Ketika Selebgram Jadi Cita-Cita Baru Generasi Muda

Generasi muda haruslah mempunyai cita-cita yang tinggi sebagai generasi yang dirindukan surga. Generasi selalu menjadikan surga sebagai tujuan hidupnya dan Islam sebagai standar kehidupannya.
Oleh Dewi Rhevina
(Pelajar, Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok)
JURNALVIBES.COM – Hai Sobat, apakah mempunyai cita-cita menjadi selebgram? Ternyata, bercita-cita menjadi selebgram adalah profesi yang paling diinginkan tahun ini. Menurut Ajeng Raviando, seorang psikolog, mengatakan, “Kalau kita tanya anak sekarang, banyak anak yang cita-citanya ingin jadi selebgram. Mereka menganggap menjadi selebgram cepat terkenal dan uangnya banyak.”
Jadi, alasan mereka pada ingin jadi selebgram adalah pengen kaya secara instan seperti yang terjadi pada selebgram lainnya di kalangan generasi milenial dan generasi Z. Selebgram menjadi cita-cita yang akan membuat mereka sukses dalam waktu singkat. Dari hal ini, bisa dikatakan bahwa anak muda saat ini hanya berpikir tentang kekayaan dan sukses sebagai standar kebahagian. Jika kaya maka bahagia dan jika miskin maka enggak bahagia. Mereka memandang kunci bahagia itu ada pada berlimpahnya materi.
Apakah makna bahagia itu mendapatkan semua materi diinginkan? Jelas ini makna bahagia yang salah, karena makna bahagia mendapat materi berlimpah makna bahagia menurut sistem kapitalisme. Dalam sistem kapitalisme, keuntungan materi adalah tujuan utama menjalani kehidupan. Sehingga, banyak generasi muda yang fokus mengejar materi seperti followers, like, dan komen di Instagram. Semakin banyak followers, maka akan semakin banyak endorse yang menghasilkan pundi-pundi uang.
Enggak ada yang lebih penting selain kaya secara cepat, apalagi asas sekularisme pada sistem kapitalisme ini yang memisahkan Islam dari kehidupan. Akibatnya, mereka berpikir bagaimana caranya bisa kaya mendadak. Cara yang dipilih adalah menghalalkan segala cara, tanpa peduli halal atau haram. Astagfirullah.
Miris banget, generasi muda saat ini punya cita-cita yang rendah. Seharusnya, mereka punya cita-cita jadi manusia yang berguna dan bermanfaat untuk agama, tetapi malah jadi selebgram. Sebenarnya, makin banyak anak muda yang pengen jadi selebgram ini juga karena masyarakat di dunia nyata atau netizen juga mengagumi sosok selebgram. Sosok selebgram yang hidup berlimpah materi, koleksi barang mewah dan liburan keliling dunia. Akhirnya, banyak yang terpengaruh untuk bercita-cita jadi selebgram karena kenikmatan itu semua.
Selain itu, negara kita juga enggak ada upaya untuk membentuk generasi muda menjadi generasi yang kuat keimanannya. Hal ini disebabkan negara menerapkan sistem kapitalisme sekularisme, justru membiarkan fenomena ini terjadi. Bahkan negara juga enggak peduli terhadap generasi mudanya, mau berkualitas atau generasi rusak.
Sebaliknya, dalam sistem Islam, kualitas generasi muda sangat diperhatikan. Negara turun tangan dalam membentuk generasi muda bertakwa yang mempunyai cita-cita mulia. Generasi muda diarahkan mempunyai cita-citanya yang berguna untuk agama. Sebagai contoh yang paling terkenal adalah Muhammad al-Fatih. Sejak kecil Muhammad al-Fatih punya cita-cita ingin mewujudkan hadis Rasulullah Saw. “Sesungguhnya akan dibuka Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin pada saat itu dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu” (HR Imam Ahmad dan Bukhari).
Muhammad al-Fatih kecil sangat ingin menjadi pemimpin terbaik dan menaklukkan Konstantinopel. Maka, sejak kecil ia memantaskan dirinya mengikuti pembinaan Islam, beribadah tanpa putus dan tak kenal lelah bahkan ibadah sunnah pun ia kerjakan. Inilah sosok pemuda hebat yang dirindukan surga. Apakah Sobat ingin seperti Muhammad al- Fatih atau jadi selebgram saja?
Oleh karena itu, generasi muda haruslah mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu generasi dirindukan surga. Generasi selalu menjadikan surga sebagai tujuan hidupnya dan Islam sebagai standar kehidupannya, bukan materi. Kebahagianya adalah ketika mampu melaksanakan syariat Islam bukan memperoleh banyak uang dengan cara instan. Akhirnya, generasi seperti ini akan menjadi pemimpin dunia yang mampu mengubah dunia, bukan generasi serba instan yang hanya berpikir untuk diri sendiri bukan kebermanfaatan dirinya untuk agama, lingkungan dan bangsa. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






