Baby Blues Perlu Solusi Islam

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, tetapi tidak juga sesulit yang dibayangkan. Salah satu kunci sukses menjadi orang tua sukses adalah harus mempersiapkan diri sejak awal berupa ilmu parenting dan ilmu agama, dengan begitu orang tua akan siap secara fisik dan mental.
Oleh Nurlina, S.Pd.
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Seorang penyair berkata, “ibu adalah madrasah (tempat belajar) pertama dan utama. Jika mereka telah siap, maka kau telah menyiapkan bangsa yang hebat”. Karena itu tidak salah kalau sekiranya dikatakan bahwa ibu penentu kemajuan suatu bangsa dan negara, bahkan peradaban.
Sayangnya yang terjadi pada sistem sekuler-kapitalis hari ini, ibu belum menjalankan amanahnya sebaik mungkin, karena dipengaruhi faktor internal (hormonal) dan eksternal (antara lain KDRT karena masalah ekonomi).
Kondisi kesehatan mental para ibu saat ini sedang tidak baik-baik saja. Para ibu begitu mudah mengalami gangguan mental. Mulai dari ibu hamil, menyusui hingga ibu dengan anak usia dini. Mirisnya, negeri kita (Indonesia) yang mayoritas Muslim, menempati rangking ke-3 kasus Baby Blues terbanyak di Asia.
Hal tersebut terungkap dalam data laporan Indonesia National Adlescent Mental Survey Health Survey (I-NAMHS) 2023, serta hasil penelitian Andrianti (2020) terungkap, 32 persen ibu hamil mengalami depresi dan 27 persen depresi pasca melahirkan. Selain itu, penelitian skala nasional menunjukkan 50-70 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues. (Republika, 29/5/2023)
Ketua Komunitas Wanita Indonesia Keren dan Psikolog, Dra Maria Ekowati menjelaskan, kondisi baby blues dapat terjadi karena berbagai faktor. Bisa terjadi karena hormonal. Maupun karena wanita yang mengalami KDRT atau pernikahan tidak harmonis juga rentan mengalami baby blues.
Untuk diketahui baby blues sendiri adalah masalah psikologis berupa perubahan suasana hati yang dapat terjadi setelah melahirkan. Biasanya ditandai dengan ciri ibu yang mudah merasa sedih yang tidak bisa dikendalikan, menangis tiba-tiba, merasa cemas atau khawatir berlebihan, murung dan mudah kesal atau marah tanpa alasan yang jelas.
Tentu saja itu semua terjadi bukan tanpa sebab. Sindrom ini memang kerap kali dikaitkan dengan perubahan hormon setelah melahirkan, yaitu perubahan kadar hormon secara drastis dan tiba-tiba sehingga mengganggu mood ibu setelah melahirkan. Selain itu, faktor kesiapan menjadi orang tua pun sangat berperan dalam meningkatkan sindrom baby blues. Detik.com, 29/5/2023)
Islam Solusi Baby Blues
Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, tetapi tidak juga sesulit yang dibayangkan. Salah satu kunci sukses menjadi orang tua sukses adalah harus mempersiapkan diri sejak awal berupa ilmu parenting dan ilmu agama, dengan begitu orang tua akan siap secara fisik dan mental.
Kondisi keluarga yang telah mendukung, hendaknya juga didukung dengan kurikulum sekolah. Sayangnya kurikulum pada sistem saat ini tidak berbasis akidah, lebih berorientasi pada materi. Tidak heran karena sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan. Kurikulum yang berkiblat pada Barat yang sekuler dan liberal (bebas), akan membentuk karakter generasi dan karakter tenaga pendidik menjadi menjadi ala Barat.
Kurikulum ini hanya berfokus pada nilai-nilai materialistik. Fokus menghasilkan sumber daya manusia dalam rangka mencetak mesin-mesin industri korporasi, bukan menjadi generasi terbaik (khairu ummah). Tetapi generasi yang minim pemahaman agama, adab dan hanya fokus mencari kesenangan sesaat dengan berlomba-lomba mencari materi sebanyak-banyaknya tanpa memandang halal haram.
Dengan begitu, alih-alih mampu membentuk kepribadian generasi yang siap untuk memikul beban dan tanggung jawab ketika menjadi orang tua di masa depan, malah justru menjadikan generasi bermental “kerupuk”, berperilaku bebas dan cenderung tidak dapat terkendali. Bagi mereka hidup adalah hanya untuk meraih kesenangan materi.
Dalam pandangan Islam, pendidikan adalah proses untuk mengubah manusia dengan pengetahuan agar mereka menjadi orang-orang yang berkepribadian islam dan membekalinya dengan tsaqafah Islam, sehingga generasi muda akan memiliki pandangan yang khas dan menjadi orang-orang yang menguasai ilmu kehidupan.
Oleh karena itu, negara sebagai pembuat kebijakan akan menyiapkan sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam, yaitu dengan menjadikan generasi sebagai sosok yang siap sebagai orang tua yang tentunya dibarengi dengan dukungan sistem politik ekonomi Islam dan suppor sistem berupa lingkungan sosial masyarakat yang islami.
Negara juga akan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dan layanan dasar masyarakat. Tidak kalah penting pembukaan lapangan kerja yang seluas seluas-luasnya kepada kepala rumah tangga. Diharapkan dengan kesejahteraan keluarga yang memadai, para ibu tidak lagi terbebani dengan penafkahan dari suami. Begitu pula dengan KDRT dengan alasan ekonomi.
Semoga kerinduan umat akan tegaknya sistem pemerintahan Islam segera terwujud. Dengan begitu akan tercapai generasi cemerlang, yang lahir dari para muslimah yang taat syariat. Wallahu a’lam bishawaab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by istockphoto.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






