Opini
Trending

Antara Pengajian, Kasus Stunting Dan Peran Negara

Semestinya negara mendukung dan memberi support kepada ibu-ibu yang giat ikut pengajian. Sebab itu menunjukkan jika mereka semangat belajar dan berbenah untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, peduli pada keluarga bahkan masyarakat atau manusia lainnya.


Oleh Riska Oktavina, S.E.
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Viral di jagat maya, pasca beredarnya video pidato mantan presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri saat ia menjadi pemateri dalam seminar Nasional Pancasila dalam Tindakan ‘Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah tangga, serta Mengantisipasi Bencana’ di Jakarta Selatan. Video tersebut berisi kritikan terhadap ibu-ibu yang gemar melakukan pengajian.

Dikutip dari Republika (19/2/2023), Megawati pun bakal menginstruksikan kepada dua menteri yang mengurusi ibu-ibu dan stunting, yaitu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati alias Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini untuk mengatur waktu ibu-ibu, supaya tidak terus mengikuti pengajian karena sampai melupakan asupan gizi anak.

Pernyataan kontroversi ini tentu menuai banyak reaksi dari warganet khususnya ibu-ibu yang memang sudah terbiasa mengikuti pengajian. Karena kalau dicermati lagi, antara pengajian dan anak stunting sebenarnya ini tidak memiliki korelasi.

Dalam situs Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dikatakan bahwa, rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, dan hipertensi.

Mengutip situs yankes.kemkes.go.id, (14/09/22), Jarak kelahiran anak yang pendek. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak stunting juga dapat disebabkan oleh masalah asupan gizi yang dikonsumsi selama kandungan maupun masa balita. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum masa kehamilan, serta masa nifas, terbatasnya layanan kesehatan seperti pelayanan antenatal, pelayanan post natal dan rendahnya akses makanan bergizi, rendahnya akses sanitasi dan air bersih juga merupakan penyebab stunting. Multi faktor yang sangat beragam tersebut membutuhkan intervensi yang paling menentukan yaitu pada 1000 HPK (1000 hari pertama kehidupan).

Faktor Penyebab stunting juga dipengaruhi oleh pekerjaan ibu, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif. Selain itu stunting juga disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti pendidikan ibu, pengetahuan ibu mengenai gizi, pemberian ASI eksklusif, umur pemberian MP-ASI, tingkat kecukupan zink dan zat besi, riwayat penyakit infeksi serta faktor genetik.

Islam senantiasa memotivasi umatnya untuk semangat menuntut ilmu. Apalagi mengkaji Islam bagi seorang Muslimah adalah fardlu ‘ain, ini tentu tidak boleh ditinggalkan. Selama ilmu yang disampaikan sesuai dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunah.

Sebenarnya ibu-ibu di negeri ini, justru mendapat motivasi positif melalui pengajian, apalagi tak jarang materi yang diberikan dalam pengajian adalah materi tentang pernikahan, parenting dan keluarga, justru motivasi diberikan agar ibu-ibu itu bersemangat merawat dan menjaga anak-anaknya. Sebab pahala akan didapatkan jika ia ikhlas mengerjakannya. Lebih dari itu bahkan dalam Islam manusia diajarkan untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga memikirkan bagaimana kondisi ummat dan memberi penyelesaian masalah mereka dengan Islam.

Semestinya negara mendukung dan memberi support kepada ibu-ibu yang giat ikut pengajian. Sebab itu menunjukkan jika mereka semangat belajar dan berbenah untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, peduli pada keluarga bahkan masyarakat atau manusia lainnya.

Melalui kejadian ini justru negara semestinya memikirkan PR besarnya terhadap kasus stunting di negeri ini. Apakah negara sudah memberi kehidupan layak untuk setiap warga negaranya? Seluruh warga negara termasuk ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan gizi kandungannya? Apakah warga telah mendapatkan kemudahan atau tidak untuk akses sanitasi dan air bersih? dan lain sebagainya.

Koreksi terhadap individu rakyat juga perlu, namun tak kalah penting juga koreksi oleh pemegang kekuasaan di negeri ini. Sudahkah menjalankan kewajiban sebagai pelayan dan pelindung umat dengan sebaik-baiknya? Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by bing.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button