Opini

Tanpa Khilafah, Kedzaliman Zionis Akan Terus Berulang

Kehadiran pemerintahan yang menerapkan sistem Islam secara kafah (daulah Islam) adalah satu-satunya solusi tuntas untuk menghentikan permasalahan Palestina. Daulah akan membebaskan tanah suci Gaza dan sekitarnya dari penjajah kafir dengan mengerahkan upaya melalui jihad fisabilillah karena sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi seluruh umat manusia.


Oleh. Siti Nur Hadijah
(Generasi Peduli Umat)

JURNALVIBES.COM – Kejahatan dan kebiadaban pasukan Israel terhadap kaum Muslim di Palestina masih terus berlanjut sampai saat ini, khususnya di Gaza. Sampai hari ini jumlah korban tewas mencapai 24.448 orang dan 615.04 orang luka-luka. Korban yang paling banyak perempuan dan anak-anak. Ada yang menghitung setiap 10 menit 1 anak Palestina meninggal. Pun warga Gaza yang mengungsi sekitar 70 persen.

Di lansir Sindonews (4/12/2023)0kaum Zionis terus melakukan serangan dan kampanyenya melawan Hamas di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan. Sementara cuaca buruk melanda warga Gaza yang mengungsi dan yang mencari perlindungan lebih jauh ke utara di wilayah kantong Gaza.

Serangan demi serangan yang diluncurkan oleh Zionis Israel yang menewaskan puluhan ribu masyarakat Gaza dan sebagian besar korbannya ialah perempuan dan anak-anak.

Selain itu, pengepungan juga dilakukan oleh tentara Zionis Israel di daerah Gaza dan sekitarnya, sehingga mengakibatkan kurangnya persediaan bahan makanan, minuman, obat-obatan dan pakaian hangat. Hal tersebut disebabkan karena susahnya akses masuk kedalam daerah pengungsian yang dijaga ketat oleh kaum Zionis Israel.

Kelamnya kehidupan di Gaza sungguh tidak pernah kita bisa bayangkan. Menjalani hari-hari dengan kepungan bom yang sewaktu-waktu merenggut nyawa saudara Muslim di Palestina. Kini Palestina tengah dilanda kelaparan dan banjir.

Saat ini kondisi penduduk Gaza sangat memprihatinkan, terlebih lagi saat ini sedang memasuki musim dingin dengan suhu rata-rata 10°C. Musim dingin terjadi pada bulan Desember hingga Februari setiap tahunnya, dan itu merupakan musim yang berat bagi warga di pengungsian. Ditambah lagi saat ini persediaan bahan pokok seperti makanan, minuman, obat-obatan dan sebagainya yang tidak menentu penyalurannya serta tempat tinggal yang tidak memadai membuat mereka harus berjuang keras untuk bertahan hidup.

Seperti yang terjadi belakangan ini sebagai bentuk dukungan terhadap warga Gaza, sejumlah negara melakukan aksi pembelaan, donasi dan melakukan pemboikotan terhadap produk-produk yang secara jelas mendanai negara zionis. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk membantu karena mengalami keterbatasan akibat adanya hukum-hukum internasional dan sekat nasionalisme yang menghalangi.

Dengan demikian, kehidupan di Gaza adalah kehidupan pengecualian dalam semua detailnya. Blokade yang mencekik kehidupan rakyatnya yang berubah menjadi siksaan dan penderitaan. Serta serangan berulang-ulang penjajah Israel yang menyebarkan kematian dimana-mana.

Sejatinya solusi hakiki untuk menyelesaikan masalah Palestina haruslah bersandar pada syariah. Sebab, masalah Palestina merupakan masalah Islam dan seluruh kaum Muslim. Pasalnya, tanah Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum Muslim di seluruh dunia. Statusnya tetap seperti itu sampai hari kiamat. Maka tak ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Israel.

Palestina membutuhkan adanya pergerakan dari negara-negara Islam untuk membangkitkan umat. Mereka membutuhkan bantuan secara fisik berupa pengiriman tentara-tentara dan itu merupakan bantuan nyata untuk menuntaskan kondisi krisis yang tengah terjadi serta mewujudkan keadaan yang lebih baik.

Upaya lainnya yang harus dilakukan adalah dengan berdoa, karena kekuatan doa tidak akan mungkin terbantahkan. Rasulullah saw. bersabda: “Bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena siapapun paling banyak mengetuk pintu pasti akan dibukakan baginya”. (H.R Ibnu Abi Syaiba).

Doa juga merupakan senjata bagi kaum mukmin, sebagaimana firman Allah SWT.: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku kabulkan bagimu”. (TQS Al-Mukmin: 60).

Di Yerusalem terdapat masjid Al-Aqsa yang merupakan masjid tertua kedua setelah Masjidil Haram. Selain itu, Al- Aqsa menjadi kiblat pertama umat Muslim sebelum Ka’bah, hal ini terjadi sebelum Allah menurunkan wahyu dalam surah Al-Baqarah yang akhirnya menetapkan lokasi kiblat menjadi di Ka’bah. Pada peristiwa isra mi’raj, Nabi Muhammad saw. dikisahkan melakukan perjalanan dari Makkah ke Yerusalem dengan menunggangi makhluk surgawi Buroq. Dikisahkan juga bahwa kubah masjid Al-Aqsa merupakan kubah pertama yang digunakan dalam arsitektur Islam.

Oleh sebab itu, kehadiran pemerintahan yang menerapkan sistem Islam secara kafah (daulah Islam) adalah satu-satunya solusi tuntas untuk menghentikan permasalahan tersebut. Daulah akan membebaskan tanah suci Gaza dan sekitarnya dari penjajah kafir dengan mengerahkan upaya melalui jihad fisabilillah karena sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi seluruh umat manusia. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by bing.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button