Opini

Nakes Menjadi Korban, di Manakah Perlindungan?

Pemeliharaan kehidupan oleh Islam telah mewujudkan kesejahteraan. Hal itu dibuktikan selama belasan abad telah tercatat dalam sejarah terkait kekuasaan Islam yang kuat dan adil.


Oleh Wida Nusaibah
(Penulis dan Pemerhati Masalah Sosial)

JURNALVIBES.COM – Dalam kondisi perang atau konflik apa pun, sudah dipahami bahwa ada beberapa kalangan yang tidak boleh diserang. Mereka adalah wartawan, warga sipil, dan tenaga kesehatan (Nakes). Namun, tidak demikian dengan apa yang terjadi di Papua baru-baru ini.
Diberitakan bahwa Nakes Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menjadi korban penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Jumat, 17 September 2021. (Beritasatu.com, 19/9)

Jika petugas kemanusiaan seperti nakes saja menjadi korban kebiadaban kelompok bersenjata, lalu, di manakah perlindungan bagi rakyat?

Rakyat Butuh Jaminan Keamanan dan Perlindungan

Insiden di atas jelas menodai nilai kemanusiaan. Bagaimana tidak? Nakes yang bertugas di Papua datang demi menjalankan misi kemanusiaan, justru menjadi korban secara tidak manusiawi.

Politikus PKS, Netty Prasetiyani Aher juga menyatakan bahwa aksi KKB itu merupakan bentuk penghinaan terhadap kemanusiaan. Anggota Komisi IX DPR tersebut meminta pemerintah mengusut tuntas kasus penyerangan itu.

Selain itu, serangan terhadap nakes seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah untuk bertindak tegas dan lebih serius dalam memberantas kelompok separatis yang merongrong keamanan negeri ini. Pemerintah harus membuat kebijakan mandiri yang lepas dari intervensi internasional agar mampu memberikan jaminan keamanan dan perlindungan bagi seluruh rakyat.

Serangan tersebut merupakan isyarat bahwa KKB adalah teroris yang sesungguhnya. Sebab, kelompok ini benar-benar mengancam keselamatan rakyat. Mengganggu aktivitas-aktivitas vital masyarakat, merusak persatuan, dan mengancam kedaulatan.

Islam Memberikan Jaminan Keamanan dan Perlindungan Bagi Seluruh Rakyat

Dalam Islam, negara wajib memprioritaskan untuk memberikan jaminan keamanan dan perlindungan bagi seluruh rakyat. Sebab, nyawa rakyat sangatlah berharga dan wajib dilindungi.

Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Hak dasar warga negara dijamin dalam Islam. Tidak peduli apakah mereka Muslim atau bukan. Nyawa, kehormatan, akal, harta, dan agama mendapatkan perlindungan yang sama tak boleh ada yang membedakan. Itu semua memang hanya mungkin diwujudkan dengan penerapan aturan-aturan Islam yang memiliki tatanan untuk memelihara kehidupan.

Allah Swt. berfirman yang artinya, ” …. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia …..” (TQS. Al-Ma’idah [5]: 32)

Pemeliharaan kehidupan oleh Islam telah mewujudkan kesejahteraan. Hal itu dibuktikan selama belasan abad telah tercatat dalam sejarah terkait kekuasaan Islam yang kuat dan adil. Hampir 2/3 dunia dipersatukan dengan beragam suku, adat, budaya, ras, dan agama. Mereka hidup sejahtera dalam naungan kepemimpinan Islam.

Juga ditulis dengan tinta emas dalam sejarah kegemilangan di masa Khalifah Almu’tashim Billah. Saat itu ada seorang muslimah yang disingkap bajunya hingga tampak auratnya. Kemudian perempuan tersebut mengadu kepada Almu’tashim. Sang khalifah pun mengirimkan bala tentara untuk menangkap pengganggu tersebut.

Kisah tersebut baru satu muslimah yang diganggu kehormatannya. Lalu, bagaimana jika yang diganggu tersebut bahkan disakiti fisiknya dan dibunuh? Tentu harus ada tindakan lebih dari sekadar penangkapan oknum. Melainkan juga harus dicabut akar masalah yang menyebabkannya.

Jika saat ini penyerangan terjadi pada Nakes oleh KKB di Papua, maka tak ada pilihan lain bagi penguasa untuk tegas memberantas kelompok separatis tersebut.

Teladan dari Almu’tashim hendaklah diterapkan pula oleh pemimpin negeri-negeri Muslim dalam menjaga kehidupan rakyatnya. Sebab, harga diri bangsa ini sedang dipertaruhkan. Lebih dari itu, menerapkan Islam hukumnya wajib agar kehidupan negeri ini penuh berkah.

Allah Swt. berfirman yang artinya, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS. Al-A’raf [7]:96). Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button