Opini

Indonesia Gelap Butuh Cahaya Islam

Pemuda utamanya mahasiswa harus mampu membawa Indonesia gelap menuju cahaya Islam yang tidak hanya menerangi Indonesia, namun juga seluruh dunia. Sebagaimana dalam catatan sejarah, bahwa selama 13 abad lamanya Islam berkuasa dan mampu menguasai 2/3 dunia.


Oleh Siti Uswatun Khasanah
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Baru berjalan beberapa bulan kepemimpinan presiden Republik Indonesia yang baru, banyak fenomena terjadi di ranah politik. Misalnya, kisruh LPG 3 Kg, reformasi Polri, program Makan Siang Bergizi (MBG), pemangkasan anggaran untuk program sosial dan kesejahteraan rakyat, masalah pendidikan, kesehatan, serta lapangan pekerjaan.

Hal ini memicu berbagai respon masyarakat, hingga memunculkan tagar Indonesia Gelap. Tidak hanya di sosial media, protes masyarakat juga direalisasikan dalam demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa di berbagai wilayah secara serentak pada 17 Februari 2025 (Tirto, 18-02-25).

Dalam demo ini, mahasiswa memberikan beberapa tuntutan pada pemerintah, antaranya mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, dan mencabut pasal dalam Rancangan Undang-undang tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara (RUU Minerba) yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik. Selain itu, juga mendesak pemerintah untuk mencairkan tunjangan dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan, mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan, serta berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Namun sayangnya, tuntutan yang diberikan belum bisa menjadi solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan hingga ke akarnya. Menjadi mahasiswa memang harus kritis dan berani bersuara seperti ini. Sebab mahasiswa merupakan pemuda yang akan menjadi pemimpin di masa depan, tonggak peradaban.

Namun mahasiswa harus mampu menalar, apa yang menjadi akar masalah dari seluruh fenomena yang terjadi hari ini. Dasar dalam melakukan demonstrasi juga masih belum berdasar pada keinginan untuk berubah secara hakiki. Tuntutan dan solusi yang ditawarkan masih berkutat pada demokrasi dan mengembalikan demokrasi kerakyatan.

Mahasiswa harus memahami, bahwa kita tidak bisa berharap penuh lagi pada demokrasi. Sebab akar masalah dari segala permasalahan ini adalah demokrasi itu sendiri. Jika kita masih berharap pada demokrasi, maka nasib rakyat ke depan dikhawatirkan akan lebih suram.

Sudah puluhan tahun Indonesia menerapkan demokrasi, namun tidak ada cahaya kesejahteraan yang sungguh diidam-idamkan oleh rakyat itu. Maka hal ini seharusnya menjadi renungan bagi masyarakat, masih pantaskan kita menerapkan demokrasi di negeri ini? Masih pantaskah kita berharap pada demokrasi untuk kesejahteraan kita?

Seharusnya kita mencari solusi yang mengakar atas segala permasalahan ini, yaitu solusi yang diberikan oleh Allah dalam menjalani kehidupan ini. Solusi yang benar hanya solusi Islam kafah. Mahasiswa seharusnya menjadi agen perubahan untuk mengemban risalah Islam. Dasar dari unjuk rasa mahasiswa seharusnya terarah pada keinginan untuk mencapai perubahan hakiki, yaitu membuang demokrasi dan menggantinya dengan penerapan Islam kafah. Dengan ini, demonstrasi yang dilakukan atas dasar spirit amar makhruf nahi munkar dan menyuarakan solusi Islam. Sebab setiap permasalahan yang kita hadapi hari ini hanya akan diselesaikan dengan diterapkannya Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Pemuda utamanya mahasiswa harus mampu membawa Indonesia gelap menuju cahaya Islam yang tidak hanya menerangi Indonesia, namun juga seluruh dunia. Sebagaimana dalam catatan sejarah, bahwa selama 13 abad lamanya Islam berkuasa dan mampu menguasai 2/3 dunia. Kesejahteraan Islam dapat dirasakan sendiri oleh rakyatnya, minim terjadi tindak kriminal dan diterapkan sesuai dengan aturan Allah.

Namun untuk memahami hal ini, mahasiswa harus mempelajarinya dan bergabung dalam kelompok dakwah ideologis yang menyuarakan penerapan Islam kafah. Kelompok dakwah inilah yang menerapkan metode dakwah sesuai dengan ajaran Islam agar dapat mengawal perubahan sesuai yang Rasulullah contohkan.

Dengan begitu arah perjuangan mahasiswa akan lebih tertata, sehingga bisa menghasilkan solusi nyata dan menyeluruh, bukan sekadar solusi parsial yang mudah berubah sesuai waktu dan kondisi. Sehingga perubahan hakiki akan benar-benar terwujud secara nyata, membawa kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button