Opini

Harga Cabai Anjlok, Bagaimana Nasib Petani?

Negara khilafah merupakan institusi yang bertugas dan memiliki tanggung jawab untuk mengurusi seluruh urusan rakyatnya. Karena itu seorang pemimpin harusnya bertanggung jawab penuh untuk mengurusi rakyatnya.


Oleh Dwinur Pratiwi
(Anggota Ksatria Aksara Kota Bandung
)

JURNALVIBES.COM – Anggota komisi IV DPR RI, Slamet mengatakan harga cabai anjlok di pasaran, menandakan adanya masalah yang seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah.
“Pemerintah harus hadir melindungi petani Indonesia jangan hanya berpikir impor terus, sementara nasib petani kita semakin sengsara,” ujar Slamet dalam keterangan persnya kepada parlementaria Jumat (27/8/2021).

Slamet mengungkap berdasarkan data BPS impor cabai sepanjang semester I-2021 sebanyak 27.851.98 ton dengan nilai 5947 juta dolar AS, angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan realisasi impor pada semester I-2020 yang hanya sebanyak 18.075.16 ton dengan nilai 34,38 juta dolar AS.

Pada masa pandemi seperti ini di mana setiap orang harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan sendiri -sendiri. Sama sekali tidak ada peran pemerintah. Hal yang memprihatinkan ini pun terjadi kepada para petani di negeri kita negeri yang terkenal akan makmur subur dan kaya raya. Namun kekayaan tersebut tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya. Kondisi rakyat hustru banyak yang sengsara. Mereka bertahan hidup dalam sengatan ekonomi kapitalis.

Saat ini justru petani sedang dirundung duka karena anjloknya harga cabai di pasar. Hal ini membuat para petani kesal dan malah membakar hasil panen mereka. Ini disebabkan karena mereka sudah mengeluarkan modal hingga cabai siap dipanen. Namun malangnya harga cabai malah anjlok di pasaran. Terpaksa para petani menjual dengan harga murah bahkan ada yang membagi-bagikan secara gratis.

Beginilah gambaran hidup berada di zaman kapitalisme. Di mana yang memiliki uang atau para kapital lah yang semakin diuntungkan tanpa menghiraukan halal dan haramnya. Hal ini sungguh sangat berbeda dengan sistem Islam. Dalam negara khilafah mampu menjamin kebutuhan seluruh rakyat baik sandang, pangan, maupun kesehatan dan pendidikan.

Negara khilafah merupakan institusi yang bertugas dan memiliki tanggung jawab untuk mengurusi seluruh urusan rakyatnya. Oleh karena itu, seorang pemimpin harusnya bertanggung jawab penuh untuk mengurusi rakyatnya.

Dalam Islam sungguh mulia kedudukan para petani. Tak hanya itu dalam sistem Islam kondisi masyarakat makmur dan sejahtera tanpa kecuali. Hal ini dikarenakan khilafah yang menerapkan sistem Islam yang mempunyai aturan yang sempurna dan menyeluruh. Aturan yang dibuat langsung oleh Maha Pencipta.

Dalam sistem ekonomi Islam, khilafah memiliki kebijakan dalam mengatur kepemilikan kekayaan negara. Seperti mengatur kepemilikan umum, individu, dan negara. Semua diatur untuk menjamin kemakmuran rakyat dan kesejahteraan rakyat sehingga tak ada rakyat yang terabaikan dan persoalan-persoalan para petani akan dikembalikan kepada penerapan syariat Islam secara kafah. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button