Opini

Konvoi Khilafatul Muslimin Dijadikan Momen untuk Monsterisasi Ide Khilafah

Khilafah adalah sebuah sistem pemerintahan Islam warisan Rasulullah Saw. Sistem pemerintahan ini akan sesuai syariat bukan syahwat kekuasaan seperti sistem pemerintahan lainnya.


Oleh Annisa Al Maghfirah
(Pegiat Opini)

JURNALVIBES.COM – Salah satu poster bertuliskan “Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah” saat konvoi motor yang dilakukan kelompok Khilafatul Muslimin di Cawang,Jakarta Timur, hangat diperbincangkan. Konvoi dilakukan beberapa titik yakni di kota Brebes, Jakarta dan Lampung.

Selain membawa poster, anggota Khilafatul Muslimin juga membagikan lembaran maklumat/informasi yang berisi ajakan untuk bergabung dengan pusat kekhilafahan Islam mereka. Kegiatan mereka ini berlangsung sejak 2016. Mereka mengklaim telah tegak khilafah islamiyah di Indonesia dengan khalifahnya bernama Abdul Qadir Hasan Baraja. Dengan pusat khilafahnya ada di Bandar Lampung.

Tak berselang lama, pimpinan Khilafatul Muslimin ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan ujaran kebencian dan berita bohong oleh Polda Metro Jaya. Meski terdapat kejanggalan menurut beberapa kalangan, nyatanya isu khilafah kembali di framing negatif oleh media. Isu khilafah kembali dikaitkan lagi dengan isu radikalisme seolah mendapatkan momentum serta alasan untuk mengesankan bahwa khilafah adalah momok menakutkan.

Di perguruan tinggi dan dunia pendidikan tak kalah menghebohkan. Sejumlah program digaungkan dengan untuk penanganan radikalisme kembali. Alasan lain dikatakan bahwa perguruan tinggi menjadi sarang bibit-bibit radikalisme.

Sungguh sayang, di saat begitu keras menggaungkan radikalisme yang belum jelas ciri-ciri seseorang yang radikal itu seperti apa, generasi yang ada malah terpapar pergaulan bebas. Bahkan L98T yang sudah menjangkit generasi negeri malah dibiarkan. Dikemanakan ilmu selama proses pendidikan oleh orang-orang yang bersuara keras pada radikalisme tapi lunak dengan penyakit yang akan membuat tatanan kehidupan rusak. HIV-AIDS nyata ditimbulkan dari perilaku menyalahi fitrah tersebut tapi tak dipermasalahkan.

Adanya momentum isu khilafah dan radikalisme menjadikan rezim untuk menghalangi generasi Muslim mengenal secara utuh ajaran agamanya sendiri. Sebab monsterisasi terhadap khilafah dilakukan seiring penderasan arus kapitalisasi potensi pemuda.

Bola panas yang digulirkan untuk mendiskreditkan hukum dan ajaran Islam seharusnya tidak disikapi oleh generasi Muslim dengan diam. Namun harus berani angkat suara dengan kepala dingin. Sebab khilafah adalah bagian dari ajaran Islam yang tak sehoror digambarkan oleh para liberal. Tentu tak sebobrok kapitalisme yang mencengkram dunia. Yang tanpa disadari bahwa kapitalisme melenakan Muslim untuk nyaman disengsarakan dan dikondisikan untuk memisahkan ajaran Islam dalam kehidupan.

Khilafah adalah sebuah sistem pemerintahan Islam warisan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, yang eksis sejak zaman Rasulullah hingga diruntuhkan oleh kafir pembenci Islam tahun 1924. Sistem pemerintahan ini akan sesuai syariat bukan syahwat kekuasaan seperti sistem pemerintahan lainnya (kapitalisme dan sosialisme).

Para ulama banyak menjelaskan tentang khilafah sebagai sistem pemerintahan yang sahih dan umat harus sadari itu. Kembalinya khilafah ini adalah janji Allah dan kabar gembira yang Rasulullah sampaikan. Sebagaimana hadis berikut.

Hadis dari Hudzaifah radiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan al-Bazzar).

Hadis di atas dapat diterima dan dapat dijadikan hujjah. Sebagaimana juga Al Hafizh Al ‘Iraqi mengomentari, “Hadis ini sahih, Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya.” (Al-‘Iraqi, Mahajjat al-Qurb ila Mahabbat al-‘Arab, hlm. 176).

Sudah seharusnya, kaum Muslim meyakini bahwa Islam akan kembali menguasai dunia. Sekelas National Intelligence Concil’s (NIC) saja yang notabene badan intelijen Amerika bahkan sejak jauh hari telah memprediksi akan tegaknya kekhalifahan Islam. Jadi, khilafah diupayakan dengan cara yang baik sebagaimana Rasulullah contohkan dan bukan untuk ditakutkan. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button