Mahasiswa Terjerat Kabel Optik: Buruknya Tata Kelola Infrastruktur?

Dalam Islam, infrastruktur yang layak serta aman di setiap kota maupun desa merupakan hak rakyat. Maka daulah semaksimal mungkin membuat tata kota yang layak huni dan aman berkendara tentunya.
Oleh Siti Rohmah, S.Ak.
(Pemerhati Kebijakan Publik)
JURNALVIBES.COM – Beberapa pekan terakhir media televisi dan media sosial diramaikan dengan berita mahasiswa yang terjerat kabel fiber optik yang menuntut keadilan.
Pada Januari 2023 sekitar pukul 22.00 WIB, mahasiswa yang bernama lengkap Sultan Rifat Alfatih mengalami kecelakaan akibat terjerat kabel fiber optik ketika sedang mengendarai sepeda motornya yang melintas di jalan Pangeran Antasari di kawasan Jakarta Selatan. Kecelakaan tersebut membuat tulang muda di tengorokan Sultan putus sehingga merusak saluran makan dan pernapasannya. Hingga kini setelah tujuh bulan berlalu, tenggorokan Sultan belum juga pulih bahkan belum bisa bicara, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan nutrisi tubuh pun Sultan hanya mengandalkan selang NGT silikon untuk mengonsumsi makanan cair. Akibatnya, selama tujuh bulan ini berat badan Sultan mengalami penurunan yang cukup drastis. Bapak Nirwono Yoga pakar tata kota dari Universitas Trisakti mengatakan, perusahaan pemilik kabel hingga kontraktor lapangan diminta bertanggung jawab karena diduga telah lalai.
Namun demikian, PT. Bali Towerindo Sentra Tbk selaku perusahaan pemilik kabel fiber optik membantah tuduhan kelalaian tersebut lewat kuasa hukumnya (bbc, 04/08/2023).
Kasus mahasiswa Sultan mengalami kecelakaan akibat tata kelola kabel optik bukan yang pertama kali. Kasus warga berkendara terjerat kabel telah terjadi berulang kali dan berakibat fatal, baik kecacatan maupun hilangnya nyawa. Pihak-pihak terkait saling lempar tanggung jawab. Kasus ini terjadi akibat aspek keselamatan yang kurang diperhatikan. Ada banyak faktor penyebab, di antaranya adalah tata kelola pengerjaan satu proyek yang diserahkan kepada pihak lain (swasta) sehingga pengontrolan kualitas menjadi lemah, dan aspek keselamatan diabaikan karena fokus pada pencarian keuntungan. Tata kelola dalam sistem kapitalis meniscayakan hal ini.
Begitulah fakta di negara yang menganut sistem kapitalisme, pemerintah seharusnya bertanggung jawab atas segala keselamatan rakyat ketika berkendara serta mengatur bagaimana agar tidak terus menerus berulangkali kecelakaan terjadi. Namun, pemerintah terlihat kurang serius menangani soal insfratruktur sehingga mengakibatkan rawan celaka. Tata kelola kabel optik yang semrawut menjadi bukti bahwa pihak swasta yang diberikan wewenang untuk mengatur sesuai arahan dari perusahaan. Pemerintah pun tidak memberikan sanksi tegas ketika adanya pelanggaran, serta abainya pemantauan kembali proyek demi keselamatan. Maka, sangat mungkin di sistem ini kejadian serupa akan terjadi kembali.
Islam Menjamin Infrastruktur yang layak
Dalam Islam, infrastruktur yang layak serta aman di setiap kota maupun desa merupakan hak rakyat. Maka daulah semaksimal mungkin membuat tata kota yang layak huni dan aman berkendara tentunya, tidak akan ada kabel semrawut jika ditangani oleh pemerintah dengan fokus pembangunan daerah layak huni tersebut. Misalnya saja dengan menanam kabel-kabel fiber optik di dalam tanah, sehingga tidak membahayakan keselamatan.
Dari segi pembiayaan suatu proyek yang bersangkutan, daulah akan menggunakan dana milik umum, atau bisa juga dari dana milik negara. Tanpa harus bekerja sama dengan swasta dalam hal penggunaan modal. Sekalipun diharuskan bekerjanya dengan swasta maka akadnya hanya sebatas pekerja yang dibayar oleh daulah, bukan untuk kepentingan pribadi atau pemberian kekuasaan.
Mutu serta kualitas infrastruktur tata kota yang dibangun sangat diperhatikan serta tidak asal-asalan. Sebagaimana dicontohkan dalam sejarah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab ra., jangankan manusia, beliau tidak rela jika ada seekor keledai pun terperosok.
Maka sudah seharusnya kita melakukan koreksi terhadap sistem yang saat ini diterapkan, mencari sistem alternatif yang mampu memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, serta memastikan semua infrastruktur dalam kondisi layak untuk digunakan. Waallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by bing.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






