Opini

Harta Karun di Natuna

Peran penguasa dalam Islam adalah sebagai penjaga akidah dan harta. Dalam hal ini kedaulatan negara, dan nyawa menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Tidak ada politik balas budi , maupun kepentingan segelintir orang.


Oleh Emmy Rina Subki

JUNRALVIBES.COM – Ketegangan antara Indonesia dan Cina kembali terjadi. Setelah surat yang dilayangkan kantor Diplomat Cina sampai ke Kementerian Luar Negeri Indonesia yang mengklaim dan mengirimkan tuntutan ke Indonesia untuk segera menghentikan pengeboran di lepas pantai Natuna.

Padahal pulau ini terdapat di teritori kepulauan Indonesia. Sehingga tidak ada hak sedikit pun Cina melayangkan protes ini. Lagi-lagi penguasa saat ini terbukti tidak bisa menjaga kedaulatan negerinya Padahal negeri ini sumber daya alamnya sudah banyak dikuasai pihak asing. Lalu sampai kapan negeri ini sumber daya alamnya di caplok pihak asing? Baik legal maupun ilegal.

Banyak faktor yang menyebabkan negeri ini seperti tak berdaya menghadapi note protes seperti yang terjadi saat ini. Faktor penyebabnya adalah penerapan sistem kapitalis yang masih dipertahankan. Padahal sudah terbukti, sistem ini membuat banyak sumber daya alam di negeri ini dijajah asing dengan berbagai cara. Baik dalam bentuk kerjasama atau perjanjian antar negara. Sehingga disadari ataupun tidak kekayaan alam negeri ini sudah banyak dikuasai asing.

Hal ini akibat dari kebijakan penguasa yang memuluskan jalan penjajah. Sehingga kekayaan alam yang semestinya untuk kesejahteraan rakyat tidak dapat dinikmati rakyat di negeri ini. Rakyat hanya bisa bertahan dalam kondisi yang sangat memprihatikan, karena tidak adanya kepengurusan terhadap kesejahteraan rakyat di negeri ini.

Dilansir dari laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan migas di Laut Natuna Utara memang cukup besar.
Cadangan minyak di Laut Natuna Utara sebesar 92,63 juta standar barel atau milion stock tank barrel (MMSTB). Cadangan potensial ini terdiri dari berbagai cadangan. Besarnya cadangan minyak ini diperkirakan 88,90 MMSTB dan cadangannya mungkin 48,23 MMSTB. Di sisi lain, sudah terbukti cadangan gas bumi di Laut Natuna Utara adalah 1.045,62 juta kaki kubik atau billions of standard cubic feet (BSCF).

Melihat fakta ini, negeri mana yang tidak akan tergiur dengan harta karun yang terpendam di Natuna maupun di belahan wilayah lain yang dimiliki Indonesia. Bahkan jika dikelola sendiri, SDA tersebut akan menjadikan rakyat Indonesia hidup sejahtera.

Maka seharusnya penguasa saat ini menyadari kesalahan dalam mengambil kebijakan. Sudah saatnya penguasa bersikap tegas terhadap klaim negeri penjajah manapun terhadap Indonesia. Demi kedaulatan dan kewibawaan negeri ini.

Namun apa yang terjadi saat ini, nampaknya harapan rakyat negeri ini seperti fatamorgana. Jika masih tetap mengambil sistem demokrasi kapitalis yang notabene hanya menjadi senjata ampuh untuk terus menancapkan hegemoni penjajah. Maka kerja sama dan ketergantungan dengan pihak asing pun akan membuat Indonesia semakin lemah di hadapan negeri tetangga yang berniat menguasai kekayaan negeri ini.

Berbeda sekali dengan sistem Islam. Negara akan memiliki kewibawaan, karena negara yang berdasarkan akidah Islam akan terus menjaga batas-batas negara untuk mengantisipasi klaim negeri penjajah. Negara seharusnya mempunyai amirul jihad. Direktorat ini menangani seluruh urusan yang berkaitan dengan kekuatan. Baik dalam kekuatan bersenjata pasukan, aparat kepolisian, persenjataan, peralatan baik logistik maupun yang lainnya. Sehingga kapanpun siap bertugas berjihad untuk mempertahankan kedaulatan negara.

Di dalam ajaran Islam Islam karena jihad adalah bagian dari ibadah. Setiap laki-laki Muslim yang sudah balig diharuskan ikut latihan perang sebagai persiapan jihad dan dibekali tsaqafah Islam yang matang dan tsaqafah umum setiap pasukannya. Sehingga kapanpun siap pergi ke medan perang. Demi mempertahankan akidah, harta dan nyawa. Tidak akan pernah tergantung dengan pihak asing.

Angkatan bersenjata akan ditetapkan sebagai satu kesatuan. Ditempatkan di kamp-kamp militer. Penempatannya pun diadakan di berbagai wilayah. Di tempat strategis, di bentuk setiap unit yang disebut batalion. Setiap prajurit harus diberikan pendidikan militer seoptimal mungkin.

Demikianlah cara Islam menjaga sumber daya alam. Yang hanya diperuntukkan untuk kemaslahatan umat. Negara akan mempunyai wibawa dan berdaulat penuh, karena dalam sistem pemerintahan Islam berdiri di atas akidah dan syariat. Dalam Islam sendiri negara tidak diperbolehkan menjalin kerjasama dengan pihak asing. Negara akan mempunyai aturan pemerintah yang tidak akan bisa diintervensi pihak manapun.

Peran penguasa dalam Islam.

Peran penguasa dalam Islam adalah sebagai penjaga akidah dan harta. Dalam hal ini kedaulatan negara, dan nyawa menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Tidak ada politik balas budi, maupun kepentingan segelintir orang. Seperti yang terjadi di dalam demokrasi saat ini. Sudah saatnya, dan mestinya memang harus dicampakkan sistem yang merusak dan menyengsarakan rakyat. Hanya Islam yang dapat menuntaskan seluruh problematika kehidupan manusia. Dan hanya Islam yang dapat menghapus penjajahan di bumi ini.

Maka sudah seharusnya kita kembali berjuang untuk menegakkan syariat Islam. Mengambil hukum Allah secara total.
.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu

Wallahu a’lam bissawab.[]

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button