
Menghapus semua jejak
Memastikan tak ada yang tersisa
Menatap masa depan yang penuh harapan
Menanti keadilan pemilik semesta alam
Oleh Sri Purwanti, Amd. K. L.
(Analis Mutiara Umat)
JURNALVIBES.COM – Perlahan namun pasti sepasang kaki itu melangkah pergi
Seolah enggan menoleh ke belakang lagi
Dia kemasi segala duka, lara yang menerpa diri
Fitnah keji yang melukai hati
Perlahan namun pasti, dia melangkah pergi
Tak lagi mampu tergapai
Memilih meninggalkan pemberi luka tak terperi
Berharap bisa menuntut keadilan di kehidupan abadi
Perlahan namun pasti, tak menoleh lagi
Bahkan menghapus semua jejak yang sempat terpatri
Memastikan tak ada yang terurai
Semua hal yang mengingatkan pada luka yang menimbulkan nyeri
Laku tak bijak, pun fitnah keji
Perlahan namun pasti dia melangkah pergi
Karena sadar serpihan berlian jauh lebih berharga dari bongkahan batu
Tak ingin menoleh ke belakang lagi
Menatap bongkahan batu yang telah memberi luka
Menghapus semua jejak
Memastikan tak ada yang tersisa
Menatap masa depan yang penuh harapan
Menanti keadilan pemilik semesta alam. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com





