Opini

Kemiskinan Ekstrem Mengancam Masa Depan Generasi

Sistem ekonomi Islam juga menjamin bagi seluruh rakyatnya untuk dapat meraih pemenuhan kebutuhan sekunder maupun tersiernya. Negara dalam Islam wajib untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan.


Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Kemiskinan ekstrem tidak kunjung usai di berbagai dunia, dan kemiskinan ekstrem ini bisa mengancam masa depan generasi muda. Seperti yang dirilis kumparan (15/2/2024), jumlah anak di seluruh dunia yang tidak memiliki akses perlindungan sosial apa pun mencapai setidaknya 1,4 miliar. Ini merupakan anak di bawah usia 16 tahun yang berdasarkan data dari lembaga PBB dan badan amal Inggris Save the Children.

Menurut direktur Global Kebijakan Sosial dan Perlindungan Sosial UNICEF, Natalia Winder Rossi bahwa terdapat 333 juta anak yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Mereka berjuang untuk bertahan hidup dengan pendapatan kurang dari 2,15 dolar AS (Rp33.565) per hari dan hampir satu miliar anak hidup dalam kemiskinan multidimensi.

Sebagaimana yang dilansir cnbcindonesia (5/6/2023), pemerintah memperkirakan kemiskinan ekstrem bisa melonjak drastis pada tahun 2024. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa kalau menggunakan angka SDGs (Sustainable Development Goals) di angka US$ 2,15 PPP maka kemiskinan ekstrim naik ke 6,7 juta, sehingga setiap tahun harus menurunkan kemiskinan 3,35 juta.

Kemiskinan ekstrem menjadi problem dunia, dan ini menandakan adanya persoalan sistemik yang dihadapi dunia. Sumbernya adalah dari penerapan sistem kapitalis sehingga mengakibatkan anak-anak mengalami banyak problem kehidupan, yang akan berpengaruh pada nasib dunia di masa yang akan datang. Di sisi lain perlindungan sosial negara hari ini tambal sulam, karena dalam sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan sekarang tidak akan membuat generasi menjadi terjamin dan sejahtera.

Dengan kemiskinan ekstrem yang melanda, bisa membahayakan generasi di masa yang akan datang. Misal, banyaknya yang putus sekolah akibat mahalnya pendidikan, gizi buruk dan kelaparan dan lain-lain. Dalam sistem kapitalis hari ini kegiatan ekonomi diberi kebebasan, sehingga menjadikan pengusaha bebas menguasai hajat hidup rakyat juga termasuk menguasai sumber daya alam. Hal ini banyak dilakukan di negeri-negeri yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Dengan mengatas namakan kebebasan kepemilikan dan liberalisasi pasar individu akan bisa menguasai satu negara. Dengan adanya liberalisasi dan eksploitasi, menjadikan rusaknya keseimbangan ekosistem alam yang bisa berpengaruh pada perubahan iklim secara ekstrem. Kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari reinventing government, di mana negara hanya berperan sebagai regulator.

Mewirausahakan birokrasi, mentransformasikan semangat wirausaha ke dalam sektor publik. Sesuai definisinya, negara diurus layaknya mengurus sebuah perusahaan dimana ada unsur bisnis dan profit. Prinsip didalam reinventing government adalah negara sebagai pengarah bukan sebagai pelaksana dalam melayani urusan rakyat. Karena pelaksananya adalah swasta dengan melalui privatisasi.

Negara memberikan wewenang kepada masyarakat agar terselenggara pelayanan efektif dan efisien, dengan harapan agar masyarakat mandiri dan tidak bergantung kepada pemerintah. Pada intinya negara berlepas tangan dari kewajibannya sebagai pelayan umat atau masyarakat.

Pemerintah juga merupakan pesaing bagi organisasi bisnis lain, yang memberi peluang bagi swasta untuk bermain disektor strategis. Contohnya dengan semakin banyaknya sekolah dan rumah sakit swasta untuk mengakomodasi pelayanan publik milik pemerintah yang masih kurang. Bagi rakyat yang hidupnya terbatas dengan ekonomi pas-pasan harus merasa puas mendapat layanan publik yang ala kadarnya.

Kondisi ini yang akan memperparah kemiskinan menjadi semakin ekstrem.
Sudah jelas dalam sistem kapitalis dalam mengelola perusahaan akan mengambil keuntungan, sementara rakyat hidup dalam kemiskinan. Kondisi ini akan menjadi ancaman terhadap keselamatan generasi dan masa depan bangsa. Generasi yang masih butuh pendidikan jangka panjang, juga butuh layanan kesehatan yang memadai. Juga butuh terpenuhinya akan kebutuhan gizi bagi tubuhnya dan tidak mengalami kelaparan. Semua itu tidak akan terpenuhi dengan paradigma di sistem kapitalis sekarang ini.

Berbeda dengan Islam yang mewajibkan negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai mekanisme yang sudah ditetapkan dalam sistem Islam. Islam sebagai sistem kehidupan mempunyai solusi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan menjaga generasinya dari dampak kemiskinan. Dalam hal kepemilikan, didalam ekonomi Islam ada yang namanya kepemilikan individu, umum dan negara. Pembagian ini sangat penting agar tidak terjadi dominasi ekonomi, yakni hegemoni pihak yang kuat menindas yang lemah.

Dominasi itu terjadi karena penguasaan sektor kepemilikan umum yang tidak semestinya dimiliki perseorangan atau perusahaan swasta. Misalnya penguasaan individu atau swasta atas barang tambang, gas, minyak bumi, kehutanan, sumber daya air, jalan umum, pelabuhan, bandara, dan sebagainya yang menjadikan ekonomi mereka kuat, meluas, hingga mendominasi kekayaannya.

Dalam hal pengaturan pembangunan dan pengembangan ekonomi yang benar bertumpu pada pembangunan sektor ekonomi riil, bukan nonriil. Untuk distribusi harta kekayaan oleh individu, masyarakat dan negara. Sistem ekonomi Islam akan menjamin bahwa seluruh rakyat akan terpenuhi semua kebutuhan asasinya (primer).

Sistem ekonomi Islam juga menjamin bagi seluruh rakyatnya untuk dapat meraih pemenuhan kebutuhan sekunder maupun tersiernya.
Negara didalam Islam wajib untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Dalam hal kebutuhan sandang, pangan, dan papan, negara harus memberi kemudahan masyarakat untuk mendapatkannya. Semisal harga terjangkau, kemudahan bekerja untuk memenuhi kebutuhan, serta kemudahan mengakses kebutuhan tersebut.

Dalam hal perlindungan generasi menjadi prioritas negara melalui berbagai kebijakan negara. Misalnya dalam hal pendidikan, kesehatan, dan keamanan, negara harus memenuhinya secara gratis tanpa dipungut biaya. Tidak boleh ada komersialisasi dan kapitalisasi dalam tiga kebutuhan ini. Layanan pendidikan dan kesehatan harus diberikan kepada rakyat secara cuma-cuma. Untuk jaminan keamanan setiap warga menjadi tanggung jawab negara sebagai pemelihara urusan rakyat. Oleh karena itu agar kemiskinan ekstrem tidak mengancam masa depan generasi perlu penerapan Islam secara kafah dalam kehidupan.

Karena dengan penerapan Islam secara kafah, masyarakat akan hidup sejahtera dan generasi akan terbebas dari kemiskinan, kelaparan, gizi buruk dan penyakit lainnya. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button