Opini

Kesenjangan Antara Pejabat dan Rakyat

Teladan yang diberikan oleh para pemimpin umat Islam di atas seharusnya dijadikan acuan dan pelajaran berharga bagi setiap umat Islam untuk dipraktikkan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, atau bangsa sekalipun.


Oleh Aslama

JURNALVIBES.COM – Berita mengiris hati sepertinya memang menjadi santapan masyarakat di era kapitalisme saat ini. Di saat masyarakat merasakan susahnya mencari sesuap nasi, di sisi lain mereka menyaksikan para pejabat ataupun wakil rakyat semakin bergelimang harta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, sebanyak 70,3 persen harta kekayaan para pejabat negara naik selama setahun terakhir, atau di masa pandemi Covid-19.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan, laporan kenaikan itu tercatat setelah pihaknya melakukan analisis terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada periode 2019-2020.

“Kita amati juga selama pandemi, setahun terakhir ini, secara umum penyelenggara negara 70,3 persen hartanya bertambah,” kata Pahala dalam webinar LHKPN di YouTube KPK, Selasa (7/9).

Dia mengatakan, kenaikan paling banyak terlihat pada harta kekayaan pejabat di instansi kementerian dan DPR yang angkanya mencapai lebih dari Rp1 miliar. Sedangkan, di tingkat legislatif dan eksekutif daerah, penambahannya masih di bawah Rp1 miliar. (cnnindonesia.com, 7/9/2021)

Dampak Sistem Kapitalis

Sistem kapitalis sekuler yang berasal dari asas yang rusak tentunya akan merusak tatanan masyarakat yang ada. Sistem ini memisahkan aturan agama dari kehidupan. Halal-haram bukanlah persoalan, yang terpenting dalam sistem ini adalah kebahagian duniawi. Inilah yang mengakibatkan setiap individu ataupun kelompok yang menganut sistem ini menjadi liar dan akan menghalalkan segala cara demi kebahagian duniawinya.

Jika paham ini diemban oleh pejabat atau wakil rakyat, maka tentu saja hal ini sangat merugikan masyarakat. Uang negara yang seharusnya bisa dialokasikan demi kesejahteraan rakyat banyak, tetapi dalam sistem ini hanya untuk memperkaya segelintir orang.

Ketika rakyat menjerit kelaparan, di sisi lain wakil rakyat menikmati kekayaan yang makin hari makin bertambah dengan gaji dan fasilitas yang mewah. Ironis bukan?

Berkaca pada Sejarah

Khalifah Abu Bakar Shiddiq merupakan seorang pemimpin sederhana dan adil dalam melaksanakan tugas. Abu bakar menerapkan persamaan pembagian kekayaan negara kepada seluruh rakyatnya. Ketika sakit di akhir hidupnya, beliau berwasiat agar hartanya yang hanya sedikit itu diberikan kepada pemimpin setelahnya. Umar bin Khattab menangis menerima wasiat Abu Bakar Shiddiq itu. Beliau tahu, tanggung jawabnya di masa depan jauh lebih berat.

Namun begitu, Umar tetap mencontoh pendahulunya untuk hidup sederhana dalam mengemban tugas negara. Menurut dia, Allah Swt. telah memuliakan umat ini dengan Islam, maka tidak perlu lagi mencari kemuliaan dengan yang lain (Atsar sahih riwayat Ibnu Abi Syaibah).

Pada waktu menjadi khalifah (pemimpin), kendaraan dinas Umar bin Khattab hanya seekor unta. Pada waktu pendeta Kristen negeri Palestina, Safraneus, menyerahkan kunci negeri Palestina kepada pemimpin besar Negara Islam, Umar bin Khattab bergantian menunggang untanya dengan pembantunya menuju Palestina. Umar juga mengembalikan hadiah makanan lezat yang dikirim dari Afrika, karena menurutnya makanan itu lebih baik dinikmati oleh rakyatnya.

Utsman bin Affan juga berbuat adil dalam menerapkan hukum Islam. Dia dengan tegas melaksanakan hukuman cambuk atas adiknya, al-Walid bin Aqabah yang telah melakukan pelanggaran syariat Islam.

Ali bin Abi Thalib juga pemimpin bijaksana, sederhana, dan adil dalam bertindak. Di hari raya, makanan yang tersedia di rumahnya hanya makanan rakyat kecil, berupa hidangan daging rebus bercampur tepung (al-khazirah). Menurut beliau, menyitir sabda Rasulullah Saw., “seorang pemimpin itu hanya berhak menerima gaji untuk makannya dengan keluarganya, dan makannya dengan tamunya” (HR Imam Ahmad).

Umar bin Abdul Aziz, telah memberikan teladan yang baik dengan hidup sederhana, adil, dan menjunjung tinggi supremasi hukum. Di bawah kepemimpinannya Negara Islam menjadi maju, besar, dan disegani. Dan, umat Islam pada masa itu juga hidup damai, aman, dan sejahtera.

Banyak kisah yang menggambarkan betapa sederhananya Umar bin Abdul Aziz. Meskipun sebagai khalifah, ia tidak hidup bermegah-megahan. Sepanjang hidup sebagai khalifah, ia dedikasikan segenap kemampuan dan hartanya untuk kemajuan dan kemakmuran rakyatnya. Bahkan, ketika meninggal ia hanya menyisakan warisan sebesar 10 dinar.

Teladan yang diberikan oleh para pemimpin umat Islam di atas seharusnya dijadikan acuan dan pelajaran berharga bagi setiap umat Islam untuk dipraktikkan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, atau bangsa sekalipun.

Lain halnya dengan apa yang terjadi pada saat ini. Pejabat atau wakil rakyat menunjukan kesejahteraan yang luar biasa sedangkan rakyat dalam kondisi yang yang susah payah.

Ketimpangan kesejahteraan ini tentunya akan menjadi jurang pemisah antara pemerintah dan rakyatnya. Kesenjangan ini akan membuat pemicu krisis kepercayaan yang bisa berujung rasa antipati di tengah masyarakat.

Terkait hal ini Rasulullah Saw. menjelaskan, ”Sederhanakanlah engkau akan dunia, pasti Allah mencintai engkau. Dan, sederhanakanlah engkau akan apa yang ada pada manusia, pasti manusia mencintai engkau.” (HR Ibnu Majah)

Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button