Harga BBM Naik, Efek Domino Membuat Panik

Sumber daya alam merupakan harta yang jumlahnya tidak terbatas maka individu tidak boleh menguasainya. Sebab sumber daya alam, termasuk harta milik umum dan hasilnya masuk dalam kas negara yang digunakan untuk kepentingan umat.
Oleh Ana Dia Friska
JURNALVIBES.COM – Malang nian nasibmu sayang, negara luas nan kaya tak mampu membuatmu sejahtera. Saat ini rakyat Indonesia harus menelan pil pahit terus-menerus. Kembali pemerintah membuat kebijakan yang menyakiti, bagaimana tidak Bahan Bakar Minyak ( BBM ) yang belum lama naik, kini telah naik kembali. Tidak tanggung-tanggung kenaikannya membuat rakyat gigit jari.
Seperti yang kita ketahui, pemerintah telah memutuskan menaikkan harga Pertalite, Solar, dan Pertamax pada 3 September 2022 lalu. Harga Pertalite resmi dinaikkan menjadi Rp10.000 per liter dari Rp7.650 per liter, harga Solar naik menjadi Rp6.800 per liter dari Rp5.150 per liter, dan Pertamax naik menjadi Rp14.500 per liter dari Rp12.500 per liter. (cnbcindonesia.com, 05/09/2022 )
Di dunia termasuk Indonesia BBM menjadi sumber energi yang sangat diperlukan dalam berbagai bidang, salah satunya transportasi. Kenaikan harga BBM ini memberikan efek domino pada yang lain terutama, kebutuhan pokok. Tarif kendaraan umum dipastikan akan ikut naik, akhirnya masyarakat memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Iarena kendaraan pribadi makin banyak di jalanan, akhirnya kemacetan tak terelakan. Inilah salah satu dari beberapa efek domino karena kenaikan harga BBM ini.
Dalam hal ini, Pemerintah telah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). BLT BBM akan disalurkan kepada 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Adapun besaran BLT BBM adalah Rp600 ribu yang disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama diberikan Rp300 ribu pada bulan September 2022, kemudian tahap kedua baru akan disalurkan pada Desember 2022 nanti. (Tribunnews.com, 8/9/2022 )
Namun apakah dengan memberikan BLT BBM ini masalah telah selesai? Nyatanya tidak, BLT BBM hanya menjadi pereda nyeri, bukan solusi apalagi menyelesaikan masalah yang terjadi. Harga BBM tetap naik, harga kebutuhan pokok tetap naik, tarif kendaraan umum tetap naik, inflasi bisa saja terjadi. BLT BBM hanya jadi solusi sementara, bukan solusi tuntas yang mengakar.
Lantas bagaimana solusinya? Kita perlu memperbaiki tata kelola aturan terkait sumber daya energi di negeri kita. Karena seperti yang kita ketahui sumber daya alam di Indonesia sangat banyak. Jika dikelola dengan benar maka kebutuhan akan BBM untuk rakyat Indonesia bisa lebih dari cukup. Tapi faktanya, negara kita tak mampu mengelola sehingga dialihkan pengelolaan sumber daya alam ini pada swasta dan asing. Yang namanya perusahaan pasti ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, sehingga pengelolaan sumber daya alam yang seharusnya untuk dinikmati oleh rakyat, hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.
Inilah akibat dari sistem yang diterapkan di negeri kita, dimana sumber daya alam boleh dikelola atau dimiliki oleh individu. Tidak ada batasan harta dalam sistem ini, sehingga menjadikan yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin banyak. Kesenjangan makin nampak jelas.
Sangat berbeda dengan sistem Islam yang memberikan rambu-rambu kepemilikan harta. Semua diatur dengan rapi, mana yang boleh dimiliki individu, dimiliki oleh umum, dan dimiliki oleh negara.
Sumber daya alam merupakan harta yang jumlahnya tidak terbatas maka individu tidak boleh menguasainya. Sebab sumber daya alam, termasuk harta milik umum dan hasilnya masuk dalam kas negara yang digunakan untuk kepentingan umat. Rasulullah bersabda, “Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal; air, padang dan api” (HR Abu Dawud). Dalam hadis ini juga menegaskan bahwa harta yang termasuk milik umum adalah sumber daya alam yang sifat pembentukannya menghalangi individu untuk memilikinya.
Syariat Islam merupakan satu-satunya solusi yang tuntas dan mengakar untuk mengatasi segala problematika umat saat ini. Sistem kapitalisme telah terbukti tidak mampu mengurus umat, justru hanya menyengsarakan umat dengan kebijakan-kebijakan licik hasil dari penguasa zalim yang dilahirkan sistem ini.
Jadi masihkah percaya dengan sistem ini? Tidakkah kita rindu hidup dalam sistem Islam yang telah terbukti dalam sejarah mampu menyejahterakan umat Islam hingga berabad-abad lamanya? Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






