Opini

Mampukah Mencetak Generasi Khairu Ummah di Tengah Masifnya Pengedaran Narkoba

Sistem Islam yang tegak atas dasar keimanan dan aturan hidup yang lurus, menetapkan kepemimpinan sebagai pengurus rakyat, pemenuh kebutuhan rakyat, serta penjaga seluruh hartanya.


Oleh Milda, S.Pd.
(Aktivis Muslimah)

JURNALVIBES.COM – Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa diciduk oleh Polri atas dugaan kasus penjual barang bukti narkoba. Kasus ini seolah berbalik dengan pidatonya kepada jajaran anggotanya tentang perintah agar tidak ada yang bermain-main dengan menyalahgunakan kewenangan sebagai anggota polisi demi materi. “Sebagai pimpinan, saya berpesan sekaligus meneruskan pesan pak Kapolri. Berhati-hatilah saudara dalam melakukan tugas, jangan gegabah, jangan pamrih, kalau ingin kaya jangan jadi polisi,” kata Teddy seperti dikutip dari rekaman video, Minggu (16/10/2022). (liputan6.com)

Negeri khatulistiwa merupakan bagian dari Asia Tenggara yang juga tingkat peredaran narkoba cukup tinggi di dunia. Bagaimana tidak, negeri ini membuka peluang untuk lalu-lalang peredaran narkoba.

Dengan wilayah yang luas menjadikan negara ini sebagai pasar bebas untuk para sindikat narkoba. Tahun 2021 saja hingga pertengahan 2022 BNN berhasil menciduk 55.392 kasus tindak pidana narkoba, sungguh miris! Tidakkah ini merupakan ancaman bagi para pemuda negeri ini, jika negara saja memberi ruang selebar-lebarnya bagi peredaran narkoba akankah negeri menjadi salah satu produksi pengedaran narkoba?

Jika diamati sejauh ini ada 80% peredaran narkoba yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Aktivitas yang menjadikan barang haram tersebut sebagai ajang bisnis menggiurkan karena semua lapisan dari anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa pun telah banyak mencicipi barang terlarang itu. Para petinggi negara ini yang ditugaskan sebagai pelindung justru mendukung kejahatan tersebut yang semua itu menguntungkan mereka.

Di tengah krisis ekonomi juga krisis perlindungan masyarakat terhadap pengedaran seperti data BNN mengungkapkan ternyata 70% masyarakat pengguna narkoba yang rata-rata para pemuda dari usia 15-65 tahun. Sungguh miris! Pemimpin negeri mayoritas Muslim masih gagal memberantas para pengguna narkoba, terlebih didukung oleh berbagai teknologi modern yang mampu memperluas pengedaran narkoba.

Pemuda yang digadang-gadang sebagai agen perubahan untuk masa depan suatu bangsa dan negara. Justru semua pupus di tengah keprihatinan para pengguna narkoba yang kian hari tidak terbantahkan. Kejahatan yang dipicu para pengguna narkoba tidak terelakkan bahkan tidak sedikit mengancam keselamatan masyarakat sekitar hingga berujung melayangnya nyawa orang. Apapun maksiat yang di lakukan seseorang termasuk pengguna narkoba akan berdampak buruk seperti terganggunya kesehatan, mental, fisik generasi muda, dan ini memupuskan harapan bangsa sebagai pencetak generasi peradaban mulia.

Siapapun orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti baik serta ketakwaan yang tinggi kepada Sang Pencipta. Namun saat ini semua jauh dari harapan sebagai generasi penentu peradaban. Sehingga pemuda/generasi perlu diselamatkan dengan aturan Islam. Sebab Islam mampu menyelesaikan problematika termasuk menyelamatkan para generasi muda dari pengaruh narkoba. Hanya dengan Islam peredaran narkoba bisa dihentikan sehingga generasi muda mampu diselamatkan.

Mestinya dengan makin masifnya peredaran benda haram itu, penguasa harus melakukan tindakan tegas dengan memutus mata rantai peredaran narkoba. Melihat makin banyaknya anak bangsa yang terjerumus dalam kerusakan akibat benda haram tersebut.

Hal yang lumrah dalam demokrasi bahwa semua kebijakan mengarah pada keuntungan semata tanpa mau melihat dampak yang timbul dan bahkan membahayakan rakyatnya dan bukan menuntaskan masalah karena semua dihitung berdasarkan untung rugi.

