Opini

Kemerdekaan Hakiki Ada Pada Islam

Kemerdekaan dalam Islam diartikan sebagai terbebasnya manusia dari segala bentuk penghambaan kepada sesama manusia. Lain kata Islam itu menghendaki agar manusia betul-betul merdeka dari segala macam bentuk penjajahan, eksploitasi, intervensi, kezaliman, ketidakadilan, dan penghambaan terhadap manusia lainnya.


Oleh Eli Ermawati
(Pejuang Pena)

JURNALVIBES.COM – Bangsa Indonesia telah merayakan kemerdekaan, yang telah diperjuangkan dengan darah para pahlawan. Mengusir para penjajah dari negeri Khatulistiwa. Masa pun berganti, akan tetapi esensi itu tak terasa saat kemerdekaan diperingati. Selalu diisi dengan perayaan berbagai acara dan perlombaan, setelah itu selesai. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar, apa makna dari merdeka? Apakah kita benar-benar sudah merdeka dan menikmati kemerdekaan?

Sudahkah Kita Merdeka?

Apa itu merdeka? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Merdeka adalah bebas. Baik bebas dari penghambaan, penjajahan. Atau bebas dapat diartikan menjalani kehidupan tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. Bebas tanpa intervensi siapa pun dan tidak dijajah oleh apa pun. Lalu sudahkah kita demikian?

Faktanya, banyak masyarakat yang belum bisa merasakan makna daripada kemerdekaan itu. Masih banyak rakyat yang belum merasakan kebebasan, bebas mendapatkan penghidupan yang layak, bebas menikmati fasilitas pendidikan, kesehatan bahkan keamanan pun sulit didapatkan secara gratis.

Begitupun kehidupan rakyat yang penuh dengan berbagai tekanan. Tekanan kebijakan penguasa yang tidak berpihak pada mereka. Tekanan pajak yang begitu mencekik dan membebani rakyat. Tekanan para kapitalis yang menyengsarakan rakyat, namun penguasa seolah tak peduli. Belum lagi investasi asing yang semakin menjarah kekayaan alam yang pada akhirnya mengintervensi kebijakan negeri.

Semua itu terjadi sebab negeri kita masih terjajah oleh Barat. Negeri ini tertawan dengan genggaman kapitalisme Barat atas nama perjanjian, investasi, bantuan dan pinjaman, yang di baliknya terdapat kepentingan Barat terhadap negeri ini. Sehingga mau tak mau pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendukung proyek Barat, namun di sisi lain menyusahkan rakyat.

Penjajahan Barat dengan Ideologi Kapitalis

Lama sudah Barat menggenggam dunia dengan penjajahannya di berbagai wilayah, termasuk menyebarluaskan pemahaman dan pemikiran yang bertentangan dengan fitrah manusia. Ialah ideologi kapitalis yang melahirkan demokrasi sekularisme secara perlahan mengalir ke tengah-tengah kaum Muslim. Rencana mereka untuk menjauhkan kaum Muslim dari agamanya, perlahan tapi pasti menggerogoti tubuh kaum Muslim.

Mereka semakin kuat dan luas menyebar ke penjuru tatkala hukum Islam itu ditinggalkan. Dengan kondisi seperti inilah, dapat dipastikan kita belum merdeka. Secara fisik mungkin sudah tidak terjajah lagi, namun pemikiran, perekonomian, politik, budaya dan lainnya, masih berada dalam kendali penjajah. Artinya kita masih terjajah. Lantas apa makna kemerdekaan itu? Apa arti kemerdekaan yang hakiki?

Islam dan Kemerdekaan yang Hakiki

Sudah seharusnya Umat Islam memahami bahwa kedaulatan berada pada sang Khaliq pencipta alam semesta ini, Allah Swt. telah mengatur segala aspek kehidupan, yang diajarkan melalui Rasul-Nya. Diturunkannya Islam sebagai agama yang memberikan rahmat bagi seluruh alam semesta, inilah kunci untuk melepaskan manusia dari belenggu kehidupan jahiliah, genggaman penjajahan atas manusia pada manusia yang lain. Oleh sebabnya, kemerdekaan dalam Islam diartikan sebagai terbebasnya manusia dari segala bentuk penghambaan kepada sesama manusia. Lain kata Islam itu menghendaki agar manusia betul-betul merdeka dari segala macam bentuk penjajahan, eksploitasi, intervensi, kezaliman, ketidakadilan, dan penghambaan terhadap manusia lainnya.

Itulah kemerdekaan sejati kemerdekaan yang hakiki. Mewujudkan kemerdekaan hakiki merupakan misi dari Islam. Maka dari itu, andaikan semua aturan Allah Swt diterapkan dalam setiap kehidupan baik itu sosial, politik, ekonomi, budaya, maka kemerdekaan yang hakiki dapat di rasakan oleh setiap insan, umat muslim ataupun nonmuslim.

Demikianlah perjuangan belum usai, jika dulu para pejuang berjuang merebut kemerdekaan secara fisik, maka sekarang kita berjuang untuk membebaskan negeri ini dari genggaman kapitalisme. Melenyapkan pemikiran sekuler demokrasi barat dan kita bangkitkan kembalikan pemikiran yang lurus tentang Islam di tengah-tengah umat.

Inilah perjuangan yang harus kita lalui demi meraih kemerdekaan hakiki. Kemerdekaan hakiki yang hanya bisa terwujud dengan cara menerapkan aturan-aturan Allah Swt. secara kafah, agar hukum Allah tegak di muka bumi menjadi rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button