Opini

Mengapa Pembebasan Palestina Tak Kunjung Terwujud?

Teladan kita satu-satunya Baginda Rasulullah Muhammad saw. menunjukkan ketegasannya terhadap negara kafir yang memusuhi Islam. Ketika beliau memimpin Madinah dan menjalankan syariah Islam, Yahudi dan Nasrani menyepakati perjanjian yang dikenal dengan piagam Madinah. Ketika yahudi berkhianat Rasulullah dengan tegas menghukum mereka dan bahkan mengusir mereka dari Madinah.


Oleh Adibah
(Aktivis Muslimah Banjarbaru)

JURNALVIBES.COM – Palestina terus dijajah, zionis Israel menempuh berbagai cara untuk menguasai seluruh wilayah Palestina. Akankah kita terus bungkam? Allah Swt. telah menuntun kita bersikap menghadapi zionis Israel. Ketegasan itu juga ditunjukkan oleh Rasulullah saw., karena itu kaum Muslim harus mengikuti langkah tersebut dengan jihad dan khilafah.

Faktanya, meskipun gencatan senjata, nyatanya zionis Israel terus berulah dan melanggar kesepakatan. Hal ini terbukti eskalasi ketegangan di Tepi Barat semakin mengkhawatirkan dengan terjadinya serangan pemukim ilegal Israel terhadap peternak Palestina yang berujung pada pencurian 150 ekor domba. (cnnIndonesia, 26-12-25).

Hal itu terjadi karena langkah provokatif pemerintah Israel yang menyetujui pembangunan 19 permukiman baru. Langkah-langkah sepihak ini mendapat kecaman keras dari pemerintah Chile karena dianggap melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, tidak hanya memperburuk krisis kemanusiaan dan ekonomi warga lokal tetapi juga secara sistematis merusak legitimasi tatanan hukum internasional (Antara, 27-12-2025).

Kita semua paham, bahwa tanah Palestina telah dirampas oleh zionis Israel dengan berbagai cara. Buktinya zionis Israel melanggar resolusi dewan keamanan PBB dengan menyetujui pembangunan permukiman baru di Tepi Barat. Belum lagi pemukim tersebut meneror penduduk setempat dengan mencuri domba peternak Palestina. Zionis juga mengabaikan Keputusan Mahkamah Internasional yang menyatakan bahwa pendudukan tersebut illegal. Ditambah zionis terus saja melakukan serangan lebih dari 600 insiden yang merusak bangunan dan lahan pertanian serta kekerasan fisik. Akhirnya dengan tindakan zionis tersebut, wilayah Palestina menjadi kantong-kantong kecil dan terisolasi.

Israel terus menunjukkan arogansinya karena didukung oleh negara besar Amerika Serikat. Organisasi American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) berpengaruh besar dalam dukungan militer dan diplomatik AS. Selain itu Zionis juga mendominasi kekuatan ekonomi dengan menguasai 40 % investasi keamanan siber dunia dan Perusahaan raksasa seperti Intel, Microsoft, Google, dan Apple membangun pusat riset utama mereka di Israel.

Ketergantungan dunia pada inovasi semikonduktor dan AI dari Israel membuat boikot ekonomi berskala besar terhadap negara ini menjadi sangat sulit dilakukan tanpa mengganggu stabilitas teknologi global.

Bagi umat Islam kebencian dan dendam zionis Israel kepada umat Islam begitu nyata dan terus berjalan. Terbukti pelanggaran mereka terhadap masjid Al Aqsa. Saat ini Muslim yang ingin beribadah ke Masjid Al Aqsa harus mendapatkan izin dari zionis Israel. Narasi kebencian pun, dilontarkan tokoh-tokoh zionis seperti yang disampaikan Yoaf Gallant , mantan Menhan Israel pada Oktober 2023 yang menyatakan bahwa mereka memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza. Tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar.

Fakta yang paling menyedihkan, dunia tak dapat berbuat banyak untuk menghentikan penjajahan dan genosida ini. Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat AS telah memveto sedikitnya enam resolusi yang menuntut gencatan senjata segera dan permanen. Hal ini membuktikan bahwa struktur politik PBB yang tidak demokratis memungkinkan satu negara besar untuk melindungi Israel dari tindakan kolektif dunia, meskipun mayoritas mutlak negara anggota di Majelis Umum menuntut penghentian agresi.

Mahkamah Internasional pun tak digubris, meskipun Juli 2024 dan 2025 menyatakan bahwa pendudukan Israel illegal dan harus menghentikan genosida, namun zionis Israel terus saja melakukan operasi militernya. Para pegiat HAM pun lumpuh, standar ganda tampak sangat jelas, beda pembelaan terhadap Ukraina dengan sanksi ekonomi instan dan massif terhadap Rusia dan Gaza Palestina, tidak ada sanksi signifikan untuk zionis Israel.

Itulah beberapa hal yang mengakibatkan pembebasan Palestina tak kunjung terwujud. Kejahatan Israel telah dikabarkan Allah Swt. dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam surat Al-Isra ayat 4 yang artinya: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar,”.

Karena itu umat Islam dalam menghadapi zionis Israel ini juga harus mengikuti tuntunan Allah Swt., yaitu kaum Muslimin dilarang untuk memberikan loyalitas penuh ( wala’) kepada Yahudi dan Nasrani, sesuai firman Allah dalam surat Al-Ma’idah ayat 51 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Jadi kaum Muslim apabila ingin menjalankan perintah Allah Swt. di atas, harus bersatu dan tidak tunduk kepada perintah mereka, seperti saat ini pada negeri-negeri Muslim baik Arab maupun non-Arab, semua diam dan bahkan tunduk pada Israel dan AS.

Teladan kita satu-satunya Baginda Rasulullah Muhammad saw. menunjukkan ketegasannya terhadap negara kafir yang memusuhi Islam. Ketika beliau memimpin Madinah dan menjalankan syariah Islam, Yahudi dan Nasrani menyepakati perjanjian yang dikenal dengan piagam Madinah. Ketika yahudi berkhianat Rasulullah dengan tegas menghukum mereka dan bahkan mengusir mereka dari Madinah.

Mengikuti apa yang Allah Swt. dan Rasulullah saw. di atas, maka kaum Muslim hanya punya satu cara untuk membungkam Israel, yaitu dengan persatuan kaum Muslim dalam sebuah institusi yang dengan keberadaannya kaum Muslim terus memimpin dunia selama 13 abad. Khilafah Islam dimulai sejak sayyidina Abu Bakar menggantikan Rasulullah saw. sampai berakhir pada tahun 1924 di Turki.

Khilafah lah satu-satunya institusi yang membuat kaum Muslim dapat menjalankan apa yang Allah Swt
perintahkan dan Rasulullah saw. jalankan. Khilafah akan memimpin jihad fi sabilillah untuk membebaskan Palestina dan juga negeri-negeri Muslim lainnya yang terus dijajah oleh musuh-musuh Islam. Wallahu a’lam bish-shawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button