Tragedi Pinjol Menjerat Mahasiswa, Potret Buruk Sistem Pendidikan Tinggi

Pendidikan di perguruan tinggi dalam Islam mempunyai tujuan yang fokus dalam memperdalam kepribadian Islam, sehingga akan menghasilkan ulama atau intelektual Islam dengan spesialisasi di semua cabang kebudayaan Islam.
Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Jerat kapitalisme telah merasuki seluruh sendi kehidupan. Berbagai cara dilakukan untuk meraih keuntungan. Termasuk melakukan teknik tipu-tipu demi menjerat target yang dianggap bisa membawa keuntungan.
Dilansir dari BBC.com (17/11/2022), Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi korban penipuan modus baru dengan iming-iming keuntungan 10% dan berutang pinjaman online (pinjol). Kini mereka terjerat utang dengan total tagihan ditaksir miliaran rupiah. Sebagian dari mereka bahkan diteror oleh penagih utang, atau debt collector.
Dilansir dari BBC.com (17/11/2022), Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi korban penipuan modus baru dengan iming-iming keuntungan 10% dan berutang pinjaman online (pinjol). Kini mereka terjerat utang dengan total tagihan ditaksir miliaran rupiah. Sebagian dari mereka bahkan diteror oleh penagih utang, atau debt collector.
Studi terbaru dari Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) bertajuk “Penipuan Digital di Indonesia: Modus, Medium, dan Rekomendasi” menunjukkan bahwa penipuan berkedok hadiah menjadi modus penipuan digital tertinggi di Indonesia. Hal ini dari riset yang dilakukan terhadap 1.700 responden. (tekno.tempo.co, 24/8/2022)
Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Jember juga menjadi korban investasi bodong, dan ada 70 orang mahasiswa yang mengalami kerugian sebesar Rp500 juta. Penipuan itu berawal dari mahasiswa yang ditawari untuk investasi dengan hasil yang cukup menjanjikan dengan menawarkan investasi produk pertanian dan hal-hal yang berhubungan dengan pertanian. Dengan menawarkan keuntungan yang dapat diambil dalam waktu tiga sampai empat hari dan paling lambat satu minggu. (ngopibareng.id, 18/10/2021)
Dalam sistem kapitalis hari ini, dengan meningkatnya berbagai macam kebutuhan menjadikan mahasiswa lebih memilih kemudahan dan kecepatan untuk mendapatkan uang atau pinjaman. Apalagi dengan adanya fasilitas penawaran pinjaman online yang mudah dan gampang, dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya. Sehingga banyak mahasiswa atau konsumen lebih memilih pinjaman online sebagai alternatif sumber pembiayaan dari lembaga konvensional.
Dengan banyaknya mahasiswa yang menjadi korban penipuan untuk investasi, menggambarkan bahwa para mahasiswa sekarang ini banyak yang terjerat pragmatis akut. Di mana cara mereka berpikir tidak lagi jernih dan kritis, yang penting mereka bisa mendapatkan pemasukan di tengah kesulitan keuangan. Fenomena ini menggambarkan bahwa orientasi materi telah menjebak mahasiswa sehingga mereka tidak berpikir logis dan kritis. Mirisnya ini terjadi di perguruan tinggi negeri yang menjadi kampus favorit.
Menurut pemberitaan dikti.kemdikbud.go.id kampus tersebut masuk dalam PTN top 450 di dunia. Di sistem kapitalis sekuler pinjol menjadi jalan alternatif, misalnya dalam memenuhi kebutuhan yang mendesak seperti makan, pendidikan, kesehatan, dan transportasi lebih memilih pinjol sebagai solusi. Pola gaya hidup konsumtif hari ini akibat pengaruh media, menjadikan Indonesia menjadi pasar bebas untuk dana dari luar masuk ke Indonesia, salah satunya penyedia pinjol ilegal.
