Hubungan Menyimpang, Tabu atau Realita?

Masyarakat sekarang gampang terpapar hal buruk yang disebarkan oleh Barat karena negara sendiri yang memang menjadikan Barat sebagai kiblat kehidupan. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa sistem yang diterapkan sekarang adalah sistem yang bobrok merugikan, memberikan banyak dampak buruk bagi umat.
Oleh Jingga Dahayu
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Baru-baru ini Indonesia dihebohkan dengan kasus viralnya komunitas di facebook dengan nama “Fantasi Sedarah”. Dalam komunitas tersebut diisi dengan percakapan beserta foto dan vidio yang mengandung unsur hubungan seksual sedarah yang parahnya melibatkan anak dibawah umur. Komunitas tersebut diikuti oleh ribuan pengguna facebook dari berbagai kalangan, namun jika dilihat dari percakapan pada komunitas tersebut, sebagian besar pengikutnya adalah laki-laki maupun pria dewasa.
Terkuaknya komunitas ini membuat publik sangat marah dan merasa jijik. Bagaimana bisa seseorang memiliki hasrat seksual berhubungan dengan keluarga dekat yang memiliki hubungan sedarah. Netizen berkomentar perbuatan tersebut adalah menjadi jalur VIP menuju neraka bagi para pelaku.
Dari foto-foto beredar yang menampilkan isi percakapan di komunitas tersebut, para pelaku menceritakan bahwa ia memiliki hasrat terhadap saudara kandung, ibu kandung, anak dibawah umur yang menjadi darah dagingnya,yang masih belum mengerti apapun, dan bahkan hasrat terhadap keluarga dengan gender sejenis.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti komunitas tersebut. Titi Eko Rahayu selaku sekretaris Kemen PPPA menerangkan dalam pers pada Sabtu (17/5/2025), “Jika ada bukti pelanggaran, proses hukum harus ditegakkan demi memberi efek jera dan melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dari dampak buruk konten menyimpang” (Republika,17-5- 2025).
Setelah diusut ternyata banyak juga komunitas sejenis yang membagikan konten-konten sejenis. Mirisnya komunitas serupa pun diikuti oleh ribuan orang tak bermoral, orang-orang yang tak memiliki akal sehat.
Keluarga yang seharusnya penuh dengan kasih dan memberi rasa aman kini sudah tidak sama. Orang-orang bejat tak memiliki hati mengubah arti keluarga sesungguhnya. Tak ada lagi keluarga yang memberikan rasa aman, melaikan rasa takut. Anak-anak tak bersalah dibuat trauma buruk yang pasti akan berbekas hingga dewasa.
Bagaimana bisa keluarga dekat yang bahkan orang tuanya sendiri tega melakukan hal sangat tak bermoral dan melanggar norma. Membayangkan hubungan fantasi seksual saja sudah hal yang sangat salah apalagi jika dilakukan.
Bersangkutan dengan kasus komunitas fantasi sedarah tersebut, sudah banyak fakta berita yang beredar di internet mengenai hubungan menyimpang ini. Salah satunya adalah kasus dua sejoli kakak adik di medan yang mengirimkan mayat bayi melalui kurir aplikasi ojek online ke pemakaman umum, dan dikatakan bahwa bayi tersebut adalah hasil perbuatan menyimpang mereka.
Banyak yang ikut menyuarakan permasalahan ini dan meminta pihak berwenang untuk menutup komunitas tersebut dan menangkap orang bersangkutan dalam membuat dan meramaikan komunitas tersebut .
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengambil tindakan tegas terhadap beberapa grup Facebook yang mengunggah konten pornografi sejenis. Wakil Menteri Angga Raka Prabowo mengatakan bahwa telah melaporkan hal tersebut kepada pihak Meta yang kemudian direspons dengan penghapusan akses pada beberapa grup komunitas serupa. (Antara,16-5-2025)
Namun seharusnya upaya yang dilakukan untuk menghentikan kasus serupa, negara harus menindaklanjuti lebih tegas mengenai konten-konten berbau porno. Karena konten-konten tersebut sekarang sangat mudah untuk diakses, tersebar luas di berbagai platfrom media sosial, dan mengkonsumsi konten seperti itu adalah menjadi salah satu penyebab munculnya hasrat yang menyimpang.
Di berbagai platfrom media sosial seperti X dan telegram bahkan sangat mudah menampilkan konten berupa video maupun foto berisi unsur porno. Berbagai komunitas menyimpang seperti di Facebook maupun Whatsapp masih sangat banyak tersebar luas dengan pengikut yang ribuan. Akses yang sangat gampang dibuka adalah bukti masih dan kurangnya penanganan hingga tuntas dari pemerintah.
Munculnya ke permukaan berbagai masalah seperti ini adalah tanda kurangnya penangan pemerintah dalam mengatasi masalah. Mereka tidak menangani hingga akar-akar dari permasalahan tersebut dan tidak memberi efek jera pada sang pelaku.
Kasus terkuaknya komunitas ini hanyalah sebagian dari banyaknya hasil kebobrokan sistem sekarang. Semestinya negara bisa mengatur konten-konten atau cara penggunaan media sosial dengan bijak, agar tidak ada lagi hal seperti itu tersebar dan menjadi konsumsi masyarakat.
Hilangnya makna juga fisik keluarga dalam makna sebenarnya juga membuktikan rusaknya moral bangsa sekarang. Entah itu dari kalangan sudah berumur maupun tidak, dapat dilihat bahwa pemikiran masyarakat sudah sangatlah rusak.
Berbagai kasus seperti itu sebenarnya bukanlah hal baru yang terjadi di bumi Indonesia. Dapat dilihat dari fakta-fakta berita yang beredar sejak lama, selalu saja ada kasus seperti ini yang viral dan lambat laun akan tenggelam oleh munculnya permasalahan lainnya yang tidak kalah parah.
Mereka yang terungkap pada dunia maya tidak dapat mutlak dibuktikan akan menghentikan aksinya pada dunia nyata. Mungkin pasti saja ada komunitas ataupun perkumpulan nyata yang serupa dalam kehidupan mereka. Bisa jadi mereka akan tetap menjalankan perkumpulan tersebut entah itu secara sembunyi-sembunyi maupun tidak. Juga tidak menutup kemungkinan mereka meremehkan tindakan penangan dari pemerintah yang dianggap mereka sepele.
Buruknya masyarakat sekarang adalah hasil dari jauhnya umat dari kepemimpinan Islam. Kepemimpinan yang dapat mengatasi seluruh permasalahan hingga akarnya dan bahkan bisa mengatur setiap individu umat manusia untuk tetap dalam aturan norma yang sudah dipahami.
Di sinilah peran penting negara sangat dibutuhkan. Negara yang benar-benar bisa membimbing masyarakatnya pada jalan kebaikan yang benar. Negara yang bisa menghukum dan membuat jera pada pelaku yang melakukan perbuatan yang menyalahi aturan Islam.
Masyarakat sekarang gampang terpapar hal buruk yang disebarkan oleh Barat karena negara sendiri yang memang menjadikan Barat sebagai kiblat kehidupan.
Sudah terbukti sistem yang diterapkan sekarang adalah sistem yang bobrok merugikan, memberikan banyak dampak buruk bagi umat. Maka dari itu tidak ada lagi alasan bagi umat untuk tidak memperjuangkan tegaknya daulah islamiyyah secara kafah, menegakkan kepemimpinan dengan peraturan yang wajib diterapkan demi kesejahteraan dunia dan akhirat umat manusia. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






