Opini

Kesehatan Mental Butuh Solusi Sistemik

Sesungguhnya gangguan mental merupakan masalah sistemik. Akibat diterapkannya hukum sekuler yang memisahkan antara agama dan kehidupan masyarakat menjadi jauh dari Allah Swt. baik secara akidah maupun aturan hidup. Oleh karena itu perlu solusi fundamental untuk mengatasinya.


Oleh Siti Uswatun Khasanah
(Aktivis Dakwah Remaja)

JURNALVIBES.COM – Tanggal 10 Oktober lalu diperingati sebagai hari kesehatan mental sedunia. Hari ini ditetapkan oleh Federasi Kesehatan Mental Dunia (WFMH) pada tahun 1992. Tujuannya adalah untuk mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan mental secara keseluruhan. Selain itu, Hari Kesehatan Mental Sedunia juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepekaan akan berbagai aspek kesehatan mental. (theconversation.com, 11/11/2022)

Kesehatan mental merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan pada saat ini. Dikutip dari theconversation.com, riset terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation University of Washington terkait Global Burden of Disease (GBD) 2019 menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental tetap bertahan dalam 10 penyebab teratas beban penyakit di seluruh dunia.

Tidak ada bukti pengurangan secara global pada beban ini sejak 1990. Dalam konteks Indonesia, riset ini menunjukkan tren peningkatan jumlah gangguan kesehatan mental dalam 30 tahun terakhir.

Kesehatan mental memang masalah yang sangat serius karena kesehatan mental akan mempengaruhi produktivitas masyarakat. Selain itu dampak dari gangguan mental juga dapat meningkatkan angka bunuh diri. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mental, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Menurut Ilham Akhsanu Ridho, dosen dan peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, perempuan di Indonesia rentan mengalami gangguan kesehatan mental karena mengalami beban ganda dalam keluarga dan tempat kerja. Selain dituntut oleh sistem sosial untuk mengurus pekerjaan di ranah domestik, perempuan juga dituntut bekerja untuk meningkatkan pendapatan keluarga, apalagi di kalangan kelompok miskin. Selain sektor domestik, kerentanan sosial muncul saat perempuan mengurus rumah tangga, anak, perceraian (jika terjadi), konflik dengan pasangan, kekerasan dalam rumah tangga.

Gangguan mental yang dialami oleh perempuan salah satunya akibat adanya beban ganda ini merupakan problem sistemik pada corak pembangunan yang kapitalistik. Perempuan yang seharusnya hanya memiliki kewajiban untuk mendidik anak dan mengurus rumah, namun dituntut untuk bekerja meningkatkan pendapatan keluarga.

Terkadang faktor ekonomi menjadi penyebab gangguan mental. Apalagi di tengah sulitnya masyarakat mencari pekerjaan, naiknya harga kebutuhan namun tak ada jaminan akan kebutuhan masyarakatnya oleh negara. Hal ini disebabkan oleh ekonomi liberal yang diterapkan di negeri ini.

Gangguan mental juga dapat disebabkan oleh kurang harmonisnya keluarga, baik antar pasangan, antar orang tua dan anak maupun antar saudara. Gangguan mental juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan masyarakat atau pergaulan dapat berupa kekerasan, pelecehan, label negatif yang tidak benar, atau pun bullying.

Faktor dari lingkungan keluarga ini disebabkan oleh fungsi peran masing-masing keluarga yang dijalankan tidak sebagaimana mestinya. Dalam lingkup masyarakat juga terjadi kurangnya kontrol masyarakat bahkan masyarakat yang menjadi penyebab gangguan mental tersebut.

Sesungguhnya gangguan mental merupakan masalah sistemik. Akibat diterapkannya hukum sekuler yang memisahkan antara agama dan kehidupan masyarakat menjadi jauh dari Allah Swt. baik secara akidah maupun aturan hidup. Akibatnya melahirkan masyarakat yang tidak produktif akibat gangguan mental ini.

Problem ini tentunya sangat membutuhkan solusi sistemik. Tatanan kehidupan masyarakat harus segera diperbaiki, yakni memperbaiki seluruh tatanan kehidupan masyakarat di segala bidang yang mampu mempengaruhi hidup manusia.

Islam sebagai sistem hidup memiliki solusi untuk mengatasi persoalan ini secara sistemik. Islam akan menjaga umatnya baik dari luar maupun dari dalam.

Islam sebagai aturan hidup manusia yang diturunkan langsung oleh Sang Pencipta. Lantas, masihkah kita menggantungkan harap pada sistem kapitalisme sekuler hari ini? Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by google.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button