Sistem Kapitalisme Rusak Fatal, Biang Maraknya Geng Motor Brutal

Negara juga harus memberikan perhatian serius terhadap generasi hari ini yang merupakan ikon penerus masa depan, lewat pendidikan yang berasas akidah Islam, dan sistem kenegaraan yang mengadopsi sistem Islam secara keseluruhan.
Oleh Oki Ummu Kinan
(Pegiat Literasi Siak Sri Indrapura, Riau)
JURNALVIBES.COM – Sistem Islam lepas dari kehidupan manusia pada 3 Maret 1924 M, sejak itu pula tegak pemberlakuan sistem japitalisme di seluruh pelosok dunia. Sistem ini rusak dan merusak, contoh yang terdekat ada di Indonesia, terutama Pekanbaru, Riau. Geng motor brutal sebagai buah dari sistem yang jelas rusak fatal.
Dilansir dari kompas (13/2/2023), Sekelompok pemuda di Pekanbaru melancarkan aksi brutalnya di jalan raya, dengan mengendarai motor, 12 orang pemuda ini melakukan aksi pidana pencurian, kekerasan serta pembegalan, dengan membawa senjata tajam seperti celurit dan double stick. Tak segan-segan mereka berani melukai korbannya. Sayangnya lagi, dari 12 pelaku, 10 diantaranya masih pelajar sekolah SMA/SMK. Anggota geng motor ini dari Payung Sekaki dan Rumbai.
Menurut pengamat Hukum dan Kriminal sekaligus Akademisi Universitas Riau Erdiansyah, menilai aksi geng motor yang didominasi anak di bawah umur, termasuk di Kota Pekanbaru, dilatarbelakangi keinginan untuk diakui sebagai wujud eksistensi diri.
Kenakalan yang mereka lakukan, melalui aksi geng motor tak lepas karena faktor usia. Menurutnya, usia muda adalah waktu untuk menunjukkan jati diri dan memperlihatkan kehebatan mereka. Melalui perbuatan tersebut, mereka ingin tampak lebih tahu dan lebih diakui dalam pergaulan.
Kejadian aksi geng motor yang dilakukan oleh anak muda akhir-akhir ini bukan yang pertama. Kasus serupa pada tahun-tahun sebelumnya juga kerap terjadi. Semangat jiwa muda yang bergelora membuat para pemuda yang tak terarah sering menyalahi aturan yang ada. Kesenangan yang berakibat menyakiti orang lain tak dipikir lagi, apalagi sampai berpikir dampak akhir dari perbuatan ini, meski harus berujung jeruji.
Apa yang menyebabkan anak muda jadi kehilangan arah, sistem rusak hari ini membuat mereka tak ada tempat untuk mengeksplor diri. Berbuat semaunya asal dapat pengakuan diri. Kebebasan melakukan sesuatu dianggap sebagai dunianya mereka. Mencari kebahagiaan sampai tak ada batasnya, meski harus berlawanan arah dengan tatanan sosial bermasyarakat.
Abainya pihak-pihak yang ada di sekitar mereka juga menjadi penyebab tidak selesainya masalah geng motor hari ini. Orang tua, masyarakat dan juga negara berkewajiban mendidik, melindungi dan menjaga, namun tidak tampak nyata peran mereka semua. Pasalnya mereka sibuk dengan urusan masing-masing tanpa peduli urusan orang lain.
Islam Solusi Masalah Generasi
Perlu perhatian khusus terkait problematika pemuda hari ini, dan semua pihak harus terlibat. Orang tua, masyarakat bahkan negara juga wajib berperan aktif dengan menjadikan Islam solusi preventif dan kuratif bagi generasi.
Mengulang kembali pada sejarah para generasi Islam terdahulu. Peradaban Islam telah berhasil menorehkan jejak generasi muda yang luar biasa, tidak hanya unggul dari ilmu dunia tetapi ilmu langit pun menjadi hal utama untuk dikuasai. Generasi yang saleh dan salehah.
Pertama, Muhammad Al Fatih, banyak keahlian di dalam berbagai ilmu dunia, menguasai banyak bahasa, pemimpin negara Islam meski masih berusia muda. Mehmed II, juga dikenal secara luas sebagai Muhammad al-Fatih atau Mehmed Sang Penakluk adalah penguasa Utsmaniy ketujuh yang berkuasa pada 1444 – 1446 dan 1451 – 1481.
Kedua, Ibnu Batutah pengembara ilmu, yang berhasil membuat karya Rihlah di usia muda. Muhammad bin Batutah yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah adalah seorang alim Maroko yang pernah berkelana ke berbagai pelosok dunia pada Abad Pertengahan.
Ketiga, Fatimah Al Fihri wanita muda hebat yang menjadi duta pada masanya. Fatimah binti Muhammad al-Fihriya al-Qurashiyah adalah pendiri Masjid Al-Qarawiyyin pada tahun 859 M, yang kemudian berkembang menjadi Universitas Al-Qarawiyyin pada tahun 1963 di Fez, Maroko. Dia juga dikenal sebagai “Umm al-Banayn”.
Masih banyak lagi generasi muda sang inspiratif, patut dijadikan penyemangat dan motivasi bagi pemuda hari ini. Pokok yang menjadi tonggak pemuda terdahulu tentunya keimanan yang kuat, bukan seperti hari ini yang terbius pada kebebasan liberalis dan sekularis.
Kini orang tua, masyarakat bahkan negara harus turut menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Pertama, sebagai orang tua, wajib memberikan pendidikan agama tidak hanya ilmu tapi ilmu yang mampu diaplikasikan sebagai amal saleh dalam kehidupan baik ucapan dan perbuatan. Dengan pemahaman agama yang benar, maka menghindari remaja dari hal yang menjurus pada kejahatan dan perbuatan dosa.
Kedua, sebagai masyarakat pun punya andil untuk peduli terhadap generasi hari ini, jangan pernah sungkan atau bahkan tak peduli terhadap kemaksiatan yang dilakukan para pemuda di lingkungan sekitar, menegur dalam kebaikan bukti peduli dan rasa sayang terhadap mereka.
Ketiga, begitu juga negara, masalah geng motor yang berujung pada tindakan kriminal harus segera dituntaskan. Agar kejadian serupa tak berulang dan harus ada sanksi yang tegas kepada para pelaku pencurian maupun pembegalan hingga berefek jera. Negara juga harus memberikan perhatian serius terhadap generasi hari ini yang merupakan ikon penerus masa depan, lewat pendidikan yang berasas akidah Islam, dan sistem kenegaraan yang mengadopsi sistem Islam secara keseluruhan. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






