Gencatan Senjata Bukan Solusi Hakiki Bagi Palestina

Jihad yang hanya dilakukan oleh mujahid Palestina, tidak bisa menyentuh kaum Muslim dunia karena terhalang oleh aturan yang berlaku saat ini, aturan yang berasal dari ideologi kapitalisme. Oleh karena itu keberadaan khalifah dan institusi yang menaungi (daulah), di akan membawa umat Islam dan institusi yang menaunginya menjelma menjadi negara adidaya yang mampu menyaingi negara adidaya AS.
Oleh Imas Sunengsih, S.E., M.E.
(Aktivis Muslimah Intelektual)
JURNALVIBES.COM – Perang yang berkecamuk di Palestina selama belasan bulan, kini terhenti karena adanya upaya gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Namun, jika menilik kebelakang gencatan senjata ini sudah pernah terjadi namun pihak Israel selalu melanggar perjanjian itu dengan terus memborbardir Palestina. Jadi, jauh dari panggang api, bahwa gencatan senjata ini bukan solusi hakiki untuk Palestina.
Gencatan senjata memang terjadi seperti yang dikutip dari laman web CNN.Indonesia: bahwa Hamas dan Israel setuju gencatan senjata pada Rabu. Kesepakatan itu efektif berlaku pada Minggu (19/1). (CNNIndonesia, 20-01-2025).
Lagi-lagi, solusi yang ditawarkan lembaga dunia baik PBB atau lembaga lainnya, hanya kepada solusi gencetan senjata atau solusi dua negara (Two State Solution) padahal ini bukanlah solusi hakiki untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Karena, selama Israel masih berada di dalam tanah Palestina konflik dan perang akan terus terjadi. Ketika mendalami sejarah, kedatangan bangsa Yahudi ke tanah Palestina kemudian mendirikan negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948, David Ben-Gurion , kepala Badan Yahudi, mengumumkan berdirinya Negara Israel. Presiden AS Harry S. Truman mengakui bahwa negara baru tersebut pada hari yang sama. Jadi jelas Israel telah menjajah tanah Palestina, tanah kaum muslimin yang diberkahi.
Israel dibentuk sengaja memang untuk menimbulkan konflik di Timur Tengah, negara Yahudi ini dijadikan alat oleh negara adidaya yang notabenenya dikendalikan oleh AS (Amerika Serikat) hari ini telah menjadi Timur Tengah ada dalam pengaruh dan dikuasai oleh AS. Perlu dipahami bahwasanya negara AS yang mengemban ideologi kapitalisme dengan metode imperialisme (penjajahan) telah menjadikan dunia Islam dalam kendalinya, khususnya di Timur Tengah yaitu Palestina.
Gencatan senjata yang dilakukan bukan solusi yang hakiki bagi Palestina untuk lepas dari penjajahan, artinya perang akan terus ada sesuai dengan kepentingan negara Adidaya. Bisa jadi, perang dihentikan sementara karena negara AS sedang sibuk dengan permasalahan internal negaranya dengan kebakaran hebat yang terjadi dan problem yang lainnya. Akhirnya, Israel kehilangan support sistem utamanya yang telah menyumbang dana besar, pasukan dan logistik untuk perang dengan Palestina.
Ini kesempatan bagi kaum Muslim, untuk memahami bahwa solusi bagi Palestina yang hakiki hanya dengan jihad dan khilafah. Inilah solusi tuntas dan mengakar, sebab jihad yang dikomandoi khalifah akan mengobarkan semangat jihad, tanpa khalifah yang menjadi panglima perang tidak akan mampu mengalahkan Israel dan sekutunya.
Jihad yang terjadi hari ini hanya dilakukan oleh mujahid Palestina, tidak bisa menyentuh kaum Muslim dunia karena terhalang oleh aturan yang berlaku hari ini yang berasal dari ideologi kapitalisme. Keberadaan khalifah dan institusi yang menaungi (daulah), di mana negara Islam yang akan menjelma menjadi negara adidaya yang mampu menyaingi negara adidaya AS.
Artinya, perjuangan kaum Muslim hari ini adalah menyatukan langkah, pemahaman dan perjuangan untuk mewujudkan negara khilafah ala minhaj nubuwwah. Khilafah akan menegakkan sistem Islam secara kafah, sistem yang akan mengatur tatanan kehidupan baik individu, masyarakat ataupun negara. Untuk itu, kembalinya daulah ini menjadi ketakutan bagi AS yang akhirnya membuat berbagai propaganda untuk menghalangi kembalinya daulah ke tengah umat. Berbagai macam cara dilakukan AS, mulai dari membuat opini dan narasi yang menjadikan kaum muslim phobia terhadap agamanya sendiri.
Kaum Muslim harus ingat, bahwa kembali khilafah ala minhaj nubuwwah adalah sebuah yang nyata karena itu berdasarkan
bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) dan hadis kembalinya Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah telah diriwayatkan sekitar 25 sahabat, 39 tabiin, dan sekitar 62 tabi’at-tabi’in.
Berikut ini adalah hadis dari Hudzaifah ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,
تَكُوْنُ النُّبُوَّة فِيْكُمْ مَا شَاء اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُم يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاء أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّة فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا فَيَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ gaiَرْفَعَهَا، ثُم تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَرِيَّةً فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ “
Allah juga berjanji sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nur Ayat 55, sebagai berikut:
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسۡتَخۡلِفَـنَّهُمۡ فِى الۡاَرۡضِ كَمَا اسۡتَخۡلَفَ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِيۡنَهُمُ الَّذِى ارۡتَضٰى لَهُمۡ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ اَمۡنًا ؕ يَعۡبُدُوۡنَنِىۡ لَا يُشۡرِكُوۡنَ بِىۡ شَيۡــًٔــا ؕ وَمَنۡ كَفَرَ بَعۡدَ ذٰ لِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Dua dalil inilah yaitu hadis dan Al- Qur’an yang akan menjadi hujjah, bahwasanya Islam akan menguasai dunia menjadi mercusuar yang cahayanya menerangi jagat raya dengan tegaknya Khilafah ala minhaj nubuwwah. Yakinlah wahai kaum muslimin!
Wallahu a’lam bishawab.[]
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by telegram.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






