Terancam Resesi, Dana Parpol Justru Makin Tinggi, Inikah Solusi Bagi Negeri?

Sistem Islam merupakan satu-satunya solusi yang benar dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi global dan nasional. Dengan sistem Islam mata uang akan stabil karena mengandalkan emas dan perak yang memiliki nilai tukar stabil.
Oleh Ana Dia Friska
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Sungguh kebijakan tak punya hati ketika banyak masyarakat yang mengeluhkan hidup semakin susah, tapi nyatanya anggaran dana bantuan parpol dinaikkan hingga tiga kali lipat. Padahal perekonomian negara kita saat ini sedang lesu, bahkan sebuah keniscayaan resesi juga akan menimpa negeri ini. Oleh itu karena penggunaan anggaran negara harus efektif dan efesien agar negeri ini tidak mengalami defisit dan kolaps lebih besar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi ekonomi dunia jatuh ke jurang resesi pada tahun depan. Perkiraan itu dibuat berdasarkan kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan bank sentral di sejumlah negara seperti AS dan Inggris demi meredam lonjakan inflasi. Sri Mulyani juga memastikan bahwa kebijakan itu akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga ancaman resesi sulit untuk dihindari. (cnnIndonesia.com, 22/09/2022 )
Apabila bunga acuan meningkat, bisa berdampak pada mata uang lokal yang melemah terhadap mata uang asing. Karena jika suatu negara memiliki banyak pinjaman dalam mata uang asing baik oleh pemerintah maupun swasta maka jumlah mata uang lokal yang akan dikeluarkan untuk membayar pinjaman dalam mata uang asing juga akan meningkat.
Jika kondisi tersebut tidak membaik, maka kombinasi rentetan harga produk yang meroket, inflasi yang meningkat, bunga acuan kredit yang naik, serta pelemahan mata uang lokal pada akhirnya akan berisiko menyebabkan terjadinya krisis ekonomi global. Inilah salah satu dampak penerapan sistem ekonomi berbasis ribawi.
Ancaman resesi terjadi hampir di seluruh penjuru dunia. Namun anehnya elit politik di Indonesia seolah tak peduli, justru mereka sedang mengusulkan untuk meningkatkan dana bantuan bagi partai politik (parpol). Hal ini jelas menunjukkan abainya negara atas nasib rakyat yang terancam kehidupannya, namun peduli pada parpol yang akan jadi kendaraan politik meraih kursi.
Menaikkan dana parpol saat banyak rakyat miskin butuh bantuan, merupakan kezaliman yang nyata. Karena seharusnya anggaran tersebut lebih layak diberikan kepada rakyat daripada bantuan kepada parpol. Ditambah lagi perekonomian negara bahkan dunia mengalami kelesuan dikarenakan penerapan sistem ribawi yang mengalokasikan uang pada sektor non riil. Sehingga hal ini berpotensi besar akan menyebabkan resesi besar-besaran.
Paradoks ini menunjukkan secara nyata bobroknya sistem kapitalis demokrasi. Negara atau penguasa dalam sistem ini lebih berpihak kepada parpol daripada rakyat. Rakyat hanya diperhatikan ketika menjelang pemilu untuk meminta suara, setelahnya mereka tak peduli lagi.
Rakyat atau umat membutuhkan penguasa yang peduli, mengurus kebutuhan rakyatnya dengan tulus juga rasa tanggung jawab yang besar. Jika kita kembali melihat sejarah, hanya Islamlah yang mampu mewujudkan. Karena dalam sistem Islam, memilih pemimpin/Khalifah tidak bisa sembarangan. Menjadi seorang pemimpin merupakan amanah yang besar yang diserahkan umat kepada khalifah, karena khalifah merupakan wakil umat dalam menjalankan pemerintahan, kekuasaan, dan penerapan hukum syariat.
Sistem Islam merupakan satu-satunya solusi yang benar dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi global dan nasional. Dengan sistem Islam mata uang akan stabil karena mengandalkan emas dan perak. Standar mata uang emas dan perak merupakan standar yang stabil dari sisi nilai dan pertukaran antar mata uang.
Karena yang pasti, sistem Islam adalah sistem yang berasal dari Allah Swt. yang wajib diterapkan oleh umat manusia di muka bumi ini. Wallahu a’lam bisshawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






