Opini

Impor Cabai Membunuh Petani

Sudah saatnya kita menyadari siapa yang memiliki aturan yang sempurna dan menyejahterakan. Mengembalikan aturan kepada aturan Sang Pencipta adalah solusi menyelesaikan persoalan, karena aturannya sempurna dan juga adil.


Oleh Ade Irma

JURNALVIBES.COM – Beredar video yang memperlihatkan seorang petani cabai mengamuk dan merusak tanaman kebun cabai miliknya. Seorang anggota komisi DPR RI Slamet menanggapi hal ini. Kemarahan petani diduga akibat harga cabai di pasaran turun.

Slamet mengatakan, harga cabai yang anjlok di pasaran menandakan adanya masalah yang serius dari pemerintah. Pemerintah harus hadir melindungi petani Indonesia. Jangan hanya berpikir impor terus, sementara nasib petani makin sengsara. (Radartegal, 27/8/2021)

Impor cabe pada semester pertama 2021 sebesar 27.851 ton, naik 54 persen dibanding tahun 2020 sebesar 18.075 ton. Angka tersebut meningkat pesat, dan cabai yang diimpor pada umumnya adalah cabai merah dan rawit merah. Ini menunjukkan pemerintah memang tidak berpihak kepada petani.

Dalih pemerintah bahwa impor untuk menstabilkan harga hanya untuk lepas dari tanggung jawab mengurus petani yang membutuhkan dukungan dan perhatian dari negara.

Sistem demokrasi lagi-lagi membuktikan kegagalan dalam memenuhi kebutuhan rakyat, karena lebih berorientasi untuk mengembalikan modal politik dan mempertahankan kursi.

Di saat rakyat sedang berjuang untuk tetap bertahan di tengah pandemi, pemerintah terlihat sibuk mengurus politik kekuasaan mereka dengan wacana undang-undang dan yang ramai belum lama ini, perang baliho.

Ini sangat jauh sekali dari apa yang sudah diatur dalam aturan yang diturunkan sang Khalik yang Maha Menciptakan. Di mana seorang pemimpin seharusnya mengurusi urusan rakyat dan memenuhi kebutuhan rakyat.

Kekuasaan kepemimpinan adalah amanah untuk mengurusi rakyat. Oleh karena itu tanggung jawabnya sangat besar. Bukan malah membiarkan rakyat begitu saja, apalagi merongrong mereka dengan mengeruk sendiri sumber daya alam yang seharusnya ada sebagai harta untuk pemenuhan kebutuhan rakyat.

Sudah saatnya kita menyadari siapa yang memiliki aturan yang sempurna dan menyejahterakan. Mengembalikan aturan kepada aturan Sang Pencipta adalah solusi menyelesaikan persoalan, karena aturannya sempurna dan juga adil. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button