Perusahaan pinjol juga tidak tertarik untuk mendapatkan legalitas karena permintaan masyarakat terhadap pinjol ilegal makin meluas meskipun dengan bunga mencekik. Meskipun pemerintah telah melegalisasi dan memfasilitasi lembaga keuangan riba, seperti perbankan, koperasi dengan bunga rendah, tetapi pinjol tetap dihati karena masih lebih mudah dan cepat dalam mencairkan dana.
Inilah buah sistem pendidikan kapitalistik di perguruan tinggi. Mencetak mahasiswa yang berorientasi materi dan sejalan dengan semangat entrepeneur university. Mahasiswa kuliah diajarkan bagaimana setelah lulus nanti bisa bekerja dan bagaimana caranya meraih materi sebanyak-banyaknya. Seharusnya mahasiswa berperan sebagai agen perubahan ternyata malah tergerus oleh sistem yang serba kapitalistik.
Hal ini berjalan bersama dengan potret rusaknya karakter dan moral generasi mud. Mereka banyak yang terjebak gaya hidup serba hedonis, permisif dan sekularis. Ditambah dengan malasnya berpikir dan inginnya apa-apa serba instan dan mudah untuk didapatkan. Mereka mudah termakan isu-isu dan narasi-narasi negatif yang menambah beban susahnya untuk mencapai kebangkitan.
Sungguh berbeda dengan sistem Islam, yang menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat menyiapkan calon pemimpin umat. Tempat melahirkan insan-insan yang cerdas sebagai pelopor kebaikan dan menjadi wadah untuk pembentukan generasi masa depan, sehingga baik buruknya masyarakat pada masa mendatang akan tercermin dari proses pendidikan yang berjalan di kampus.
Kampus akan melahirkan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berkarakter mulia. Mahasiswa lah yang nantinya akan menjadi umat yang diharapkan mampu mengalirkan ilmu, manfaat, dan sebagai penggerak perbaikan dan perubahan di tengah-tengah umat. Institusi pendidikan tinggi yang mencetak kader-kader masa depan yang berbudi dan berkualitas, dan mencetak manusia berkepribadian mulia dan melahirkan ilmuwan hebat yang berdedikasi tinggi.
Perguruan tinggi pada masa Islam berhasil menjadi mercusuar peradaban dengan segudang prestasi dan ilmu dengan penerapan sistem Islam kafah. Tujuan mulia pendidikan dapat tercapai, kampus menjadi pusat riset dan keilmuan bagi para pencari ilmu, yaitu insan-insan mulia yang mempersembahkan ilmunya untuk kepentingan umat manusia. Bukan menjadi insan yang terbelenggu dengan kepentingan korporasi demi mengejar prestasi dan nilai materi semata.
Syariat Islam hadir sebagai solusi masalah umat manusia, yaitu dengan cara menerapkan Al-Qur’an dan sunah. Menjadikan generasi akan terselamatkan dari kerusakan dan keterpurukan. Mencetak generasi sebagai pemimpin yang visioner dengan kedalaman keimanan, kepekaan nurani, ketajaman nalar, kecakapan berkarya, keluasan wawasan, kemandirian jiwa, kepedulian sosial, hingga keaslian kreativitas.
Pendidikan di perguruan tinggi dalam Islam mempunyai tujuan yang fokus dalam memperdalam kepribadian Islam, sehingga akan menghasilkan ulama atau intelektual Islam dengan spesialisasi di semua cabang kebudayaan Islam. Juga akan menghasilkan gugus tugas yang mampu melayani kepentingan vital umat, dan mempersiapkan gugus tugas yang diperlukan untuk mengurus urusan umat. Seperti menghasilkan dokter, guru, perawat, insinyur dan lain-lain dengan jumlah yang cukup untuk kebutuhan masyarakat dan negara.
Semua itu bisa diwujudkan hanya dengan penerapan Islam kafah dalam bingkai khilafah. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






