Opini

Negeri Kaya Minim Alutsista

Oleh Nada

Dilansir dari kemhan.go.id (26/04/2021)  pangglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan berdasarkan bukti-bukti ontentik dapat dinyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awak kapalnya gugur.

Pengamat militer, Susaningtyas Kertopati, menyatakan bahwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 merupakan kecelakaan kapal selam pertama di Indonesia. TNI resmi menyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam setelah sebelumnya hilang kontak. Kapal selam TNI AL itu tenggelam di kedalaman 850 meter di perairan Bali Utara. Ujar nining saat dihubungi (Minggu, 25/04/2021)

Lemahnya Alustista Negeri

Kejadian tenggelamnya KRI Nanggala ini harusnya menjadi cubitan kepada pemerintah, agar dapat memberikan perhatian terhadap industri maritim yang masih di anaktirikan dibawah otomotif.

Optimalisasi yang digaungkan tidak cukup hanya sampai pada tahap evaluasi semata. Atau sekedar peremajaan alustista yang ada. Namun lebih dari pada itu, semua penyedian alustista yang baru dengan standarisasi terbaik guna meminimalisir terjadinya insiden yang berakibat fatal.

Dalih dilema pemimpin negara terhadap prioritas anggaran tidak mudah diterima. Sebab pembangunan dan kesejahteraan juga sangat jauh dari pandangan kita. Kesalahan ini berdampak korban jiwa para prajurit terlatih, diremehkan musuh dan menjadikan negeri ini ajang rebutan kepentingan negara besar.

Padahal  sumber daya alam negeri ini yang melimpah sangat memungkinkan untuk  mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian alustista.

Indonesia menyimpan 101 pesona baik dari alam, budaya dan manusianya. Memiliki keanekaragaman hayati yang berada pada posisi ketiga setelah Brazil dan Kolombia. Dalam pemeringkatan negara-negara dengan tingkat keanekaragaman hayati dunia.

Berdasarkan data dari Indonesia Mining Association, Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai negara yang kaya akan sumber daya tambang yang meliputi minyak, gas alam, emas, timah, tembaga, dan nikel. Dengan kekayaan bahan Tambangnya, Indonesia masuk 10 besar sebagai produsen barang mentah di dunia.

Indonesia juga salah satu produsen beberapa komoditas pertanian terbesar dunia. Kakao, kopi, dan rempah-rempah adalah tiga komoditas terbaik di dunia. Berdasarkan data BPS 2016 lalu Indonesia menempati posisi ketiga dunia sebagai penghasil kakao terbanyak.

Ditambah lagi dengan potensi letak Indonesia yang strategis, negara kepulauan dengan segala potensi didalamnya.

Namun sayang negeri yang kaya akan sumberdaya alam laut ini justru tidak menjadikannya sebagai begara maritim yang kuat. Tahan terhadap hempasan gelombang tapi justru karam dalam lautan.

Islam Solusi Sistem Perrtahanan Negeri

Dalam islam pertahanan negara menjadi prioritas utama penguasa (Khalifah) sehingga aktivitas, personil, dan persenjataan mendapatkan perhatian khusus. Pos utama kebijakan anggaran negara ada pada  pertahanan dan penaklukan melalui melaui aktivitas dakwah dan jihad. Sehingga tercipta pertahanan yang kuat.

Mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam Islam  tidak ditetapkan setiap tahun ( APBN tahunan). Juga tidak di serahkan kepada majelis umat, sehingga tidak terjadi keterbatasan anggaran untuk kondisi tertentu seperti yang terjadi hari ini.

Tidak akan ada kepentingan pribadi atau kelompok didalam penetapan anggaran negara. Negara dengan memiliki dana di baitul mereka, yang diperoleh negara sesuai dengan ketentuan hukum-hukum syari’at yang dinyatakan atasnya  dan dibelanjakan sesuai hukum Syara’.  Sehingga alokasi yang besar untuk pertahanan negara barada pada pos utama pembelanjaan negara.
 
Berbeda dengan sistem demokrasi dalam bab dan rinciannya, serta jumlah besaran APBN merupakan undang-undang dan ditetapkan  undang-undang untuk satu tahun. Dibuat oleh parlemen dan disodorkan kepada majelis parlemen. Sehingga berpotensi mengorbankan kepentingan khalayak ramai. Kenyataannya ini menunjukan abainya negara terhadap pertahanan yang akan berdampak fatal untuk kelangsungan hidup rakyatnya.

Butuhnya kita akan pertahankan yang kuat hari ini hanya akan terwujud dalam naungan Islam dengan seperangkat aturannya. Sistem yang jauh dari  kepentingan pribadi dan sekelompok manusia saja. Tetapi mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat.
Wallahu a’lam

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button