Opini

Kasus Raya, Cermin Lemahnya Perlindungan Terhadap Anak?

Dalam sistem Islam, aspek kesehatan merupakan tanggung jawab negara. Sehingga negara wajib menjamin kesejahteraan dan membantu kalangan yang lemah. Kondisi sosial masyarakat pun terjaga dalam Islam. Kepedulian di antara masyarakat akan terbangun sehingga seorang Muslim tidak akan membiarkan tetangga/saudaranya berada dalam kesulitan.


Oleh Astuti Rahayu Putri
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Tumbuh dengan sehat dan ceria merupakan hak setiap anak. Namun, kenyataannya tidak semua anak bisa mendapatkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya. Seperti yang dialami seorang balita bernama Raya.

Hidup Raya sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, Raya yang masih berusia empat tahun itu terinfeksi ribuan cacing dalam tubuhnya hingga akhirnya nyawa Raya tak bisa diselamatkan. Memang, kasus infeksi cacing atau yang biasa dikenal dengan istilah cacingan kerap kali terjadi pada anak-anak. Namun, yang menjadikan kasus Raya ini berbeda adalah selain karena keparahan infeksinya, juga karena fakta dibalik kasus Raya yang menyayat hati.

Pertama, fakta bahwa lingkungan tempat tinggal Raya yang sangat tidak layak. Rumah semi panggung milik keluarganya berdiri di atas kandang ayam, dan tidak memiliki kamar mandi. Sehingga mandi dan buang air dilakukan di empang atau aliran air kecil dekat rumahnya.

Kedua, kondisi ayahnya yang sakit-sakitan dan ibu yang mengalami keterbelakangan mental juga membuat pengasuhan terhadap Raya tidak optimal. Apalagi kemiskinan ekstrem yang dialami keluarga Raya membuat mereka minim edukasi. Sehingga menyulitkan akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi yang baik. Kondisi ini tentu saja memperbesar risiko infeksi parasit (tribunnews, 27-08-2025).

Sangat disayangkan, respon para pejabat dan pihak terkait mengenai kasus Raya baru muncul setelah kabarnya mencuat ke publik. Apakah harus menunggu beritanya ramai dulu baru mendapat perhatian? Di saat generasi emas begitu dielu-elukan. Nyawa seorang balita malah terabaikan. Inikah cermin lemahnya perlindungan negara terhadap anak?

Raya merupakan korban dari lemahnya perlindungan negara terhadap rakyat, terutama rakyat miskin dan lemah. Bagaimana tidak, keluarga Raya sudah begitu lama hidup dalam kondisi sulit dan lingkungan yang sangat tidak sehat. Padahal program maupun bantuan pemerintah sebenarnya banyak yang bisa disalurkan pada keluarga Raya. Tapi nyatanya kondisi mereka tak kunjung membaik. Seakan janji-janji peduli terhadap rakyat hanya ilusi semata.

Selain itu, pelayanan kesehatan di negeri ini masih belum mampu memberikan jaminan kesehatan bagi rakyatnya termasuk anak-anak. Apa lagi jika sudah berbicara mengenai kondisi anak-anak yang sangat miskin dan tinggal di daerah pedalaman. Sungguh sangat memprihatinkan. Hal ini semakin diperparah dengan mekanisme layanan kesehatan yang ada masih sebatas formalitas serta prosedur yang rumit. Sehingga membuat layanan tidak bisa diakses oleh orang-orang yang sejatinya paling membutuhkan bantuan.

Kesenjangan yang memilukan ini tidak bisa terus-menerus dianggap normal. Karena ini merupakan bentuk kezaliman yang mesti segera ditemukan akar masalahnya. Agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Sejatinya, kesenjangan yang hari ini semakin terasa merupakan dampak dari penerapan sistem kapitalisme. Karena sistem kapitalisme hanya mementingkan para pemilik modal. Sehingga sebaik apapun kebijakannya, ujung-ujungnya akan berbenturan dengan kepentingan elit.

Walhasil mereka yang punya privilege bisa mendapatkan akses kesehatan dengan layak. Sedangkan rakyat kecil dibiarkan tetap sengsara tanpa ada rasa peduli terhadap nasib mereka. Maka dari itu, solusi tepat untuk memperbaiki kondisi buruk saat ini adalah dengan menerapkan sistem yang bisa menyejahterakan rakyat secara merata. Lalu sistem apa itu?

Jika mencari perlindungan sejati maka jawabannya ada pada sistem Islam. Mengapa demikian? Pertama, karena Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah saja, namun mengatur segala aspek kehidupan. Mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, politik, budaya dan juga kesehatan. Maka, menerapkan peraturan Islam dalam segala aspek kehidupan merupakan jalan keluar dari banyaknya masalah kehidupan umat saat ini.

Kedua, karena penerapan sistem Islam juga merupakan bagian dari ibadah. Di dalam Al-Qur’an pun diseru untuk menerapkan syariat Islam di tengah kehidupan:

ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Artinya: “Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui” (QS Al- Jasiyah ayat 18).

Dalam sistem Islam, aspek kesehatan merupakan tanggung jawab negara. Sehingga negara wajib menjamin kesejahteraan dan membantu kalangan yang lemah. Kondisi sosial masyarakat pun terjaga dalam Islam. Kepedulian di antara masyarakat akan terbangun sehingga seorang Muslim tidak akan membiarkan tetangga/saudaranya berada dalam kesulitan, mereka akan bersegera menolong.

Negara wajib menyediakan layanan kesehatan dengan fasilitas terbaik, gratis, serta prosedur yang mudah, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan, sebagaimana sudah pernah terjadi di masa pemerintahan Sultan Mahmud Saljuqi. Pada masa itu segala fasilitas rumah sakit (dokter, alat kesehatan, dan obat-obatan) diangkut dengan 40 unta. Hal ini bertujuan agar pelayanan kesehatan bisa secara merata dirasakan oleh semua rakyat baik yang tinggal di kota maupun pedalaman.

Kasus Raya ini menjadi bukti bahwa perlindungan terhadap anak saat ini masih lemah. Sudah saatnya kini untuk serius memberikan perlindungan pada anak. Oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak terutama sistem pemerintahan yang mau tunduk terhadap aturan Allah. Demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan terwujud generasi yang berkualitas. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button