Teenager

Dilema Kebebasan: Antara Ngefans dan Non Biner

Fenomena ini adalah bagian dari hak asasi manusia. Kebebasan manusia dalam berpendapat dan bertingkah laku, di mana setiap manusia bebas menentukan jalan hidupnya. Padahal Manusia dibekali dengan akal yang terbatas.


Oleh: Citra Dewi Anita

JURNALVIBES.COM – Sahabat, bagaimana kabar diri dan iman saat ini? Semoga dalam kesehatan yang sempurna dalam ketaatan kepada Allah.

Related Articles

Sahabat, pernahkah punya seseorang yang dikagumi? Istilah kerennya ngefans. Saya punya. Saya sempat ngefans berat dengan beberapa selebritas internasional. Namun alangkah kagetnya ketika sang artis mengumumkan bahwa dia non biner, alias bukan perempuan atau laki laki. Tak mau dipanggil she atau he, tapi them. Panggilan yang ‘lebih netral’ menurut mereka.

Dalam sistem yang diterapkan saat ini, fenomena ini adalah bagian dari hak asasi manusia. Kebebasan manusia dalam berpendapat dan bertingkah laku, di mana setiap manusia bebas menentukan jalan hidupnya. Mau melakukan apa dan menjadikan dirinya seperti apa. Tentu seja kebebasan ini dipayungi oleh hukum.

Serba bebas dan serba boleh asal bertanggung jawab dengan setiap pilihan hidupnya. Pernyataan yang seolah bagus, tetapi bak racun berbalut madu. Ini pernyataan yang sangat menyesatkan.

Manusia dibekali dengan akal yang terbatas. Kita tak tahu mana yang benar-benar baik bagi kita. Kita tak tahu bagaimana nasib kita ke depannya. Kita tak bisa menjamin kehidupan kita. Dengan keterbatasan akal itu, ia tak mampu untuk menentukan sendiri arah dan pilihan hidupnya. Harus ada pegangan sebagai sumber dan standar bagi pilihannya.

Akibat dibebaskannya manusia dalam memilih, manusia semakin kehilangan arah dan semakin terjebak dengan arus liberalisme yang mendewakan kebebasan tanpa batas. Tersesat dalam kegelapan seperti berjalan tanpa arah.

Manusia akan menjalani kehidupan tanpa mengenal dirinya. Tak tahu apa tugasnya di dunia dan tujuan hidupnya.

Bagi muslim, kita diingatkan tentang jati diri kita dari dalam Al Qur’an. Kita adalah hamba Allah dengan tujuan hidup beribadah pada Allah.

Sebagaimana dalam surat Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. “

Semoga kita bisa mempertimbangkan segala sikap kita berdasarkan hukum Islma yakni syariat Allah, karena semua perilaku kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat nanti. Wallahu’alam bishowab. []

Editor & Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button