Opini

Birruh, Biddam, Nafdika Ya Aqsha: Dengan Ruh, Darah, Kami Bela Kau Ya Aqsha

Warga Gaza di setiap menitnya terus terancam, sementara hingga saat ini serangan biadab diluncurkan Israel ke Gaza masih terus terjadi di darat, laut dan udara yang telah menghancurkan gedung-gedung di Gaza.


Penulis: Yulia Hastuti, S.E., M.Si.

JURNALVIBES.COM- Serangan membabi buta oleh Israel tak henti terus menggguncang Gaza yang sudah mengorbankan banyak nyawa sejak akhir bulan Ramadan lalu. Pemandangan mengerikan terlihat di jalan-jalan penuh dengan puing bangunan yang hancur, deretan mobil dan properti lainnya milik warga Palestina pun hancur luluh lantak dan hangus terbakar.

Warga Gaza di setiap menitnya terus terancam, sementara hingga saat ini serangan biadab diluncurkan Israel ke Gaza masih terus terjadi di darat, laut dan udara yang telah menghancurkan gedung-gedung di Gaza. Kantor urusan kemanusiaan PBB di wilayah Palestina (UN-OCHA) mengatakan pasukan Israel telah melukai 1.000 warga Palestina di Yerussalem Timur, 753 orang cedera karena peluru karet, dan 109 orang meninggal dunia.

Dikutip dari kantor berita Reuters, Sekretaris Jendral PBB, Antonio Guterres, sangat prihatin atas berlanjutnya kekerasan di Palestina. Sangat menyedihkan, dunia hingga saat ini hanya mampu sebatas memberi kutukan pada pembantaian Israel ke warga Gaza. Sekelas Sekjen PBB hanya mampu mengucap rasa prihatin dan meminta Israel menghentikan serangan, justru serangan Israel lebih gencar dilakukan dengan menambah ribuan pasukan tentara ke perbatasan Gaza. (Pikiran Rakyat, 14/5/2021)

Tak heran serangan oleh penjajah Yahudi yang telah dilakukan berkali-kali, aksi teror, pemaksaan, pengusiran kaum muslim Palestina dari tanahnya sendiri, dan pembunuhan ini terjadi setelah kaum muslimin disekat-sekat dalam berbagai nation state. Keberanian, arogansi, dan kelancangan zionis Yahudi disebabkan beberapa hal, terdapat dukung AS dan negara-negara Barat di belakangnya, penjajah Yahudi paham sikap pengkhianatan dan lemahnya penguasa-penguasa negeri muslim yang hanya bisa mengecam dan mengutuk, terakhir penjajahan Yahudi paham bahwa tidak adanya institusi politik pemersatu negeri-negeri Islam.

Inilah kelemahan umat Islam, walaupun jumlah kaum muslimin besar namun tidak mampu menyelesaikan masalah Palestina karena tidak ada komando dalam mempersatukan umat.

Padahal peristiwa Palestina adalah masalah umat Islam sampai hari kiamat. Maka wajib bagi seluruh muslim yang mampu untuk membebaskan Baitul Maqdis dan semua tanah yang diberkati. Termasuk menjaga kesucian kiblat pertama umat Islam Al Aqsha dari tangan kotor Zionis.

Komplek Masjid Al Aqsha menjadi tujuan Zionis Yahudi melakukan serangan di saat warga Palestina tengah melaksanakan ibadah tarawih di 10 terakhir bulan Ramadan. Tidak heran mengapa mereka ingin menghancurkan situs tersuci ketiga dunia bagi umat Islam karena orang Yahudi percaya bahwa di areal Masjidil Aqsha adalah bagian dari pembangunan Bukit Kuil Suci Herodes (Bait Suci III) oleh Raja Herodes Agung pada 19 SM dan merupakan bagian yang disebut serambi Salomo dari bangunan Bait keduanya yang menjadi salah satu akar permasalahan perselisihan.

Sayangnya, yang hanya bisa kita lakukan sebagai sesama muslim selemah-lemahnya adalah mengirimkan doa dan donasi. Tak lupa membagikan kondisi terkini melalui media yang kita miliki, agar saudara kita di Baitul Maqdis tidak merasa sendiri dan menunjukkan keberpihakan kita, sebagai bukti dari keimanan kita.

Walaupun ini bukan satu-satunya solusi tuntas dari permasalahan dalam membebaskan Baitul Maqdis dari tangan penjajah. Namun setidaknya telah membangun kesadaran umat yang terlalu sibuk dengan dunianya untuk menoleh pada saudara-saudara kita di Palestina. Umat bumi Syam yang sangat dicintai Rasulullah sedang mempertahankan tanah milik umat Islam yang sebelumnya telah dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khathtab ra, Shalahuddin Al-Ayyubi hingga kekhalifahan Ustmaniyah.

Untuk menyempurnakan solusi hakiki atas Palestina hanya dengan mengikuti metode Rasulullah dalam membebaskan bumi Baitul Maqdis dari penjajahan Yahudi yaitu (1) Jihad Ilmu, dengan membangun kesadaran, meningkatkan keilmuwan, dan pemahaman tentang Baitul Maqdis. Pada tahapan pertama ini Rasulullah menghabiskan 14 tahun untuk mendidikan para sahabat hingga mereka menjadikan Baitul Maqdis sebagai isu hari-hari mereka. (2) Jihad Politik, dengan melakukan negosiasi, membangun opini umum, secara serius memberi peringatan. Tahapan kedua dilakukan dalam waktu 2 tahun. (3) Jihad Militer, dengan memberangkatkan pasukan, menggunakan cara fisik. Tahapan ketiga ini telah dicontohkan Khalifah Umar yang berhasil memerdekan Baitul Maqdis pada 638 M.

Hai Kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh) maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. Al. Maidah)

Birruh, Biddam, Nafdiika Ya Aqsha.[]


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button