Opini

Ancaman Keras Bagi Penyembunyi Kebenaran

Namun jika mereka tidak bertobat dan tetap menyembunyikan kebenaran hingga akhir hayatnya, maka sungguh bagi mereka laknat Allah, para malaikat, dan semua makhluk yang bisa melaknat.


Oleh: Novida Sari, S.Kom
(Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal)

JURNALVIBES.COM – Penyembunyi kebenaran akan senantiasa ada di tengah-tengah manusia. Oleh karena itu, Allah Swt. memberikan ancaman keras bagi mereka berupa laknat, sebagaimana firman Allah Swt.,

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتٰبِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَلْعَنُهُمُ اللّٰهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُوْنَۙ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang melaknati” (QS Al- Baqarah [2] : 159).

Abu Al Aliyah berkata, “Ayat ini turun berkenaan dengan ahli Kitab yang menyembunyikan sifat Rasul Muhammad Saw.,”. Kemudian ia mengabarkan bahwa orang-orang ahli kitab dilaknat oleh segala sesuatu karena pengetahuannya, tetapi ia sembunyikan pengetahuannya tersebut. Sebagaimana seorang ulama yang dimintakan ampunan oleh segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Maka nasib mereka kebalikan dari para ulama, karena Allah Swt., para malaikat, manusia, juga semua penghuni langit dan bumi yang bisa melaknat akan melaknat mereka.

Dari Abu Hurairah R.a., ia berkata, “Kalau bukan karena ayat di dalam Kitab Allah azza wa jalla, tentulah aku tidak akan menyampaikan hadis kepada seorang pun, ayat tersebut adalah اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk” (H.R. Al Bukhari).

Menurut Abu Al Aliyah, Rabi’ bin Anas, dan Qatadah ayat وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُوْنَۙ dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat, yakni para malaikat dan orang-orang beriman akan melaknat mereka. Jika di dalam hadis disebutkan bahwa seorang alim akan dimintakan ampun oleh segala sesuatu hingga ikan-ikan yang ada di laut (H.R. Ibnu Majah), maka ayat ini menyebutkan bahwa orang yang menyembunyikan pengetahuan yang telah Allah Swt. turunkan akan dilaknat oleh Allah Swt., para malaikat, manusia seluruhnya, juga semua makhluk yang bisa melaknat.

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai seorang hamba, Dia menyeru Jibril seraya berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai fulan maka cintailah ia’. Lalu Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru di langit seraya berkata: ‘Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit mencintainya’. Kemudian dijadikan untuknya penerimaan di bumi. Sebaliknya, apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril seraya berfirman: ‘Sesungguhnya Aku membenci fulan maka bencilah ia’. Maka JIbril membencinya. Lalu Jibril menyeru pada penduduk langit: ‘Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah ia’. Lalu penduduk langit membencinya. Kemudian diletakkan untuknya kebencian padanya di bumi”. (H.R. Muslim)

Kemudian Allah Swt. mengecualikan orang-orang yang bertaubat dari mereka, sebagaimana firman Allah Swt.:
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَٰئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya: “Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS Al-Baqarah [2] : 160).

Seseorang yang memiliki kesalahan datang pada Allah lalu minta diampuni dosanya, maka Allah Swt. akan mengampuninya. Sehingga ahli kitab yang dahulunya menyembunyikan kebenaran lalu menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya serta mengadakan perbaikan akan diterima tobatnya oleh Allah Swt. Bahkan Allah Swt. lebih menyukai terhadap orang yang menyadari dirinya penuh dengan dosa, lemah, dan butuh pada Allah Swt. dibandingkan dengan ahli ibadah yang merasa dirinya suci.

Namun jika mereka tidak bertobat dan tetap menyembunyikan kebenaran hingga akhir hayatnya, maka sungguh bagi mereka laknat Allah, para malaikat, manusia dan semua makhluk yang dapat melaknat. Wallahu a’lam bishshawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button