Opini

Siapkan Gen Z Menjadi Agen Perubahan Hakiki


Oleh. Siti Uswatun Khasanah
(Aktivis Dakwah)

JURNALVIBES.COM– Hari ini generasi muda didominasi oleh Generasi Z, yaitu generasi yang lahir di tahun 1997 hingga 2012. Oleh karena itu, Generasi Z sering kali disoroti karena memiliki karakter yang unik dibandingkan generasi sebelumnya dan generasi setelahnya.

Generasi Z lahir di era digital yang semakin lama kian berkembang. Apalagi Gen Z awal, kebanyakan dari mereka banyak mengalami dan menyaksikan perubahan digital. Hal ini juga berdampak pada pola hidup mereka sendiri. Kebanyakan dari Gen Z juga lahir di zaman yang serba instan.
Kendati demikian, Generasi Z juga mengalami masalah. Sama halnya generasi sebelumnya yang juga mengalami masalah sesuai dengan zamannya.

Dikutip dari lifestyle.okezone (18-0-25), fakta mengejutkan baru-baru ini, terungkap bahwa Gen Z menghadapi krisis paruh baya lebih awal dari yang seharusnya. Sebanyak 38% dari mereka mengalami krisis paruh baya akibat tekanan finansial yang luar biasa.

Dikutip dari mediaindonesia (10-10-24), Gen Z kerap menjadi sorotan karena mereka lebih rentan terhadap masalah mental ketimbang generasi sebelumnya.
Selain dua fakta di atas, ada banyak masalah lainnya yang dihadapi oleh Gen Z. Namun sebenarnya masalah-masalah ini juga banyak dihadapi oleh generasi sebelumnya. Hal ini merupakan fakta rusaknya sistem hari ini. Masalah yang dihadapi Gen Z merupakan buah busuk penerapan sistem kapitalisme yang diadopsi negeri ini.

Hal ini tercermin pada sistem ekonomi kapitalisme yang membuat rakyat terbebani dengan pajak dan inflasi yang tinggi sehingga Gen Z harus menopang berat masalah ini apalagi jika orientasi hidup masih diarahkan pada harta. Sistem politik demokrasi yang membuka luas oligarki untuk menguasai negeri, sistem sosial liberal dan materialis yang membuat pergaulan Gen Z semakin bebas ala barat, dan sistem pendidikan dengan kurikulum sekuler yang menjauhkan Gen Z dari agamanya.

Namun, masih banyak Gen Z yang belum sadar akan masalah yang dihadapinya, sehingga terbawa oleh arus kapitalisme. Jangankan untuk mendapat solusi, mendapatkan akar masalahnya generasi hari ini masih belum mampu. Namun, kita juga tidak bisa menyalahkan Generasi Z sepenuhnya, karena hal ini penyebab utamanya adalah sistem. Sistem kapitalis sekuler yang membawa generasi muda menjadi generasi yang lemah dan rapuh. Oleh sebab itu, Gen Z harus disadarkan realitas hari ini dan akar masalahnya, hingga Gen Z bisa menemukan solusi hakiki dari setiap masalah yang dihadapinya.

Perlunya pemahaman yang khas pada Generasi Z dalam memandang dunia. Dibangun pemahaman akan hakikat kehidupan, hingga memahami realita kehidupan yang tepat dan menyadari potensi dirinya. Generasi Z harus mengenal akan dari mana dirinya berasal, untuk apa dirinya hidup dan ke mana akan kembali setelah kematian. Mereka juga harus memahami potensi dirinya dan memanfaatkannya untuk kehidupan dan menyelesaikan masalahnya.

Harus dibangun kesadaran akan kewajibannya pada Allah, dan menerapkan aturan Islam kafah dalam kehidupan. Gen Z harus sadar kemuliaan orang-orang yang berjuang dan menaati hukum Allah.
Mereka pun harus mengenal bagaimana generasi muda pada masa Rasulullah dan masa kejayaan Islam yang tangguh dan kuat dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya sendiri maupun permasalahan yang harus dihadapi oleh umat.

Masalah Generasi Z bukan hanya masalah individu generasi saja namun juga masalah yang harus dihadapi oleh umat. Oleh karena itu perlu adanya penerapan Islam kafah dalam menyelesaikan masalah mereka. Hingga Gen Z dan generasi berikutnya menjadi seperti generasi muda di masa kejayaan Islam.

Wallahu a’lam bishawab.[]

Editor : HafidzahLathifah; Ilustrator : Fahmzz


Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button