Opini

Peran Media dalam Islam

Media berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat dan membangun masyarakat Islam yang kokoh, sehingga di tengah masyarakat tidak ada lagi pemikiran dan pemahaman yang rusak, sesat, kedustaan dan berita manipulatif.


Oleh Tsabita
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Peran media pada sistem kapitalis-sekuler saat ini masih sangat jauh dari arti mencerahkan dan mencerdaskan. Bagaimana tidak,visi misi media pada sistem saat ini lebih diarahkan kepada kepentingan pemilik media dan kelompoknya. Berbeda dengan peran media pada sistem Islam yaitu mencerdaskan umat sekaligus sebagai sarana syiar Islam ke seluruh dunia.

Dalam wawancara TVRI pada program dialog kemerdekaan, Wakil Presiden (Wapres), KH Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ia pun menggaris bawahi integritas media sebagai salah satu faktor penentu dalam mengatasi tantangan seperti disintegrasi bangsa dan penyebaran hoaks.

Lebih lanjut, Wapres menekankan agar media tidak menjadi sarana provokasi yang dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat. Oleh karena itu, integritas dan kehati-hatian media dalam menyebarkan informasi harus menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas politik negara. (wapresi, 8/9/2023)

Tidak ada yang memungkiri bahwa media adalah sarana efektif dalam penyebaran isu dan informasi penting hingga propaganda sesuai kepentingan yang memanfaatkannya. Media bisa menjadi mata pisau tajam untuk menutup mulut lawan manakala tak sejalan atau untuk mencapai kepentingannya.

Menjelang Pemilu 2024, media dikuatkan oleh elit penguasa saat ini. Yang justru memberi dampak perpecahan di masyarakat. Tidak menjadikan media sebagaimana peruntukkannya yaitu sarana yang mencerdaskan masyarakat untuk semakin kritis dan peduli untuk semakin dekat dengan kesadaran akan kondisi negeri ini, sehingga jalan perubahan itu benar-benar terwujud.

Media justru digunakan sebagai alat bagi partai politik untuk mencapai tujuannya. Sudah menjadi ritual menjelang Pemilu berbagai pencitraan akan diperlihatkan. Janji-janji manis saat kampanye yang disiarkan di media agar memikat hati masyarakat. Apalagi adanya para buzzer dan influencer politik yang memiliki peran dalam strategi politik pemimpin. Namun di saat ada berita yang merugikan mereka, akan terjadi manipulasi informasi dan media digiring dengan pengalihan opini.

Inilah fakta yang terjadi ketika media dijadikan sebagai alat politik yang mampu mempengaruhi kebijakan institusi politik dan penetral ketika terjadi konflik. Media dimanfaatkan sesuka hati agar pencitraan berjalan lancer, sehingga masyarakat menjadi korban dalam janji-janji manis mereka yang muncul lima tahun sekali pada pesta Pemilu.

Ketika terpilih mereka akan menjalankan kekuasaan sesuka hati dan janji tersebut hanya sebagai wacana yang tidak terealisasikan dengan baik dan sempurna. Seharusnya media dijadikan sebagai alat untuk mencerdaskan masyarakat, digunakan untuk mengungkap kebenaran, juga aspirasi dan kritik publik agar tersampaikan dengan baik.

Inilah watak pemimpin dalam dekapan sistem kapitalis. Negeri yang menerapkan sistem kapitalis hanya berbuat berdasarkan asas manfaat dan kepentingan duniawi semata, maka tidak heran jika penguasa saat ini melakukan sesuka hati tanpa memperdulikan nasib rakyat yang berharap dengan janji-janji yang hanya ilusi.

Media dalam Islam

Media adalah sarana untuk menyebarkan informasi. Di dalam Islam, media akan digunakan untuk kepentingan Islam. Dalam kitab Ajhizah ad’an dijelaskan bahwa Daulah Islam memiliki Departemen ‘Ilamiyyah atau Departemen Penerangan yang mengurus permediaan. Media akan difungsikan sebagai sarana mengurusi urusan umat dan yang lebih penting sebagai sarana melayani ideologi Islam, baik di dalam maupun luar negeri.

Di dalam negeri, media berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat dan membangun masyarakat Islam yang kokoh, sehingga di tengah masyarakat tidak ada lagi pemikiran dan pemahaman yang rusak, sesat, kedustaan dan berita manipulatif.

Adapun di luar negeri, media sebagai sarana untuk menyebarluaskan Islam dan memperlihatkan bargaining position sebagai negara adidaya, membongkar kerusakan ideologi kufur buatan manusia sehingga masyarakat global akan takjub sekaligus timbul kesadaran bahwa mereka ingin menjadi bagian dari daulah Islam. Dengan begitu, akan terlaksana perintah Allah untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh wilayah, melalui dakwah dan jihad.

Allah Swt. berfirman, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk” ( TQS At-Taubah 9:29)

Maka dari itu, baik negara maupun masyarakat akan terikat dengan pemahaman hukum syara yang mengharamkan penyiaran berita bohong, propaganda negatif, manipulatif berita dan lain sebagainya.

Jika media berfungsi seperti ini, maka akan membentuk masyarakat yang memiliki pemikiran yang tinggi dan luhur secara adab. Seperti inilah fungsi media dalam daulah Islam yang mampu mencerdaskan umat. Wallahu a’lam bishawaab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button