Motivasi

Fokus Pada Akhirat, Agar Tidak Terlena Dengan Dunia

Bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya memiliki maksud bahwa tiap kabilah ataupun pemeluk agama memiliki kiblat yang mereka ridai



Oleh Novida Sari, S.Kom

Masing-masing umat memiliki pegangan dan kaidah berfikir dalam menjalani kehidupan, tidak terkecuali dengan umat Islam. Pegangan dan kaidah berfikir ini bersifat khas dan tidak akan sama antara satu umat dengan umat yang lain.

Allah Swt. berfirman,
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya : “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lobalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkanmu semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” (TQS Al Baqarah [2] : 148).

Al Aufi meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya memiliki maksud bahwa tiap kabilah ataupun pemeluk agama memiliki kiblat yang mereka ridai. Abu Al Aliyah berkata, Orang Yahudi memiliki kiblat dan mereka menghadap padanya, orang Nasrani juga memiliki kiblat, mereka juga menghadap kepadanya. Sedangkan kalian wahai umat Islam, diberikan Allah Swt. hidayah untuk menghadap kiblat sebenarnya. Setiap umat ini tidak mungkin mengikuti kiblat umat lain demikian juga sebaliknya.

Di daerah Punjab, India Utara yang berbatasan dengan Pakistan, Islam dan Hindu telah bersinggungan sejak abad ke tujuh. Dimana penggabungan agama Hindu dan Islam pada agama baru yang bernama sikh pada abad ke – 16. Penggabungan ini melahirkan ajaran sinkretisme dan dari dalil di atas jelas ini tidak boleh.

Allah Swt. secara tegas mengatakan pada kelanjutan ayat bahwa kita harus فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ. فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ini memiliki makna umum. Bahwa setiap umat harus jelas apa yang menjadi pegangan dan kaidahnya berfikir antara satu umat dengan umat lain tidak akan sama. Karena kiblatnya saja berbeda. Umat Islam harus fokus menjaga keridaan Allah tanpa terlena akan segala macam godaan dunia. Keridaan Allah Swt. ada pada keridaan hambanya dalam menjalankan agama Islam secara menyeluruh tanpa memperhatikan apa yang dikatakan oleh segala jenis makhluk ciptaan Allah Swt. di muka bumi.

Bahkan Allah Swt. mengatakan أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkanmu semua (pada hari kiamat). Dimana manusia akan mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya selama hidup di dunia. Apakah suatu umat itu terlena dengan dunia atau dia tetap fokus ke akhirat dengan senantiasa mengikatkan dirinya dengan aturan agama yang Allah Swt. turunkan.

Oleh karenanya, manusia tidak boleh lengah dan terlena, karena Allah Swt. إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya sebagai umat yang mengikuti ajaran yang paling diridai Allah SWT, akan senantiasa menjaga keridaan dalam menjalankan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari sampai Allah Swt. memanggil pulang.

Wallahu a’lam bishshawab.


Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button