Opini

Niat Buruk di Balik Gencatan Senjata Gaza

Perisai yang sanggup menyatukan umat atas dasar ikatan akidah sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan penjajahan Zionis di negeri Palestina. Kesatuan ikatan akidah Islam akan membuat seluruh umat Islam bagaikan satu tubuh. Kesadaran umat yang terbentuk akan mendorong kemuliaan Islam terwujud kembali.


Oleh Elly Waluyo
(Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam)

JURNALVIBES.COM – Gencatan senjata seakan-akan menjadi angin segar bagi penduduk Gaza yang sudah lama berjuang dan juga tertekan akibat peperangan berkepanjangan. Kehilangan sanak saudara, teman, tempat tinggal, mengungsi bahkan kelaparan dan kehausan mereka jalani untuk mempertahankan tanahnya. Tidak sepenuhnya salah jika kemudian penduduk Gaza merasakan euforia.

Namun Kita harus sadar bahwa gencatan senjata sebenarnya tidak menyelesaikan penjajahan dan genosida yang terjadi di tanah Palestina. Bahkan bisa jadi, gencatan senjata hanyalah kamuflase dari tujuan sebenarnya karena sudah menjadi tabiatnya Zionis akan selalu berkhianat.

Niat tidak baik di balik hembusan angin segar perjanjian gencatan senjata nampak dari keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar negara-negara Arab tetangga Palestina meningkatkan penerimaan jumlah pengungsi Palestina dengan alasan mengurangi korban sipil akibat perang. Hal ini memperlihatkan bahwa tujuan sebenarnya dari gencatan senjata adalah relokasi penduduk Gaza sehingga wilayah tersebut kosong dan mudah untuk diduduki. Untuk mewujudkan visinya tersebut, Trump mengapresiasi dan meminta pada Raja Yordania, Raja Abdullah II agar mau menerima lebih banyak pengungsi dari Palestina, demikian pula dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sissi. Trump juga tidak ada niat sama sekali untuk menghentikan genosida warga Palestina. Ini terbukti dari dihentikannya larangan pengiriman 2000 pon bom ke Israel yang dilakukan oleh pendahulunya. (Republika, 26-1-2025)

Niat busuk tersebut menunjukkan bahwa gencatan senjata pada hakikatnya tidak bisa menyelesaikan masalah penjajahan dan genosida di Palestina yang dilakukan oleh Zionis. Malah dijadikan ajang penipuan dan kamuflase niat buruk para penjajah. Seakan-akan relokasi warga Gaza ke negara tetangganya akan menyelesaikan penderitaan warga imbas perang, padahal justru untuk mengusir warga Gaza agar tanah Palestina dapat dikuasai tanpa syarat. Demikianlah jika menyerahkan urusan pada musuh-musuh Allah.

Penerapan sistem sekuler kapitalis telah membuat negara-negara Muslim lain hanya mampu mengecam dan memberikan bala bantuan ala kadarnya saat melihat bumi Palestina diluluhlantakkan oleh musuh-musuh Allah. Posisi kaum Muslim telah dilemahkan oleh negara adidaya yang mengukuhkan dirinya sebagai negara adikuasa dan memiliki hak veto dalam badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bentukannya sendiri.

Oleh karena itu solusi gencatan senjata, solusi bilateral, dan relokasi penduduk yang disuguhkan oleh PBB mustahil mampu menyelesaikan masalah, bahkan dapat ditolak oleh negara adidaya tersebut jika dianggap merugikan posisinya.

Bahkan mirisnya solusi tersebut hanyalah basa-basi dan topeng saja. PBB sebenarnya dibentuk untuk menanamkan paham sekularisme dan mengkotak-kotakkan negeri-negeri Islam dengan alasan nasionalisme.

Perisai yang sanggup menyatukan umat atas dasar ikatan akidah sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan penjajahan Zionis di negeri Palestina. Kesatuan ikatan akidah Islam akan membuat seluruh umat Islam bagaikan satu tubuh. Kesadaran umat yang terbentuk akan mendorong kemuliaan Islam terwujud kembali. Dengan kesadaran ini, terjadilah jihad di bawah naungan Khilafah. Inilah yang akan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia serta menyelesaikan pula segala problematika umat.

Di belakang khalifah, umat berperang dan berlindung. Tanpa perspektif Islam dalam menyelesaikan masalah maka akan mustahil menghentikan penjajahan Zionis atas negeri-negeri Muslim. Sudah saatnya pengkhianatan terhadap saudara sesama Muslim dihentikan.

Bangkit berjuang mempertahankan tanah wakaf Palestina sebagaimana dahulu dilakukan oleh khalifah, para syuhada, dan para syekh. Tetap semangat mendakwahkan Islam agar seluruh elemen masyarakat bisa mendapatkan pencerahan tentang makar-makar jahat musuh Islam. Sehingga mereka bisa bangkit dan berjuang untuk membantu seluruh saudaranya yang ada di setiap penjuru dunia. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by bing.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button