Mental Generasi Terkikis, Buah Sistem Sekuleris

Sejatinya mental generasi akan terselamatkan hanya dengan sistem pendidikan yang berasaskan Islam. Dalam penerapannya yang diutamakan ialah akidah Islam. Ini merupakan hal paling utama yang diajarkan pada anak didik, inilah yang akan membentuk karakter anak agar berkepribadian islami yang berakhlak mulia.
Oleh Uty Maryanti
JURNALVIBES.COM – Salah satu indikator peradaban gemilang bisa kita lihat pada prestasi kaum muda pada negeri tersebut. Spirit dan energi kaum muda tentulah jauh lebih besar dibanding dengan yang lebih matang usianya, namun pada kenyataannya kasus remaja malah makin menjadi, mulai dari kasus bully membuli (perundungan), tawuran, kekerasan seksual pada anak bahkan sampai kasus bunuh diri.
Dilansir dari (rri.co, 11/11/2023) Pemerintah mencatat, setidaknya ada 20 kasus bunuh diri pada anak-anak sejak Januari 2023. Hal ini disampaikan oleh Nahar Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), dimana para korban bunuh diri merupakan anak-anak dibawah 18 tahun, menurutnya kebanyakan kasus ini timbul disebabkan oleh depresi. Dampak psikologis yang sering dialami anak-anak akibat kekerasan maupun perundungan yang terjadi di lingkungannya.
Kasus serupa pun terjadi di Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, bocah SD nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya, Rabu (22/11) aksi tersebut dipicu lantaran dilarang bermain HP oleh sang ibu, yang awalnya anak ini terus bermain HP, oleh ibunya ditegur agar berhenti main HP untuk makan siang, kemudian HP tersebut dimintanya. (detik, 23/11/23).
Sungguh miris, kejadian ini seolah membuat tanda tanya besar, mengapa mental anak-anak zaman sekarang kebanyakan bermental rapuh, hanya karena persoalan sepele sampai berpikiran jauh menghilangkan nyawanya sendiri.
Inilah potret buah sekulerisme, yang telah menyebabkan generasi kehilangan arah, hingga tidak lagi menjadikan standar halal dan haram dalam perbuatan. Alhasil maraknya perilaku menyimpang semakin meningkat di negeri ini. Paham sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan membuat generasi semakin rusak.
Rusaknya mental generasi hari ini sudah seharusnya menjadi perhatian bagi kita bersama. Bagaimana tidak, sistem pendidikan di negeri ini yang menerapkan pemahaman sekuler, membuat generasi tidak terdidik dengan pemahaman agama yang benar.
Peran orang tua pun seolah di sempitkan, kebanyakan orang tua sibuk mencari penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari tanpa mendampingi tumbuh kembang anaknya. Mereka hanya tahu jika anaknya lulus dengan nilai terbaik maka itulah keberhasilan. Hal inilah yang menunjang gagalnya pendidikan hari ini.
Maka untuk mengatasi masalah pendidikan dan problem dalam kehidupan ini secara keseluruhan adalah dengan menghapuskan ide sekularisme dan menggantinya dengan sistem lain yang lebih baik, yakni sistem Islam.
Dalam Islam, benteng pertahanan pertama adalah keluarga. Karena keluarga akan menjadi tempat pendidikan dan pembentukan karakter yang terpenting bagi seorang anak. Orang tua harus mendidik anak dengan benar. Menanamkan akidah dan syariah yang benar dan kokoh, pemahaman tentang pengaturan hidup yang benar, tentang pergaulan, akhlak, dan sebagainya. Selain itu, orang tua harus membangun pemahaman yang lurus tentang visi misi serta makna hidup yang baik menurut ajaran Islam.
Sejatinya mental generasi akan terselamatkan hanya dengan sistem pendidikan yang berasaskan Islam. Dalam penerapannya yang diutamakan ialah akidah Islam. Ini merupakan hal paling utama yang diajarkan pada anak didik, inilah yang akan membentuk karakter anak agar berkepribadian islami yang berakhlak mulia.
Sistem pendidikan Islam akan memahamkan tentang jati dirinya sebagai hamba Allah sehingga mereka akan selalu berhati-hati dalam beraktivitas.
Sungguh hanya negara yang menerapkan aturan Islam lah yang sistem pendidikannya akan melahirkan generasi-generasi yang gemilang dan jauh dari krisis mental yang terjadi sekarang ini. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






