Opini

Atasi Masalah Pengangguran, Kembali pada Islam

Padahal Islam memiliki mekanisme untuk menjaga pendapatan keluarga dan menjamin kesejahteraan keluarga dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan mengelola sumber daya alam sebagaimana mestinya.


Oleh Zia Sholihah

JURNALVIBES.COM – Pengangguran adalah satu dari banyaknya masalah besar di suatu negara. Begitu juga dengan Indonesia, yang akhirnya berdampak pada stabilitas sosial hingga ekonomi. Mereka berada pada keadaan menganggur atau tidak melakukan apa-apa, juga tidak bekerja. Pengangguran ini, biasanya terkait terbatasnya lapangan pekerjaan dan mutu pendidikan suatu negara.

Bagaimana hal demikian bisa terjadi?

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya pengangguran. Seperti tekanan demografis dan komposisi angkatan kerja yang besar. Pertumbuhan ekonomi lebih kecil daripada pertumbuhan angkatan kerja. Jumlah lapangan kerja lebih kecil jika dibandingkan jumlah para pencari kerja. Sedang untuk kompetensi tenaga kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Di sisi lain terjadinya PHK besar-besaran juga ikut menyumbang naiknya angka pengangguran.

Sementara itu, ada hal lain yang menjadi pemicu, pengangguran semakin bermunculan. Di antaranya, tidak efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Berbagai regulasi dan perilaku birokrasi yang kurang kondusif bagi pengembangan usaha juga menjadi salah satu sebabnya.
Di sisi lain ada beberapa faktor internal seperti tekanan kenaikan upah di tengah dunia usaha yang masih lesu. Kemiskinan yang menjerat suatu negara. Adanya pendapatan negara yang timpang. Tidak stabilnya stabilitas politik. Sikap proteksionis sejumlah negara maju dalam menerima ekspor dari negara berkembang .

Oleh karena itu, pengangguran terus meningkat, bahkan makin membentuk pola kesenjangan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia. Tinggi angka pengangguran akan berakibat pada tinggi angka kemiskinan.

Melansir Liputan6.com, (15/5/ 2023), Badan Pusat Statistik, telah mencatat Pengangguran Terbuka di Februari 2023 sebesar 5,45 %, menurun dari angka sebesar 0,38 % di bulan Februari 2022.

Moh Edy Mahmud, memberi penjelasan per Februari 2023 terdapat 211,59 juta orang penduduk usia kerja (warga berusia di atas 15 tahun) Artinya angkanya telah meningkat menjadi 3,05 juta penduduk.

Dampak negatif dari angka pengangguran ini, di antaranya pendapatan nasional akan menurun, pendapatan per kapita masyarakat semakin rendah, produktivitas pekerja juga rendah. Upah ikut rendah sebab terdampak dari permintaan dan penawaran. Investasi dan pembentukan modal pencipta lapangan kerja juga rendah. Pemborosan sumber daya alam, karena tidak imbang antara yang menggarap dan digarap.

Dampak sosial yang berpengaruh seperti menjadi beban keluarga dan masyarakat, penghargaan diri yang rendah, kebebasan yang terbatas dan mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal.

Kita bisa melihat jelas hal tersebut terjadi di masyarakat kita. Ini bukti, bahwa negara belum berhasil menyediakan lapangan kerja yang cukup untuk rakyat.

Padahal Islam memiliki mekanisme untuk menjaga pendapatan keluarga dan menjamin kesejahteraan keluarga dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan mengelola sumber daya alam sebagaimana mestinya.

Bagaimana Islam mengatasinya masalah pengangguran ini?

Pertama, di bidang pendidikan, menerapkan syariat Islam dalam pendidikan, generasi terdidik dengan mudah, bahkan gratis untuk mereka. Mereka diberi kebebasan menyalurkan potensi selagi tidak menimbulkan kerusakan untuk akidahnya.

Kedua, ketersediaan sarana dan prasarana bagi seluruh rakyat terutama laki-laki agar mereka siap bekerja. Bukan malah mendatangkan pekerja dari luar negeri.

Ketiga, tidak ada persaingan antara laki-laki dan perempuan. Mereka akan dipekerjakan sesuai porsi dan kedudukan mulia yang Islam berikan.

Keempat, mengelola sumber daya alam sendiri dan mengambil tenaga kerja dari negeri sendiri. Dengan begitu rakyat lebih banyak punya kesempatan bekerja.

Islam membuat pengaturan yang berada penuh di tangan negara, tanpa ada pihak tertentu yang bisa mengeksploitasi demi kelompok dan golongannya sendiri. Melainkan sebesar-besarnya hanya untuk kemakmuran rakyat. Dengan begitu, angka pengangguran akan ditekan, dan bukan hanya itu, negara kita akan menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafurun lantaran mengelola sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button