Ilusi Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dalam Kapitalisme

Islam adalah agama sekaligus ideologi yang lengkap dengan segala aturannya di seluruh bidang, termasuk ekonomi.
Oleh Siti Uswatun Khasanah
(Aktivis Dakwah)
JURNALVIBES.COM – Kemiskinan merupakan salah satu masalah besar yang dialami oleh masyarakat hari ini. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasinya. Namun demikian tidak dapat terselesaikan. Apa yang terjadi pada perekonomian hari ini?
Presiden Jokowi optimis bisa menghapuskan kemiskinan ekstrem di tahun 2024 dengan target 0%. Hal ini merujuk pada tujuan pertama pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB. Presiden Jokowi mengatakan, bahwa upaya menurunkan kemiskinan ekstrem ini sebetulnya sudah direncanakan pada periode yang kedua ini agar nanti di 2024 itu sudah pada posisi 0 kemiskinan ekstrem. (tirto.id, 06/06/23)
Menurut pakar, hal ini sangat ambisius, sulit untuk dicapai karena bertabrakan dengan realitas. Salah satunya peneliti dari SDGs Center, Universitas Padjadjaran, Bandung, Profesor Arief Anshory Yusuf, yang mengatakan kalau benar-benar nol, memang berat. Kecuali kalau praktik mendekati nol, karena saat ini sudah 2023, sementara angkanya masih di atas satu. (voaindonesia.com, 10/06/23)
Berbagai program telah dikerahkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, mulai dari PKH, BLT, hingga bantuan lainnya tetapi tidak mampu mengentaskan kemiskinan meskipun telah berjalan bertahun-tahun. Hal ini karena salah dalam memandang permasalahan yang terjadi. Solusi tidak sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Kemiskinan yang dihadapi Indonesia ini merupakan kemiskinan struktural, yaitu kemiskinan yang tidak hanya dialami oleh satu atau dua individu namun dialami oleh sekelompok masyarakat. Problem ini merupakan problem yang tersistem, artinya masalah terjadi merupakan hasil atau akibat dari sistem yang diterapkan.
Sistem ekonomi yang diterapkan hari ini merupakan sistem ekonomi kapitalis. Sistem ini pula yang digunakan dalam mengatur urusan lainnya.
Sistem kapitalis tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini, justru kemiskinan ini terjadi akibat diterapkannya sistem kapitalis dan kapitalisme telah tersusun agar rakyat menjadi miskin.
Dalam sistem ini terdapat kebebasan kepemilikan, di mana setiap individu berhak memiliki apa yang ingin dimilikinya, termasuk sumber daya alam yang seharusnya merupakan hajat hidup orang banyak. Contohnya kebijakan privatisasi yang menyerahkan aset negara kepada swasta. Sehingga terjadi kesenjangan ekonomi.
Kapitalisme juga tidak membatasi asing untuk menguasai sumber daya dalam negeri, contohnya adanya liberalisasi ekonomi. Sehingga rakyat tidak dapat menikmati hasil alam negerinya sendiri. Bahkan pemerintah sering kali membuka lapangan kerja untuk asing, padahal banyak pemuda dalam negeri yang masih dalam kondisi sebagai sulit mencari pekerjaan. Negara hanya memfasilitasi pemilik modal dan tidak memperhatikan kebutuhan rakyatnya.
Kapitalisme juga melahirkan pemikiran materialisme, yaitu pandangan akan segala hal memerlukan uang dan dunia adalah segalanya, sehingga orang akan melakukan segala cara untuk memperoleh keuntungan. Manusia jadi hanya memikirkan harta dunia dan menjadi pribadi yang individualis dan apatis.
Karena kondisi ini pula, wanita yang seharusnya dinafkahi beralih fungsi menjadi pekerja, bahkan berpikir bahwa kesuksesan adalah tentang harta dan dunia. Ibu yang seharusnya sibuk mendidik anak di rumah menjadi harus bekerja di luar rumah dan anak kehilangan figur seorang ibu. Alhasil keluarga tidak memperoleh kesejahteraan.
Dalam hal ini tentunya umat membutuhkan penyelesaian yang tuntas sampai ke akar. Bukan hanya menjalankan program-program namun penyelesaian secara tersistem. Masalah ini hanya dapat diselesaikan dengan penerapan sistem Islam kafah dalam seluruh aspek kehidupan.
Islam adalah agama sekaligus ideologi yang lengkap dengan segala aturannya di seluruh bidang, termasuk ekonomi. Dengan ekonomi syariah yang diterapkan dalam sistem Islam kafah menghapuskan kemiskinan hingga 0% akan terwujud dan bukan ilusi semata. Karena dalam Islam, pemimpin merupakan pelayan rakyat yang wajib memperhatikan kebutuhan rakyatnya bukan berpihak pada pemilik modal.
Dalam Islam tidak ada kebebasan kepemilikan seperti kapitalis. Islam membagi kekayaan menjadi tiga. Pertama kekayaan milik individu yang artinya semua rakyat berhak memilikinya secara individu.
Kedua kekayaan milik umum yaitu kekayaan yang dikelola negara untuk keperluan dan kesejahteraan seluruh rakyat, dalam hal ini individu atau swasta apalagi asing tidak berhak untuk menguasainya. Contohnya tambang, minyak gas, batu bara, sungai dan lain sebagainya. Sebagaimana yang disampaikan Nabi dalam sabdanya,
“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api”. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Ketiga kekayaan negara, yaitu sumber daya yang dikelola oleh negara dan hasilnya digunakan untuk kebutuhan negara. Negara wajib memperhatikan terpenuhinya kebutuhan rakyat secara menyeluruh, Muslim maupun nonmuslim. Kebutuhan seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, transportasi dan lain sebagainya merupakan tanggung jawab negara.
Adanya kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu untuk mengeluarkan zakat maal merupakan salah satu solusi kemiskinan. Meskipun hari ini kaum Muslim juga membayar zakat, namun jika tidak ditunjang oleh sistem yang mendukung maka masalah kemiskinan tidak akan terselesaikan.
Adapun jizyah dan kharaj merupakan kewajiban untuk nonmuslim yang hidup dalam naungan Islam. Negara wajib menyediakan lapangan pekerjaan dan mengatur kewajiban nafkah pada laki-laki yang sudah baligh dan mampu. Islam memperhatikan keluarga kaum Muslim, mana yang wajib menafkahi dan wajib dinafkahi. Misalnya suami yang wajib menafkahi istri dan anaknya. Anak laki-laki yang wajib menafkahi orang tua dan saudara perempuannya.
Jika seorang wanita tidak memiliki laki-laki yang wajib menafkahinya, misalnya seorang janda yang tidak memiliki anak laki-laki, saudara laki-laki atau ayahnya telah tiada maka kewajiban nafkah ditanggung penuh oleh negara. Islam juga menyediakan sekolah dan rumah sakit secara gratis untuk seluruh rakyat. Jadi masyarakat tidak lagi pusing memikirkan biaya akan hal tersebut. Maka penghapusan kemiskinan ekstrem hingga 0% akan terwujud dengan penerapan syariat Islam secara kafah. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by bing.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






