Kemana Kemanusiaan Saat Palestina Menderita?

Sistem kapitalis melahirkan paham nasionalisme yang menyebabkan kaum Muslim dipecah-pecah menjadi banyak negara dan bangsa. Akhirnya sekat ini menumbuhkan sikap egois yang dipikirkan hanya negaranya sendiri. Ketika belahan negeri Muslim lain meminta pertolongan, dengan mudah pemimpin Muslim berkelit dengan berbagai alasan untuk kepentingan bangsanya.
Oleh Adibah
(Aktivis Muslimah Banjarbaru)
JURNALVIBES.COM – Rasa kemanusiaan telah hilang pada zionis Israel dan juga penguasa Muslim yang diam melihat genosida di Palestina. Akankah kita turut diam? Tidak!!! kita harus terus bersuara,terus berjuang hingga hadirnya sang pelindung umat yang akan membebaskan Palestina.
Genosida di Gaza tak kunjung usai. Bertepatan dengan hari kedua Idul Adha, ada 17 warga Palestina yang meninggal dunia pada hari Sabtu (7/6/2025), akibat serangan udara dan tembakan militer zionis Israel di Jalur Gaza Selatan. Selain itu terdapat juga 40 orang yang mengalami luka-luka di tenda pengungsian wilayah barat Khan Younis. (Beritasatu, 07-06-25).
Penjajah zionis Israel terus saja membombardir Gaza, bayi-bayi dan anak-anak tak berdosa menjadi korban. Mereka benar-benar hilang sisi kemanusiaannya, bagi zionis anak-anak Gaza yang terlahir harus dimusnahkan, karena mereka keturunan bangsa Palestina.
Lebih mengenaskan lagi, zionis menggunakan senjata kelaparan untuk menghabisi rakyat Palestina. Bantuan pangan yang harusnya masuk dihalangi oleh zionis. Pun ketika bantuan diberikan dalam jumlah terbatas, rakyat Palestina yang mengambil bantuan dihujani dengan bom, mengakibatkan sebagian dari mereka terbunuh.
Bahkan ketika umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Adha, zionis terus saja menghujani bumi Gaza dengan bom. Ditambah lagi diamnya para penguasa Muslim , yang sampai detik ini masih enggan mengirimkan tentaranya untuk mengusir zionis Israel dari bumi Gaza.
Mengapa rasa kemanusiaan itu menghilang? apakah karena individualisme yang sangat dalam merasuk ditubuh umat ? Ya, kemanusiaan hilang dari para zionis Israel dan juga para pendukungnya , termasuk juga penguasa Muslim yang enggan membela saudara Muslimnya adalah buah dari pemikiran materialistik dalam sistem kapitalisme.
Materi sangat diagungkan, yang kuat menindas yang lemah. Rasa kebencian terhadap suatu bangsa terus mendominasi hingga dengan sadar menghilangkan rasa kemanusiaan. Selain itu dalam sistem kapitalisme juga melahirkan paham nasionalisme. Kaum muslimin dipecah-pecah menjadi banyak negara bangsa. Mereka diberikan lambang negara, lagu kebangsaan, batas territorial, bendera negara masing-masing , akhirnya yang dipikirkan hanya negaranya sendiri. Ketika Palestina berteriak meminta pertolongan, dengan mudah pemimpin Muslim berkelit dengan berbagai alas an untuk kepentingan bangsanya.
Padahal secara nyata, Gaza- Palestina memerlukan bantuan tentara. Karena berapa pun bantuan pangan, kesehatan dan lain-lain kita berikan, selama zionis Israel tidak diusir, maka usaha tersebut tak akan berkesudahan, nyawa-nyawa tak berdosa terus melayang. Tentara di barak tak mungkin bergerak sendiri, mereka perlu komando yaitu dari pemimpin negara. Nah, jika sampai saat ini penguasa Muslim masih enggan mengirimkan tentara, maka kita memerlukan negara yang akan mengumandangkan komando jihad, itulah khilafah Islam.
Maka kita harus berusaha agar khilafah tegak di tengah-tengah umat. Pertama yang harus kita lakukan adalah menyadarkan umat untuk mencampakkan sistem kapitalis sekular yang bercokol saat ini. Kedua, perjuangan tersebut memerlukan kepemimpinan jamaah dakwah ideologis yang konsisten menyerukan tegaknya khilafah. Ketiga, kesadaran umat menjadi fokus dari perjuangan jamaah ini. Sembari terus menunjukkan kemuliaan bagi umat Islam yang hanya dapat diraih dengan tegaknya khilafah.
Mari kita terus berjuang, memahami kondisi yang buruk saat ini adalah buah dari sistem rusak kapitalisme. Kemudian kita berupaya memahamkan umat , dan akhirnya terbentuk arus besar umat menuntut untuk mencampakkan sistem kapitalisme sekuler dan menggantinya dengan Islam. Saat itulah khilafah Islam akan tegak dan akhirnya dapat mengirimkan pasukannya untuk mengusir zionis Israel dari bumi Palestina. Masjid Al Aqsa akan kembali ke pangkuan kaum muslimin dan kezaliman zionis Israel akan berakhir dengan ketundukan mereka pada khilafah Islam. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by telegram.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






