Opini

Maraknya Politik Klenik Di Tengah Polemik (IKN)

Janganlah kita menduakan atau menyembah atau meminta pertolongan selain kepada Allah Swt. itu sama saja kita tidak termasuk golongan umat Muslim. Karena, kita sudah menghambakan diri kepada sang pencipta yaitu Allah Swt.


Oleh Wela

JURNALVIBES.COM – Setiap menjelang pemilihan kepala pemerintahan, bisnis klenik atau perdukunan dan ziarah kuburan keramat meningkat tajam. Apa yang sebenarnya terjadi? Gejala ini menjadi bahan tertawaan kaum terpelajar yang rasional. Zamannya sudah lama lewat untuk mempercayai sejenis kesaktian-kesaktian semacam itu. Namun, kenyataannya banyak yang tak peduli. Mereka butuh dukun dan berkah kuburan untuk memperoleh kekuasaan sosial. Karena pasar permintaan tetap tinggi, maka penawaran dukun-dukun palsu juga semakin banyak.

Serangkaian kegiatan pun digelar di sana, salah satunya adalah berkemah bersama Presiden di titik nol IKN di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Utara, Senin (14/3/2022).

Dalam rangkaian kegiatan perkemahan itu, presiden melakukan ritual Kendi Nusantara bersama 28 gubernur dan enam perwakilan gubernur se-Indonesia. Masing-masing daerah diinstruksikan membawa seliter air dan dua kilogram tanah wilayahnya.

Sangat miris, penguasa yang tidak mau diatur dengan aturan Islam dan menolak syariat, tetapi dengan senang hati memasukkan hal-hal klenik atau mistis dalam kehidupan bernegara. Tidak cukupkah beragam permasalahan yang melanda negeri ini? Kini malah ditambah dengan perilaku syirik yang mengundang murka Allah.

Namun, tidak dapat kita pungkiri hal ini terjadi dalam sistem saat ini. Karena sistem yang diterapkan saat ini adalah sistem kapitalis yang landasannya adalah pemisahan agama dengan kehidupan. Sehingga syariat tidak menjadi tolak ukur dalam melakukan perbuatan. Dengannya praktik ini masih dijalankan sampai saat ini. Bahkan kepala pemerintahan yang melaksanakannya. Naudzubillah.

Dalam praktik politik klenik ini juga menunjukkan rendahnya taraf berpikir dalam diri seseorang. Hal ini telah menjangkiti masyarakat. Rendahnya taraf berpikir masyarakat nyata dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan sistem saat ini. Banyak kebijakan menyengsarakan, tetapi masih saja didukung karena tidak memahami bahwa kehidupan mereka seharusnya diurus dengan syariat Islam yang berasal dari Sang Pencipta.

Seharusnya kita sebagai umat yang beragama Islam dan menjadi seorang hamba, tidak sepatutnya mempercayai tradisi, adat, ataupun kebiasaan yang mengandung kesyirikan seperti, mempercayai perdukunan dan ziarah kuburan keramat.

Sebagaimana firman Allah Swt. :
وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَا دًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَا بَ ۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَا بِ
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Dengan ini, janganlah kita menduakan atau menyembah atau meminta pertolongan selain kepada Allah Swt. itu sama saja kita tidak termasuk golongan umat Muslim. Karena, kita sudah menghambakan diri kepada sang pencipta yaitu Allah Swt. yang menciptakan kita beserta dengan aturan-Nya. Berjalan dengan ridha-Nya dan sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan-Nya.

Semoga kaum muslimin menyadari kerusakan yang terjadi pada sistem saat ini, serta bersegera menyambut seruan perjuangan penegakan syariat Islam kafah. Wallahualam bissawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button