Opini

Mendamba Pendidikan Tinggi Yang Bervisi

Dalam sistem pendidikan Islam melalui institusi sebuah negara yang menjadikan syariat Islam sebagai pedomannya. Sistem pendidikan akan dirancang sedemikian rupa mengikuti visi negara.


Oleh Meitya Rahma, S.Pd.

JURNALVIBES.COM – Keinginan kuliah melanjutkan sekolah menjadi impian semua orang. Banyak melalui berbagai jalur masuk perguruan tinggi. Mulai dari jalur mandiri, tes, ,bidik Misi, jalur PIP, beasiswa Djarum, dll. Kini impian untuk mengenyam pendidikan tinggi pada masyarakat ekonomi sulit pun bisa terwujud. Tak harus punya embel-embel prestasi yang banyak, yang tak memiliki prestadipun bisa masuk. Namun juga masyarakat perlu selektif dengan pilihan perguruan tinggi yang akan dituju. Karena saat ini banyak perguruan tinggi yang bisa dikatakan abal-abal karena tidak memenuhi standar pendidikan tinggi.

Beberapa waktu yang lalu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencabut izin operasional 23 perguruan tinggi. Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbud Ristek, Lukman mengatakan, pencabutan izin operasional 25 perguruan tinggi dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat dan pemeriksaan tim evaluasi kinerja. Dari sana, maka diputuskan sanksi bagi perguruan tinggi yang terbagi dalam beberapa klasifikasi, mulai sanksi ringan, sedang, berat, hingga pencabutan izin operasional. Bukan hanya itu, kampus-kampus tersebut juga melaksanakan praktik terlarang, seperti pembelajaran fiktif, jual beli ijazah, dan penyimpangan beasiswa KIP Kuliah. (Kompas.com, 25/5/2023).

Kacaunya sistim pendidikan di Indonesia ini hanya di tingkat dasar namun juga di tingkat perguruan tinggi. Praktik penjualan ijazah, pembelajaran fiktif, penyimpangan beasiswa KIP menjadi catatan buruk sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Jika sudah seperti ini maka outputnya pun memiliki kualitas rendah. Ini semua tak lepas dari sistim kapitalis yang sudah mengakar sampai ke berbagai lini kehidupan. Sistim kapitalis menghasilkan pendidikan berorientasi pada materi semata. Agar menghasilkan cuan, untung, manfaat tapi minim dengan prinsip “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi Muslim”.

Maka banyak tak sabar dengan proses pendidikan akhirnya membeli ijazah. Ada yang orientasinya materi saja akhirnya lulus cari kerja pakai suap. Akhirnya di dunia kerja mereka juga memiliki orientasi materi semata. Maka tak heran sekarang banyak pegawai menerima suap, calon pegawai menyuap. Kompetensi kerjanya nol, karena tidak melewati proses perkuliahan, hanya instan. Tak memiliki daya saing. Sampai kapan pendidikan kita seperti ini? Dari sini kita sadar bahwa harus ada kebijakan yang bisa menjadikan pendidikan tidak berorientasi pada materi namun juga berorientasi pada ibadah, semata-mata adalah perintah Allah Swt. , berorientasi akhirat.

Jika pendidikan memiliki prinsip seperti ini maka output yang dihasilkannya pun memiliki kualitas yang baik. Di mana ilmu yang didapatkannya akan digunakan sebaik baiknya, untuk kemaslahatan umat. Bukan hanya untuk pribadi dengan orientasi kekuasaan dan kekayaan.

Lalu apakah ada sistem pendidikan yang memiliki orientasi akhirat ini? Ada, tak lain adalah sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam ini sudah terbukti menghasilkan para ulama sekaligus para ilmuwan. Sederet ilmuwan Muslim, yang tak hanya menyandang gelar ilmuwan namun juga ulama. Sebut saja Ibnu Khaldun, Al Kharizmi, Ibnu Batutah, dan masih banyak lagi. Untuk menghasilkan sosok-sosok seperti mereka maka butuh suport system yang sinergi.

Sistem pendidikan Islam melalui institusi sebuah negara yang menjadikan syariat Islam sebagai pedomannya. Karena negara atau penguasa lah akan menetapkan kebijakan yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. Maka sistem pendidikan pun akan dirancang sedemikian rupa mengikuti visi negara. Semoga akan segera menikmati pendidikan yang memiliki visi akhirat. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by bing.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button