Mengapa Terjadi Kesenjangan Antara Lapangan Kerja dengan Pencari Kerja?

Islam mampu menyelesaikan masalah pengangguran dengan demikian kesejahteraan akan dirasakan oleh Muslim dan nonmuslim.
Oleh Indah Ummu Haikal
(Komunitas Muslimah Rindu Surga)
JURNALVIBES.COM – Tingkat pengangguran di negara-negara yang mayoritas penduduk Muslim relatif tinggi, contohnya di Indonesia. Ini menjadi persoalan yang tidak kunjung mendapatkan solusi. l
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2023 sebesar 5,45 persen, turun sebesar 0,38 persen, dibandingkan dengan Februari 2022, angka jumlah pengangguran ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Jumlah penduduk usia kerja di Indonesia sebanyak 211,59 juta orang per Februari 2023, dari jumlah tersebut 146,62 juta orang masuk dalam angkatan kerja dan 64,97 juta orang bukan angkatan kerja, dari 146, 62 juta angkatan tersebut, sebanyak 7,99 juta orang pengangguran dan 138, 63 juta orang bekerja.
Untuk orang bekerja terdiri dari 92, 10 juta orang pekerja penuh, 36,88 juta orang pekerja paruh waktu dan 9,59 juta orang setengah pengangguran (Republika, 5/5/2023)
Pemerintah mengharapkan tingkat pengangguran terbuka akan terus menurun pada tahun depan, meski begitu perkembangan teknologi digital dinilai akan mengancam para pekerja karena bisa menghemat tenaga kerja.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa efektivitas kebijakan fiskal dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dinilai bisa membantu menurunkan tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2024 pada kisaran 5,0 persen hingga 5,7 persen.
Perubahan teknologi informasi yang cepat membawa manfaat bagi kehidupan manusia tanpa meningkatnya efisiensi dan perluasan skala produksi.
Akan tetapi perubahan teknologi informasi juga menghadirkan tantangan berupa penghematan tenaga kerja manusia secara masif, persoalan privasi, dan keamanan cyber.
Cepatnya perkembangan digitalisasi dapat muncul ancaman nyata bagi pasar tenaga kerja nasional yang masih didominasi tenaga kerja tidak terampil (unskilled – workers) dengan pendidikan rendah.
Ketidaksiapan pasar tenaga kerja dalam menghadapi cepatnya perkembangan digitalisasi juga akan menjadi kendala untuk menarik aliran investasi masuk ke Indonesia.
Hal ini memperlihatkan kepada kita bagaimana sistem kapitalis, sebuah sistem yang melahirkan aturan hidup berdasarkan akal manusia yang serba terbatas termasuk dalam menuntaskan masalah pengangguran.
Dalam sistem ini terbukti tidak mampu dalam memberikan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya yang ada justru rakyat kalah saing dengan pekerja dari luar.
Ini tentu berbeda dengan sistem Islam. Karena dalam Islam ada beberapa langkah yang akan dilakukan untuk seorang pemimpin dalam mengatasi pengangguran. Pemimpin merupakan penanggung jawab atas pengurusan rakyatnya, sebagaimana dalam sebuah hadis mengatakan bahwa “Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR. Al – Bukhari).
Adapun langkah-langkahnya yaitu :
- Dalam bidang pendidikan, negara akan mempermudah bahkan gratis.
Rakyat dibebaskan untuk memilih sesuai dengan profesinya, termasuk memberikan keahlian atau keterampilan kepada rakyatnya terutama bagi laki-laki yang memiliki kewajiban untuk bekerja. - Menyiapkan sarana dan prasarana bagi semua rakyat terutama laki-laki, agar mau bekerja seperti memberikan modal dengan cuma-cuma.
- Kewajiban bekerja hanya untuk laki-laki saja, ini semua demi menghilangkan persaingan antara tenaga kerja perempuan dan laki-laki kecuali pekerjaan yang mengharuskan dilakukan oleh perempuan.
- Sektor industri dalam Islam akan lebih banyak menyerap tenaga dalam negeri dan dikelola oleh negara langsung dengan tujuan agar rakyat mudah mendapatkan pekerjaan dan tidak ada yang menganggur.
Dengan langkah langkah tersebut Islam mampu menyelesaikan angka pengangguran dengan demikian kesejahteraan akan dirasakan oleh umat Islam dan umat nonmuslim pun akan merasakannya. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by bing.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






