Mental Umat Terjaga Hanya dengan Islam

Hanya dengan menerapkan Islam dalam segala aspek kehidupan, kesehatan mental rakyat terjaga. Karena Islam sebagai sistem hidup yang menjadi solusi untuk mengatasi segala persoalan manusia.
Oleh Ummu Asma’
JURNALVIBES.COM – Di era globalisasi saat ini tampak begitu banyaknya perubahan yang dinamis. Baik itu teknologi, gaya hidup, tren, ekonomi, maupun hubungan antar manusia. Bahkan, tidak dapat dimungkiri seiring perkembangan tersebut banyak orang yang mengalami gangguan kejiwaan karena tekanan arus gaya hidup yang sebetulnya tidak mampu untuk dijalaninya.
Riset terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation University of Washington terkait Global Burden of Disease (GBD) 2019 menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental tetap bertahan dalam 10 penyebab teratas beban penyakit di seluruh dunia. Tak ada bukti pengurangan secara global pada beban ini sejak 1990. Dalam konteks Indonesia, riset ini menunjukkan tren peningkatan jumlah gangguan kesehatan mental dalam 30 tahun terakhir. (theconversation.com, 11/10)
Menurut riset di atas gangguan mental yang tengah terjadi di masyarakat mengalami peningkatan. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal termasuk lingkungan dan corak pembangunan yang kapitalistik. Ditambah sebelumnya ada pandemi yang cukup lama sehingga banyaknya pengusaha kecil hingga menengah atas mengalami gulung tikar efek dari lockdown dan menimbulkan peningkatan angka depresi di tengah-tengah masyarakat.
Faktor internal yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental adalah kurang kuatnya akidah seseorang tersebut. Sehingga ketika dihadapkan pada permasalahan yang menimpa dirinya, mudah mengeluh kurang bersyukur, frustasi hanya mengandalkan kemampuan manusiawi, bahkan sampai bunuh diri. Karena kurang yakinnya kepada takdir Allah ta’ala itu merupakan yang terbaik untuk dirinya. Padahal, manusia yang hakikatnya memiliki kelemahan merupakan makhluk ciptaan Allah, yang seharusnya meminta pertolongan kepada Allah ketika mengalami masalah dalam hidupnya.
Lalu faktor eksternal yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental banyak sekali. Bisa dari keluarga, lingkungan masyarakat, bahkan sampai negara. Ketika masyarakat di lingkungannya memiliki karakter hedonis, konsumtif, gaya hidup mewah, hal ini akan mendorong seseorang untuk melakukan hal yang sama. Karena kalau tidak, ada rasa kekhawatiran akan dikucilkan, dicibir, bahkan dibully.
Parahnya ketika seseorang tidak mampu untuk menyamai sifat lingkungan tersebut karena kekurangan dari segi ekonomi, fisik, dan sebagainya. Inilah yang bisa menjadi penyebab timbulnya gangguan mental.
Itu baru dari faktor lingkungan, belum lagi faktor keluarga yang kurang paham tentang ajaran Islam. Sehingga tidak bisa saling menguatkan dan mengingatkan ketika ada anggota keluarga yang sedang mengalami keterpurukan.
Gangguan mental yang dialami oleh masyarakat juga tidak lepas dari peran negara. Sebab negara dalam kehidupan kapitalisme saat ini abai terhadap hak-hak dasar rakyatnya. Rakyat harus bekerja banting tulang sekadar untuk mengisi perutnya. Tidak ada jaminan harga murah untuk kebutuhan pokok. Akses pendidikan dan kesehatan terbaik sebagai hak rakyat pun tidak didapatkan oleh rakyat secara merata.
Dalam pandangan Islam, negara memiliki peranan penting dalam kehidupan rakyatnya. Seperti dalam hadits Rasulullah salallahu’alaihi wassalam: “Isma’il bin Ibrahim menceritakan kepada kami dari Ali bin Al Hakam, dia berkata: Abu Hasan bahwa Amr bin Murrah menceritakan kepadaku, dia berkata kepada Muawiyah, “Wahai Muawiyah, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, tidaklah seorang pemimpin atau wali menutup pintu rumahnya (menghindari) orang-orang yang mempunyai hajat, orang-orang yang membutuhkan, dan orang-orang miskin, melainkan Allah akan menutup pintu-pintu langit bagi hajatnya, kebutuhannya dan kemiskinannya.” Berkata (Amr bin Murrah): Kemudian Muawiyah menjadikan seseorang untuk melayani rakyatnya.” (HR. Ahmad)
Negara berkewajiban menjaga menjaga akidah rakyatnya, tidak bisa dibiarkan atau dibebaskan begitu saja tanpa ada pengawasan. Karena akidah seseorang akan berpengaruh pada kesehatan mentalnya. Negara juga berkewajiban untuk memastikan kebutuhan hidup rakyatnya sudah terpenuhi baik kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Serta memastikan pula harga jual barang-barang kebutuhan itu terjangkau atau tidak. Biaya pendidikan dan kesehatan yang harus terjangkau oleh rakyatnya, bahkan digratiskan.
Ketika kebutuhan itu mudah dipenuhi dengan biaya terjangkau, maka beban pikiran rakyatpun tidak akan terlalu berat. Sehingga tidak akan timbul masalah kesehatan mental di tengah-tengah masyarakat.
Hanya dengan menerapkan Islam dalam segala aspek kehidupan, kesehatan mental rakyat terjaga. Karena Islam sebagai sistem hidup yang menjadi solusi untuk mengatasi segala persoalan manusia. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






