Bagi-Bagi Bansos Jelang Pemilu, Apa Urgensinya?

Islam adalah agama yang sempurna. Syariat yang dibawa Rasulullah saw. mudah diterima dan menentramkan hati orang beriman. Rasulullah saw. dan para sahabat selalu mencontohkan kasih sayang antar sesama. Konsep bantuan sosial yang dilakukan oleh Baginda saw. adalah dengan menyalurkan bantuan baik berupa uang, barang dan jasa baik untuk keluarga miskin dan rentan miskin. Islam tidak memandang suku, ras, dan agama apapun.
Oleh Farah Friyanti
(Aktivis Muslimah)
JURNALVIBES.COM – Pemilu 2024 tentu menyita perhatian dan tenaga. Berbagai cara dilakukan para kontestan pemilu untuk mendulang suara rakyat. Pertarungan politik di musim pemilu sudah menjadi hal biasa. Kawan bisa jadi lawan, maupun sebaliknya. Fasilitas negara juga bisa dimanfaatkan sebagai alat kampanye. Selama ada jalan mendulang suara, koalisi jadi senjata memenangkan pertarungan politik.
Program bantuan sosial (BLT) dan bantuan beras yang dilakukan pemerintah terlihat berlebihan apalagi menuju akhir masa kampanye. Tidak diragukan lagi Presiden Jokowi mengambil kesempatan ini mengatasnamakan BLT mitigasi risiko pangan sebagai cara membujuk rakyat yang minim pengetahuan agar konsisten memilih anak presiden yang ikut pemilu.
Melansir dari bbnewsIndonesia, (30/01/24), menteri keuangan Sri mulyani menyampaikan pemerintah akan menyalurkan Rp.7,52 triliun untuk bantuan langsung tunai bagi 18,8 juta keluarga dan akan diterima dari November-Desember sebesar Rp. 400.000 per bulan. Selain itu karena dampak El-Nino yang berlarut-larut pemerintah juga akan menyalurkan beras 10 kg bagi 21,3 juta keluarga dari bulan Maret-Desember dengan tambahan anggaran 2,7 triliun selama dua tahap.
Bansos adalah hak rakyat, namun perlu diingat bansos tidak boleh dipolitisasi. Terkesan janggal karena bagi-bagi bansos jelang pemilu rawan politisasi. Penyaluran bansos tidak boleh dilakukan oleh pejabat negara atau politisi yang memiliki kepentingan. Masyarakat menilai bahwa berbagai bansos ini didesain untuk mendongkrak elektabilitas capres dan cawapres nomor urut tertentu. Apalagi presiden Jokowi terlihat turun langsung menyalurkan bansos tersebut.
Pemerintah sebenarnya harus membenahi birokrasi agar fasilitas negara tidak dijadikan alat kampanye oleh pihak tertentu. Bansos memang penting bagi rakyat. Penyaluran bansos sebaiknya dikelola oleh otoritas akar rumput misalnya ketua Rukun Tetangga (RT) dan ketua Rukun Warga (RW) serta perlu dipastikan juga agar pihak penanggung jawab ini bebas dari afiliasi politik.
Presiden harus menunjukkan sikap sebagai pemimpin yang adil dan tidak memihak. Apalagi kompetisi ini terus dipantau oleh rakyat yang bisa menilai secara kritis. Bagi masyarakat yang kritis tentu bisa membaca kondisi ini namun bagaimana jika masyarakat yang tidak sadar bahwa mereka sedang dipolitisasi. Untuk itu pemberitaan dari media harus kian masif sebagai langkah edukasi agar rakyat tidak terpengaruh dengan politisasi bansos bagi kepentingan pilpres.
Islam adalah agama yang sempurna. Syariat yang dibawa Rasulullah saw. mudah diterima dan menentramkan hati orang beriman. Rasulullah saw. dan para sahabat selalu mencontohkan kasih sayang antar sesama. Konsep bantuan sosial yang dilakukan oleh Baginda saw. adalah dengan menyalurkan bantuan baik berupa uang, barang dan jasa baik untuk keluarga miskin dan rentan miskin. Islam tidak memandang suku, ras dan agama apapun.
Allah Swt berfirman: “Dan tolong menolong lah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksanya”. (TQS Al-Maidah : 2)
Allah Swt. memerintahkan agar umat manusia saling tolong-menolong untuk menunjukkan sikap peduli dan bermanfaat yaitu meringankan beban orang lain.
Rasulullah saw. juga menegaskan bahwa “seorang Muslim yang membantu meringankan beban orang lain berarti dia telah berbuat kebaikan dan akan menerima pertolongan dari Allah Swt. serta akan menyelamatkannya dari berbagai kesusahan dalam urusan dunia dan akhirat”.
Inilah cara pandang yang harus dilakukan kaum Muslim. Agar perbuatannya bernilai di mata Allah. Sistem Pemerintahan Islam memfokuskan kesejahteraan yang adil dan merata bagi masyarakat. Jaminan sosial diberikan pada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sebagaimana dicontohkan dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat melalui baitul maal untuk masyarakat fakir dan miskin. Di antaranya melunasi orang yang terlilit hutang, memberikan lapangan kerja bagi yang mampu dan bantuan keuangan bagi yang sakit, cacat dan lansia. Inilah konsep jaminan sosial jangka panjang yang efektif.
Sungguh mengecewakan jika Islam tidak diterapkan. Keinginan akan melanggengkan kekuasaan membuat penguasa menafikan ajaran yang hak. Bansos yang semestinya jadi hak rakyat justru ditunggangi kepentingan politik. Ini berbeda dalam pemerintahan Islam yang memberi tanpa pamrih. Semua ini hanya bisa terwujud dengan tegaknya pemerintahan yang menerapkan sistem Islam secara kafah. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






