Sastra

Sorry to Myself dan Inilah Diriku yang Baru

Ulasan buku Overthinking is My Hobby and I Hate It

Oleh : Nadindra Aliya P.S.


Judul Buku : Overthinking is My Hobby, and I Hate It
Penulis : Alvi Syahrin
Penerbit : Alvi Ardhi Publishing
Tahun Terbit : 2023
Jumlah Halaman : 268 halaman
ISBN : 978-623-97002-3

Di laut boleh diajak, di hati siapa tahu. Kalimat itu memiliki makna bahwa apapun yang tersembunyi dalam hati seseorang tidak dapat diketahui. Kondisi hati seseorang tidak dapat dikendalikan oleh orang lain, melainkan diri sendirilah yang harus mengontrol itu. Namun, perasaan yang ada dalam hati juga dapat dipengaruhi oleh isi pikiran. Lalu, bagaimana seseorang mengontrol pikirannya?


Self Healing merupakan cara yang galib digunakan untuk menyembuhkan luka batin yang melahirkan emosi tidak baik. Alvi Syahrin, penulis yang terkenal dengan karya self improvement-nya, mengambil topik tersebut sebagai suatu bahasan tersendiri dengan tiga judul buku yang sudah ditulisnya. Pada buku ke-3, Alvi Syahrin ingin mengajak pembaca untuk bersama-sama berjuang melawan ’monster’ yang mengganggu isi pikiran kita.


”Semakin lama kamu membiarkan suara ribut di kepalamu, semakin menjadi-jadilah suara ribut itu.”

Merupakan sapaan dari penulis untuk menyadarkan kita bahwa overthinking adalah musuh yang sudah seharusnya kita lawan. Buku ini ditulis sesuai pengalaman pribadi Alvi Syahrin yang sudah mengalami hal serupa sebelumnya. Semua orang terkesan berteman dengan suara berisik di kepalanya, namun itu hanyalah sebuah hobi yang mereka benci. Itulah mengapa Alvi Syahrin mengambil judul yang sangat menggelitik, ’Overthinking is my hobby, and i hate it’, dan dengan buku ini Alvi mengajak kita untuk menjadikan musuh sebagai teman.


”Kita akan berhadapan langsung dengan suara-suara ribut di kepalamu”. Pertarungan yang dimulai dengan mulus. Untaian kata demi kata berhasil masuk ke dalam pikiran dan menjadi teman seperjuangan untuk melawan ’monster’ itu. Alvi Syahrin benar-benar berhasil menjawab pertanyaan yang selama ini bersarang di kepala. Berbagai tanda tanya yang mengusik pikiran dibunuh dengan cara yang positif. Pembaca akan diajak lebih mengenali makna overthinking dan cara untuk berdamai dengan diri sendiri.


”Gimana kalau aku gagal lagi?” Judul-judul bab yang digunakan Alvi Syahrin sangat relate dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di pikiran overthinker. Semua tanya dijadikan topik pembahasan di setiap sub bab dan dikupas tuntas tips dan trik mengatasinya. Alvi Syahrin dengan permainan katanya berhasil mencuri perhatian para overthinker diluar sana. Penyakit ini semakin banyak dialami dari berbagai kalangan, mayoritasnya remaja.

Buku dengan sampul berwarna biru kehijau-hijauan dan sketsa pemandangan cantik memberikan kesan sejuk pada awalnya, seolah-olah langsung mengajak para pembaca untuk berdamai. Tulisan di setiap halamannya pun tidak terlalu banyak, sehingga sangat ringan untuk dibaca. Selain ciri khas tulisan Alvi yang apa adanya, penulis juga tidak jarang mencantumkan ayat-ayat Al-Quran sebagai nilai dakwahnya. Penulis memang tidak semata-mata memberikan solusi untuk melawan ’monster’ tersebut, namun dalam buku ini penulis juga memberikan pemahaman kepada para pembaca bahwasanya sebesar apapun masalah yang kita miliki, kita mempunyai Allah yang lebih besar dari segalanya.

Penulis mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita bersyukur atas rezeki yang telah Allah berikan. Takdir yang terkadang tidak kita sukai merupakan ketetapan pasti dari Allah yang lebih mengetahui hamba-Nya. Maka dari itu, penulis ingin para pembaca paham dengan esensi takdir itu, karena terkadang pertentangan dari diri sendiri merupakan cikal bakal tumbuhnya berbagai tanya dalam benak.


Besar terimakasih yang ingin saya sampaikan kepada penulis buku ’Overthinking is my hobby, and i hate it’ yang telah menulis tulisan yang begitu bermanfaat bagi kami. Kesempurnaan yang disajikan oleh buku ini membuatnya hampir tak memiliki kekurangan sedikit pun. Tentu, apabila animasi serta ornamen diperbanyak, akan lebih menarik untuk dilihat. Harapannya, penulis dapat terus berkarya dan memberikan banyak dampak positif bagi seluruh kalangan.[]


Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button