Opini
Trending

Menjaga Anak Agar Tak Menjadi Pelaku Kejahatan

Harus ada kerja sama yang harmonis antara orang tua, masyarakat, dan negara agar anak-anak tidak terjerat dalam tindakan kriminal.


Oleh Dila
(Mahasiswi Surabaya)

JURNALVIBES.COM – Bocah Taman Kanak-kanak (TK) di Mojokerto diduga telah menjadi korban perkosaan tiga anak Sekolah Dasar (SD). Korban mendapat perlakuan tak senonoh secara bergiliran dan dugaan kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian dan dalam proses penyelidikan.

Dilansir dari liputan6.com (20)1/2923), Peristiwa tersebut terjadi pada 7 Januari 2023 lalu. Pelaku merupakan tetangga korban dan teman sepermainan.Terduga pelaku mulanya mengajak korban yang tengah bermain sendiri. Korban kemudian diajak ke sebuah rumah kosong lalu korban pun dipaksa tidur dan celananya dipelorot. Ketiga pelaku tersebut kemudian menyetubuhi si korban secara bergantian.

Korban pulang ke rumah dalam keadaan baju kotor. Keesokan harinya, korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil. Akan tetapi, korban tidak bercerita apa yang dialaminya oleh perbuatan terduga pelaku.

Keluarga baru mengetahui itu setelah salah satu teman korban bercerita apa yang dialami korban kepada pengasuhnya. Dari pengasuh itulah orang tua korban mengetahui apa yang dialami korban.

 Ada banyak faktor yang berpengaruh dan saling terkait. Perilaku rusak pada anak tentu ada kaitannya dengan pengasuhan orang tua. Pengasuhan yang tepat tentu membutuhkan ilmu. Faktanya, saat ini negara belum memberikan bekal yang cukup untuk calon orang tua, baik dalam kurikulum pendidikan maupun bimbingan calon pengantin menjelang pernikahan.

Selain itu, kurikulum pendidikan hari ini, belum, bahkan tidak memberikan bekal yang cukup untuk menjadi orang tua, suatu peran yang hampir pasti akan dijalani. Pendidikan saat ini justru berorientasi menjadikan peserta didik sebagai tenaga kerja. Apalagi, dengan derasnya kampanye kesetaraan gender, calon ibu justru didorong untuk menjadi pekerja daripada disiapkan menjadi ibu. kurikulum pendidikan makin menjauhkan pemahaman terhadap agama.

Ketika digitalisasi lebih diarahkan untuk meraup keuntungan yang lebih besar dan demi pertumbuhan ekonomi. Berbagai konten pun bebas berkeliaran mengabaikan tayangan ramah anak. Akibatnya, anak dapat mengakses tayangan yang tidak layak dikonsumsi anak-anak, dan mendorong anak menirunya, bahkan ketika anak belum memahami yang dilihatnya. Lalu solusinya bagaimana?

Solusinya adalah dengan menerapkan sistem Islam. Akidah Islam yang akan menjadi benteng setiap individu untuk selalu terikat pada aturan Allah. Akidah Islam juga akan menjadi panduan bagi penguasa dalam membuat kebijakan dan aturan. Kesadaran adanya pertanggung jawaban di akhirat menjadikan penguasa memenuhi kebutuhan rakyat dengan baik agar terwujud kesejahteraan dan berjalannya peran setiap manusia sesuai dnegan kodratnya.

Penguasa juga akan menjaga pemikiran umat agar bersih, mulia, dan dipenuhi dengan semangat melakukan kebaikan dan menjauhkan diri dari kemungkaran dan kemaksiatan. Penjagaan itu dilakukan dalam semua aspek tanpa mengabaikan perkembangan teknologi. Bahkan, teknologi justru akan dikembangkan agar hidup manusia menjadi lebih mudah dan makin meningkatkan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi ini.

Maka harus ada upaya nyata untuk mewujudkan kondisi seperti itu. Semua pihak harus bahu membahu, saling bekerjasama untuk mewujudkannya. Menerapkan sistem Islam secara menyeluruh dalam setiap sendi kehidupan. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by istockphoto.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button