Sistem kapitalisme menempatkan materi sebagai puncak kebahagiaan sehingga apapun yang di kerjakan selama itu menghasilkan pundi-pundi, tidak peduli halal-haram, baik-buruk suatu pekerjaan termasuk penjualan narkoba yang jelas-jelas haram akan kalah dengan materi. Sehingga sudah selayaknya mencampakkan sistem bathil ini yakni kapitalisme.

Dalam paham kapitalisme liberal segala kebebasan terbuka lebar bagi manusia sebab sistem ini tidak menempatkan Islam sebagai pengatur kehidupan manusia. Maka, tidak heran jika kemudian berbagai kezaliman makin merajalela, karena solusi yang diberikan hanyalah solusi pragmatis. Umat Muslim yang semestinya taat syariat justru makin hilang identitas. Sehingga Muslim semakin berani terang-terangan menampakkan kemaksiatan termaksuk peredaran dan pebisnis narkoba.

Dalam hal ini keluarga, masyarakat dan negara tidak lagi berfungsi sebagai pelindung dalam menjaga para generasi/pemuda dari paparan barang haram tersebut. Semestinya negara menjadi garda terdepan dalam melindungi seluruh rakyatnya tetapi semua harapan itu hanyalah “tong kosong, nyaring bunyinya” yang tak mampu mengatasi justru kemaksiatan seolah didukung oleh negara.

Miris! Generasi kita jauh dari kata “Pencetak Peradaban” padahal merekalah harapan. Namun, pikiran dan mentalnya pun kini telah di racuni oleh paham-paham kebebasan tanpa ada rasa takut terhadap Sang Pencipta. Walaupun pada dasarnya keluarga sebagian umat Muslim memiliki ketakwaan yang tinggi terhadap Sang Pencipta, mereka berusaha memberikan pendidikan terbaik anak cucunya demi menjauhi segala pergaulan bebas tetapi. Namun tetap saja endingnya tergerus juga karena ketika anak mereka keluar rumah bisa berteman berteman dengan siapa saja, termasuk para pecandu.

Jika kapitalisme dengan paham kebebasan. Maka, berbeda dengan sistem Islam yang menjadikan generasi sebagai khairu ummah. Sistem ini benar-benar memberikan fasilitas dalam mengembangkan potensi yang jauh dari berbagai bentuk maksiat termasuk narkoba. Dalam sistem Islam, negara akan menjaga generasi dari berbagai kerusakan yang telah lama merasuk pada pribadi generasi.

Sistem Islam yang tegak atas dasar keimanan dan aturan hidup yang lurus, menetapkan kepemimpinan sebagai pengurus rakyat, pemenuh kebutuhan rakyat, serta penjaga seluruh hartanya. Sebab, Islam yang adil menciptakan kesejahteraan seluruh rakyatnya dan bebas dari kepentingan para penguasa. Sehingga segala problematika umat akan mampu teratasi termasuk kebutuhan finansial itu karena sistem Islam merupakan sistem yang berasal dari Allah SWT.

Potensi yang dimiliki negeri sangat besar, termasuk kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah namun dikuasai asing. Pemuda seharusnya berpikir jauh ke depan untuk menghentikan asing menguasai sumber daya alam negeri ini. Karena jika asing terus merampas kekayaan alam negara akan kehilangan kedaulatannya. Sehingga pemuda harus bergerak untuk menghentikan asing mengeruk kekayaan alam negeri ini.

Maka perlu adanya pemahaman yang mendalam serta penyelesaian sampai pada akar masalah. Sehingga pemuda mampu bangkit menjadi pemuda yang tangguh, jauh dari kemaksiatan termasuk narkoba. Hal itu bisa dilakukan jika keluar dari sistem batil kapitalisme yang telah menempatkan posisi Yang Maha Kuasa diurutan kesekian. Sehingga kezaliman, kerusakan akidah, eksploitasi alam alam secara besar-besaran, kebebasan bereskpresi tanpa memperhatikan koridor syara’, perundungan terhadap anak, narkoba, dll terus terjadi. Itu semua harus dituntaskan secara bersama dan perlu peran pemuda dalam memikirkan jalan keluar atas segala permasalahan yang ada.

Sudah saatnya para pemuda kembali kepada aturan Islam sebagai landasan hidup dalam mengatur segala aspek kehidupan. Tidak hanya hura-hura dengan berbagai tingkah laku sebagai sebuah penyimpangan yang membawa petaka di kemudian hari. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button