Eksistensi Hijab: Identitas Muslimah, Bukan Perundungan

Tsaqâfah Islam wajib diajarkan pada semua level pendidikan. Seni dan keteramprilan bisa dikategorikan sebagai ilmu terapan dan sains, Mengajarkan masalah yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupannya merupakan kewajiban bagi setiap individu, baik laki-laki maupun wanita.
Oleh Nurhayati, S.Ak.
JURNALVIBES.COM – Hijab yang seharusnya menjadi indentitas dan melindungi kaum wanita justru ditolak oleh beberapa wanita. Seperti kasus yang terjadi di SMAN 1 Banguntapan, seorang siswi kelas 10 mengaku dipaksa memakai hijab oleh guru BK di sekolah tersebut. Akibat pemaksaan itu, siswi tersebut depresi dan sampai saat ini mengurung diri.
“Itu ada MPLS mengenai lingkungan sekolah itu anaknya nyaman-nyaman aja tidak ada masalah. Terus masuk pertama itu tanggal 18 juli itu masih nyaman. Kemudian tanggal 19 menurut WA di saya ini, anak itu dipanggil di BP diintrogasi 3 guru BP,” ujar Yuliani ditemui di ORI perwakilan DIY. (detikjateng, 29/7/22).
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya turut angkat bicara terkait dugaan murid dipaksa pakai jilbab oleh guru di SMA Negeri 1 Banguntapan. Pihaknya akan menelusuri informasi tersebut. ‘’Itu baru kita telusuri. Ini teman-teman baru bentuk tim untuk menelusuri terkait hal tersebut nanti segera kita ini (telusuri), Jumat (29/7).
Didik mengatakan bahwa sesuai aturan sekolah yang diselenggarakan pemerintah tak boleh melakukan pemaksaan. Dijelaskan bahwa sekolah harus mencerminkan kebinekaan. Jadi memang tidak boleh kemudian satu siswa diwajibkan memakai jilbab itu tidak, artinya memakai jilbab itu atas kesadaran.
Menurut Kadisdik jika memang anak belum secara kemauan memakai jilbab ya tidak boleh dipaksakan karena itu sekolah pemerintah, bukan sekolah basis agama. Didik mengatakan jika terbukti ada pemaksaan, akan ada peringatan yang diberikan. Tidak menutup kemungkinan juga ada sanksi. (KumparanNEWS, 31/7/2022)
Risiko dan Ancaman Nyata Pemberlakuan Sistem Sekuler
Laporan terkait dugaan pemaksaan hijab di sekolah telah sampai ke Ombudsman RI perwakilan DIY. Kepala ORI DIY Budhi Masturi akan menelusuri dugaan perundungan dalam peristiwa tersebut. Dia menilai pemaksaan penggunaan jilbab di sekolah negeri yang ukan berbasis agama bias masuk kategori perundungan.
Bukti nyata bahwa agama bagaikan prasmanan yang boleh di pilih sesuai selera dan hanya boleh dibahas dan diamalkan pada lingkup yang berbau agama saja, ‘’Sekolah pemerintahan tidak boleh memaksa mengamalkan ajaran agama karena itu bukan sekolah agama,’’ kemudian muncullah berbagai narasi bahwa hal tersebut adalah sebuah pemaksaan atau perundungan dan hak dari setiap manusia, yang dijadikan tameng bagi generasi muslim sekarang, banyak dari mereka menggunakan narasi tersebut sebagai bentuk kebebasan dan hak bagi mereka untuk menyangkal dan menuntut apa yang mereka tidak sukai meskipun hal tersebut adalah sebuah kewajiban.
Fungsi pendidikan untuk melatih kebaikan dan taat pada syariat.
Hijab adalah identitas kita sebagai seorang muslimah. Allah Swt memerintahkan muslimah untuk menutup aurat dengan mengenakan khimat/kerudung yang menutup dada dan juga jilbab/gamis ke seluruh tubuh.
Sebagaimana firman-Nya yang artinya, ‘’Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan ALLAH Maha Pengampun, Maha Penyayang,’’ (TQS. Al-Ahzab: 59).
Islam mempunyai sistem pendidikan yang unik. Semuanya telah diatur dengan jelas, sistematis, dan sempurna dalam Islam yakni kurikulum pendidikan Islam berdasarkan akidah Islam. Strategi pendidikan adalah untuk membentuk ‘aqliyyah dan nafsiyyah Islam. Tujuan pendidikan adalah untuk membentuk kepribadian Islam.
Tsaqâfah Islam wajib diajarkan pada semua level pendidikan. Seni dan keteramprilan bisa dikategorikan sebagai ilmu terapan dan sains, mengajarkan masalah yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupannya merupakan kewajiban bagi setiap individu, baik laki-laki maupun wanita.
Inilah gambaran secara umum mengenai sistem pendidikan yang pernah ada dalam Sistem Islam dan banyak diabadikan dalam buku-buku sejarah peradaban umat Islam.
Gambaran yang lebih lengkap mengenai sistem pendidikan Islam ini bisa ditemukan dalam buku Sistem Pendidikan di Masa Kejayaan Islam, karya Dr. Abdurrahmân al-Baghdâdi. Sumber: Hafidz Abdurrahman. Maka sebagai seorang Muslim sudah selayaknya kita menggunakan aturan Islam sebagai patokan dalam beramal supaya selamat dunia akhirat. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






