Opini

Di Mana Posisi Penguasa Muslim Saat Al Aqsa Memanggil ?

Gencatan senjata yang diusulkan berbagai pemimpin dunia Islam hanyalah bentuk penegasan bahwa mereka tidak benar-benar memberikan pembelaan yang sempurna terhadap saudara muslim Palestina.



Oleh Nonik Sumarsih
(Aktivis Dakwah Surabaya)

JurnalVibes.com– Palestina berulang kali memanggil untuk dibebaskan. Berulang kali memanggil tentara kaum Muslimin, memanggil para pemimpin negeri kaum Muslimin. Namun, reaksi yang diberikan oleh penguasa Muslim justru berpaling dari seruan tersebut.

Beberapa lalu, sesaat terjadi genjatan senjata di jalur Gaza Palestina dengan tentara Israel, berbagai penguasa Muslim mendukung aksi tersebut. Di antaranya Sudan, dan Mesir seperti yang dilansir dari reuters.com, “Sudan welcomes ceasefire between Israelis and Palestinians”.
Dari Uni Emirat Arab (UEA) sendiri siap memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel seusai keduanya sepakati gencatan senjata. Sedangkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Sabtu (22/5/2021) mengatakan permusuhan Palestina dan Israel telah dihentikan dengan gencatan senjata. Tetapi, untuk mencapai perdamaian abadi harus didasarkan pada solusi dua negara, dialog dan resolusi PBB yang relevan.

Sayangnya, kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Mesir ini, dilanggar oleh tentara Israel itu sendiri. Genjatan senjata di Jalur Gaza yang dimulai pada Jumat (21/05/2021) dini hari tidak berlangsung lama, tentara Israel kembali menyerang umat Islam Palestina seusai mereka melakukan salat jumat di masjidil al Aqsa.

Inilah salah satu karakteristik Yahudi, seperti yang Allah gambarkan dalam surah Al-Baqarah ayat 83, orang Yahudi seringkali mengkhianati dan mengingkari janji.
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang” (QS. Al Baqarah [3]: 83).

Ulama tafsit termasyhur, Ibnu Katsir menjelaskan, melalui ayat ini Allah mengingatkan kaum Bani Israil terhadap apa yang telah Dia perintahkan kepada mereka dan pengambilan janji oleh-Nya atas hal tersebut dari mereka. Tetapi mereka berpaling dari semuanya itu dan menentang secara disengaja dan direncanakan. Sedangkan mereka mengetahui dan mengingat hal tersebut.

Ayat ini juga memberikan satu penjelasan bahwa ada lima perkara yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim, yang ini diingkari oleh kaum Yahudi pada zaman Nabi Musa as. Padahal, mereka telah mengikat janji dengan Allah Ta’ala untuk tunduk patuh dan taat.

Maka, sangat lucu ketika penguasa Muslim malah mendukung adanya genjatan senjata antara Palestina dan Israel. Tidakkah mereka memperhatikan ayat ini ? Gencatan senjata yang diusulkan berbagai pemimpin dunia Islam hanyalah bentuk penegasan bahwa mereka tidak benar-benar memberikan pembelaan yang sempurna terhadap saudara muslim Palestina. Mereka justru membiarkan Yahudi Israel berlindung dan memulihkan kekuatan di balik istilah gencatan senjata dan perdamaian.

Seperti yang terjadi di jalur Gaza. Setelah 11 hari berperang dengan kaum Muslimin di Palestina, mereka kewalahan, mereka beristirahat sebentar sambil mengambil nafas. Setelah Yahudi Israel memiliki stok energi kembali, mereka tidak akan segan-segan menyerang kembali kaum muslimin.

Begitu pula dengan solusi two state solution (solusi dua negara). Padahal telah jelas, tanah suci Al Quds adalah milik kaum Muslimin. Melalui kepemimpinan Khalifah Umar bin Khaththab pada tahun 15 H, Palestina telah dibebaskan dari kekuasaan Romawi. Safruniyus melakukan perjanjian dengan Khalifah Umar yang dikenal Perjanjian ‘Umariyah. Di antara isinya yang berasal dari usulan orang-orang Nasrani, adalah, “Agar orang Yahudi tidak boleh tinggal di dalamnya.”

Sejak saat itu, tanah Palestina berdasarkan hukum Islam termasuk tanah kharajiyyah. Khalifah Umar bin Al-Khattab juga mengatakan jika tanah Palestina adalah tanah wakaf bagi umat muslimin yang artinya tanah Palestina tidak boleh dijual atau diserahkan ke orang selain muslim.

Maka keberadaan Yahudi Israel di Palestina itu ilegal. Yahudi Israel adalah penjajah yang dilahirkan oleh Inggris dan Eropa melalui pejanjian Balfour dan perjanjian-perjanjian internasional lainnya. Kemudian dibesarkan oleh Amerika Serikat. Amerika serikatlah yang selama ini menyuplai persenjataan tentara Israel untuk menyerang kaum muslimin.

Seperti laporan dari FAS (Federation of American Scientists), Congressional Research Service yang berjudul U.S. Foreign Aid to Israel Updated November 16, 2020. “This report provides an overview of U.S. foreign assistance to Israel. It includes a review of past aid programs, data on annual assistance, and analysis of current issues. For general information on Israel, see Israel: Background and U.S. Relations in Brief, by Jim Zanotti.”
Jadi, bagaimana bisa, seorang muslim yang mengaku beriman menyerukan solusi ini ?

Two state solution adalah adalah solusi zalim. Karena sama saja mengakui eksistensi Yahudi Israel dan penjajahannya atas umat Islam di Palestina. Padahal Allah Subhanahu wata’ala memeritahkan untuk mengusir penjajah dari tanah kita.
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ
“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu.” (QS. Al Baqarah [2] : 191)

Two state solution, solusi zalim dari PBB yang diambil penguasa Muslim hanyalah menegaskan keengganan dunia Islam mengirimkan militer dan memberi solusi menghentikan pendudukan dan mengusir zionis dari bumi palestina. Ini semua terjadi karena terlalu banyak jerat negara besar dan Israel terhadap dunia Islam (berupa hubungan dagang maupun sudah terjadinya normalisasi hubungan diplomatic).

Tidak ada yang bisa mengirim tentara kaum muslimin untuk menyelamatkan saudara kita di Palestina seperti Panglima Salahuddin Al Ayyubi dan Sultan Abdul Hamid II kecuali sistem kepemimpinan tunggal Islam yakni khilafah. Hanya khilafah-lah yang mampu menghimpun seluruh kekuatan umat Islam diseluruh dunia, dan melindungi kaum muslimin dengan tentaranya.
إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Imam al-Mala al-Qari dalam Mirqât al-Mafâtiih Syarh Misykât al-Mashâbiih, juz VI, hlm. 2391 menegaskan bahwa :

”Frase (وَيُتَّقَى بِهِ) sebagai penjelasan dari kedudukan al-Imam sebagai junnah (perisai) yakni menjadi pemimpin dalam peperangan yang terdepan dari kaumnya untuk mengalahkan musuh dengan keberadaannya dan berperang dengan kekuatannya seperti keberadaan tameng bagi orang yang dilindunginya, dan yang lebih tepat bahwa hadits ini mengandung konotasi dalam seluruh keadaan; karena seorang al-Imam menjadi pelindung bagi kaum muslimin dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya secara berkelanjutan.”

Kepemimpinan ini hanya akan hadir ketika kaum muslimin diseluruh dunia bersatu dan kembali kepada syariat Islam di bawah naungan khilafah Islam.
Wallahu a’lam


Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button