berpikir dan bersikap


Oleh. Aurora Ridha
(Aktivis Muslimah Kalsel)

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa peringatan hari pendidikan dilaksanakan atau dirayakan setiap tahunnya yakni setiap tanggal 2 Mei. Namun tanpa kita sadari nyatanya pendidikan di negeri kita saat ini makin buram dan memprihatinkan. Bagaimana tidak, banyak sekali berita yang berseliweran di luar sana terkait betapa buram dan memprihatinkannya dunia pendidikan saat ini mulai dari pergaulan bebas, pembacokan, serta pembunuhan terhadap seorang pelajar.

Sebagaimana diberitakan oleh kumparan, pengeroyokan terhadap seorang pelajar dimana polisi menangkap dari dua lima pelaku pengeroyokan terhadap seorang pelajar yang bernama Ilham Dwi Saputra yang masih berumur 16 tahun di jalan Banyu Urip, Caturharjo, Pandak, Kabupaten Bantul. Dwi sempat dilarikan dan dirawat di rumah sakit lalu kemudian dinyatakan meninggal akibat luka yang dideritanya. (kumparan, 12/05/26)

Di wilayah lain tidak kalah miris dengan terungkapnya fakta penyiraman air keras terhadap pelajar SMA. Aparat kepolisian menjelaskan kronologi terkait penyiraman air keras terhadap dua pelajar anak SMA di Parungpanjang, Bogor, Jawa Barat. Kejadian penyiraman air keras terhadap dua pelajar tersebut terjadi saat kedua korban dalam perjalanan ke rumah seusai nongkrong pada malam hari. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Sejumlah bukti lokasi tengah dalam penyisiran. (detik, 12/05/26)

Belum lagi terkait kecurangan siswa dalam mengikuti UTBK-SNBT yang dilakukan peserta dihari pertama pelaksanaan, Selasa 21 April 2026. Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok menjelaskan masih banyak ditemukan adanya praktik perjokian tes untuk masuk perguruan tinggi tahun ini. (tempo, 12/05/26)

Sejatinya, peringatan hardiknas menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki kembali kondisi dunia pendidikan yang buruk saat ini. Kondisi pendidikan saat ini sangat jauh dari output yang diharapkan karena sistem pendidikan yang diemban merupakan sistem yang jauh dari agama yakni sistem sekuler kapitalis.

Buah dari sistem pendidikan yang sekuler menghasilkan pelajar yang krisis akan kepribadiannya, yaitu cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral. Karena dalam sistem pendidikan sekuler saat ini menyebabkan kaum Muslim jauh dari akidah Islam. Sehingga kaum Muslim hari ini melakukan sesuatu tidak lagi berdasarkan halal haram namun berdasarkan nafsu.

Sistem pendidikan sekuler kapitalis menghasilkan output orang-orang yang menginginkan kesusksesan secara instan tanpa mau berusaha terlebih dahulu. Akhirnya orang-orang hari ini menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan pundi-pundi rupiah. Karena tujuan setiap orang dalam sistem saat ini yakni melakukan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan semata tanpa memperhatikan standar halal haram dalam melakukan sesuatu.

Dalam syystem saat ini, sanksi yang diberlakukan bagi para pelaku terutama para pelaku pelajar dianggap masih di bawah umur sehingga menoleransi kriminalitas yang dilakukan oleh pelajar hari ini dan dianggap sebagai kenakalan remaja semata.

Pendidikan agama yang sangat minim dalam semakin memperlebar ruang kebebasan yang membuat moral dan kepribadian para pelajar hari ini menjadi terkikis sehingga mudah dalam melakukan tindakan kejahatan dan kemaksiatan seperti pergaulan bebas dan pembunuhan.

Sistem pendidikan sekuler kapitalis hari ini sangat jauh berbeda dalam sistem pendidikan Islam. Dalam Islam, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dan wajib dijamin pemenuhannya oleh negara bahkan gratis sehingga siapapun bisa menjangkau pendidikan. Asas akidah dalam sistem pendidikan Islam menghasilkan output pribadi yang cerdas dan bertakwa sehingga tidak akan melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun demi meraih kesuksesan.

Sistem pendidikan dalam pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syaksiyah Islamiyah) di mana seorang pelajar harus memiliki keselarasan dalam berpikir dan bersikap. Output dari sistem pendidikan Islam akan menghasilkan pribadi yang berakidah sehingga dalam melalukan sesuatu berdasarkan halal haram bukan karena nafsu.

Dalam Islam menerapkan sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan termasuk pada para pelajar. Dimana sanksi dalam Islam bersifat zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa). Dengan demikian pelaku kriminal dalam Islam akan jera dan membuat orang lainpun jera untuk melakukan kejahatan yang sama.

Sinergi pendidikan antara keluarga, lingkungan dan sistem pendidikan Islam yang ditetapkan oleh negara berpijak pada akidah dan syariat Islam, dengan demikian terbangun suasana hidup yang akan penuh dengan ketakwaan dan mendorong setiap orang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Namun semua ini hanya akan kita temui dan dapatkan dalam sistem Islam yang menerapkan aturan hukum syariat Islam secara sempurna dalam bingkai khilafah.

Wallahu a’lam bish-shawab


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button