Opini

Sekat Nasionalisme Penghalang Kebebasan Palestina?

Dengan kembali kepada kepemimpinan Islam, maka masalah Palestina akan segera dapat teratasi karena tak ada lagi sekat yang akan menghalangi diterjunkannya pertolongan yang nyata untuk melindungi seluruh manusia yang bernaung di bawah kepemimpinannya.


Oleh Ummu Miqdad
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Derita Palestina saat ini masih terus terjadi. Bom terus meledak, peluru masih beterbangan, jasad bergelimpangan, kelaparan di mana-mana, dan banyak lagi situasi sulit terjadi yang setiap hari melewati sosial media kita.

Tidak perlu menjadi Muslim dulu untuk dapat merasakan penderitaan mereka. Cukup menjadi manusia memiliki yang memiliki nurani jujur dan tulus, maka hati akan terasa luluh lantah melihat kehancuran dan tangis Palestina. Deritanya yang semakin lama semakin sulit dibedakan, apakah itu fakta ataukah fiksi dikarenakan kebrutalan dan bisa diterima akal sehat.

Kekejaman zionis yang dengan arogannya terus berusaha memusnahkan warga Palestina, memamerkan pelanggarannya terhadap kemanusiaan, bertingkah seakan-akan tak ada yang mampu menghentikannya. Bahkan organisasi dunia pun tak digubrisnya. Berbagai kecaman dan solusi yang ditawarkan seperti tak ada artinya bagi mereka. Membuat orang-orang yang mempunyai nilai kemanusiaan berhenti berharap pada negara maupun lembaga dunia.

Mereka bertekad turun sendiri, memasang badan untuk menyampaikan bantuan secara langsung, memastikannya sampai diterima warga Palestina dan berharap dapat menolong mereka dengan segala keterbatasan yang ada. Seakan-akan tak ada waktu lagi untuk menyelamatkan nyawa yang tersisa.

Dilansir dari Republika (14-6-2025), ribuan orang mewakili lintas etnis dan benua berhimpun, memulai langkah bersama dari Al-Arish menuju gerbang Rafah. Mereka datang dari Tunisia, Libya, Maroko, Amerika, Eropa, Asia, termasuk Indonesia yang terdiri dari kalangan pensiunan, perawat, jurnalis, dokter, pegiat HAM, sampai anak muda. Berbondong-bondong dengan rasa marah, emosi, dan kesedihan mendalam.

Mengutip dari Liputan6 (15/6/25), diperkirakan sebanyak 10.000 orang yang akan mengikuti aksi Global March to Gaza yang berasal dari lebih 50 negara. Sungguh jumlah yang patut di perhitungkan. Namun akankah langkah ini berhasil mengeluarkan Palestina dari agresi penjajahan zionis?

Aksi ini sungguh menjadi gambaran yang nyata, bahwa sekat-sekat negara telah menghalangi kepedulian dari kebebasan dari suatu bangsa. Namun tidak bisa dimungkiri jika setiap orang mempunyai hati nurani tidak akan mampu menahan diri menyaksikan pembantaian berseliweran di media sosial.

Gelombang kemanusiaan yang tidak terbendung ini menunjukkan hilangnya kepercayaan dan harapan terhadap lembaga-lembaga dunia dan pemimpin negara. Kemarahan dan ungkapan jeritan hari mereka melambangkan kekecewaan yang mendalam atas ketidakadilan dunia.

Tertahannya mereka di pintu Rafah semakin menguatkan keyakinan bahwa tak ada jalan keluar kemanusiaan bagi masalah di Palestina. Hal itu terjadi karena adanya dinding nasionalisme yang tinggi menjulang yang senantiasa dielu-elukan oleh setiap bangsa di berbagai belahan dunia.

Ikatan yang berpaham kebangsaan ini telah lama mematikan nurani para pemimpin dunia, sehingga mereka mendiamkan aksi pembataian di depan matanya. Bahkan yang lebih menyakitkan mereka justru menjaga kelanggengan para penjajah itu, yakni zionis dan pelindungnya, Amerika.

Sebagai umat Islam kita harus memahami betapa bahayanya paham nasionalisme dan konsep bangsa negara baik dilihat dari sisi pemikiran maupun sejarahnya. Keduanya ini telah dijadikan penghancur pelindung umat oleh musuh-musuh Islam di masa lalu, yakni khilafah, dan menjadi pelindung sejati bagi kelanggengan penjajahan di negeri-negeri Islam.

Penyelesaian masalah Palestina baru akan terwujud dengan mengarahkannya pada pemikiran politik dengan menghilangkan garis-garis bangsa negara dan menjadikannya satu kesatuan dalam kepemimpinan politik Islam yang akan saling melindungi dan menguatkan.

Oleh karena itu, penting untuk bergabung dalam sebuah gerakan politik ideologis yang berjuang tanpa sekat kebangsaan dan terbukti konsisten berjuang menegakkan kepemimpinan Islam. Partai politik yang memperjuangkan tegaknya penerapan sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan, yang pernah membawa kegemilangan peradaban seperti yang terukir dalam tinta emas sejarah kejayaan Islam.

Dengan kembali kepada kepemimpinan Islam, maka masalah Palestina akan segera dapat teratasi karena tak ada lagi sekat yang akan menghalangi diterjunkannya pertolongan yang nyata untuk melindungi seluruh manusia yang bernaung di bawahnya. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button